Mardiah, M. Pd.
Teknologi Pendidikan: Memudahkan Belajar atau Mengurangi Peran Guru?
Marwahrakyat.com, Inhil -- Teknologi telah memberikan banyak kemudahan dalam proses pendidikan. Siswa dapat mencari berbagai informasi hanya melalui perangkat yang berada di tangannya. Guru juga dapat menggunakan berbagai aplikasi untuk membuat bahan ajar, memberikan tugas, dan melakukan evaluasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi mampu membuat proses belajar menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan pertanyaan tentang peran guru. Ketika informasi tersedia begitu banyak di internet, apakah siswa masih membutuhkan guru? Jawabannya tentu saja membutuhkan. Informasi bukanlah pengetahuan yang otomatis dipahami, dan pengetahuan juga bukan berarti kebijaksanaan. Siswa tetap membutuhkan guru untuk membantu memahami, menilai, dan menerapkan informasi yang mereka peroleh.
Penggunaan teknologi yang tidak terkendali justru dapat menimbulkan masalah. Siswa dapat menjadi terlalu bergantung pada mesin pencari, media sosial, atau AI dalam menyelesaikan tugas. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa berpotensi tidak berkembang secara optimal. Karena itu, teknologi harus digunakan sebagai sarana belajar, bukan sebagai pengganti proses berpikir.
Guru memiliki peran penting untuk memastikan teknologi digunakan secara tepat. Guru dapat memberikan tugas yang mendorong siswa melakukan analisis, berdiskusi, menciptakan karya, dan memecahkan masalah. Dengan strategi tersebut, teknologi justru dapat memperkuat pembelajaran. Guru tidak perlu bersaing dengan teknologi, tetapi harus menjadi pihak yang mengarahkan penggunaannya agar memberikan manfaat pendidikan.
Pada akhirnya, teknologi pendidikan seharusnya membuat guru semakin efektif, bukan semakin tidak diperlukan. Peran guru akan mengalami perubahan dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator, pembimbing, motivator, dan pembentuk karakter. Teknologi dapat mempercepat proses memperoleh informasi, tetapi guru tetap memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang mampu menggunakan informasi tersebut secara bijaksana.

Berita Lainnya
Bahas Ranperda APBD tahun 2025, Fraksi-fraksi DPRD Rohil Sampaikan Pandangan Umum
Meneliti Sejarah Perkembangan Islam di Afrika Selatan, Peneliti Negeri Rempah Foundation Berkunjung ke Cape Town
Jika Ini Ramadhan Terakhirmu
Antusias Pemerintah Daerah Kabupaten Kepada IKPM Gontor Cabang Indragiri Hilir, Adakan Konsolidasi dan Komitmen Kepada Seluruh Warganya
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
Gaspol! Kontingen Renang Pengcab Akuatik Inhil Ikuti Kejuaraan PJ Gubernur Sumbar
HMI : Entitas Politik dan Entitas Peradaban
Pakar SIG, Putra Desa Kayu Raja, Dr. Amron Kritisi Peta RTRW Desanya: Konsep Penataan Ruang Tidak Jelas
Program Pengembangan SDM PKS dan Pelatihan Kepemimpinan oleh, BPDP, Ditjenbun dan PT. Daya Guna Lestari Angkatan ke 4 - 6 , Sukses dilaksanakan!
Tok! APBD 2025 Sebesar 2,6 Triliun di Sahkan DPRD Rohil
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Pembelajaran di Sekolah
Begini! Jawaban Pemkab Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Rohil Terkait 4 Ranperda Usulan Pemerintah