• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • News Update
  • Inhil

ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi

Redaksi Exc.

Jumat, 28 Agustus 2026 09:24:26 WIB
Cetak

Marwahrakyat.com, TEMBILAHAN — Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Fandi Ahmad, menyoroti kondisi kualitas udara Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada periode 25–27 Agustus 2026 di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH pada Stasiun Kabupaten Indragiri Hilir, pada 25 Agustus 2026 kualitas udara tercatat berada pada kategori Tidak Sehat, dengan PM?.? sebagai parameter kritis. Setelah itu, kondisi kualitas udara menunjukkan perbaikan pada 26–27 Agustus dan berada pada kategori Sedang.

Bagi Fandi Ahmad, perubahan kualitas udara tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla dan asap di Inhil harus dihadapi secara serius dan berkelanjutan.

“Kita tentu bersyukur kualitas udara kembali membaik. Tetapi jangan sampai membaiknya angka ISPU membuat kita merasa persoalan sudah selesai. Justru ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan.”

Menurut Fandi, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman ketika api sudah muncul. Pemerintah perlu memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk mesin pemadam, pompa, selang, sumber air, personel, komunikasi, serta akses menuju lokasi rawan kebakaran.

“Pemadaman itu penting, tetapi kita juga harus memastikan apakah mesin dan peralatan yang tersedia benar-benar cukup untuk menghadapi kondisi di lapangan. Jangan sampai petugas sudah bergerak, tetapi terkendala peralatan atau akses menuju titik kebakaran.”

Fandi menilai kondisi geografis Kabupaten Indragiri Hilir harus menjadi pertimbangan dalam penanganan karhutla. Wilayah yang sulit dijangkau membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang berbeda dibandingkan wilayah yang mudah diakses.

“Indragiri Hilir memiliki karakter wilayah yang tidak sederhana. Karena itu, kesiapan penanganan karhutla harus menyesuaikan kondisi daerah. Peralatan dan sumber daya harus dipersiapkan sedekat mungkin dengan wilayah yang rawan.”

Namun, Fandi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman.

Perlindungan masyarakat harus menjadi bagian utama dari penanganan.

Menurutnya, ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat mengenai kondisi udara dan perkembangan karhutla.

“Masyarakat berhak tahu udara yang mereka hirup sedang dalam kondisi seperti apa. Mereka perlu mendapatkan informasi mengenai perkembangan ISPU, kondisi asap, serta langkah yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga.”

Fandi menilai informasi tersebut harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Menurutnya, tidak semua masyarakat memahami angka ISPU dan dampak PM?.?. Karena itu, pemerintah perlu menjelaskan apa arti kategori kualitas udara, kapan masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, bagaimana melindungi kelompok rentan, serta ke mana masyarakat harus melapor apabila menemukan kebakaran.

“Jangan hanya menyampaikan angka. Sampaikan juga apa arti angka itu bagi masyarakat. Kalau udara tidak sehat, masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan.”

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Inhil memiliki aktivitas yang membuat mereka tidak selalu dapat menghindari paparan asap.

Petani, nelayan, pedagang, pekerja lapangan, dan masyarakat lainnya tetap harus menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Tidak semua masyarakat bisa memilih untuk tinggal di rumah ketika udara memburuk. Ada yang harus bekerja, pergi ke kebun, berdagang, atau menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi harus disertai informasi dan dukungan yang nyata.”

Fandi juga mendorong agar pemerintah memperkuat sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar, kewaspadaan terhadap titik api, serta mekanisme pelaporan ketika masyarakat menemukan kebakaran.

Menurutnya, masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini apabila diberikan pengetahuan dan saluran pelaporan yang jelas.

“Masyarakat bukan hanya pihak yang terdampak. Mereka juga bisa menjadi bagian dari pencegahan. Tetapi ketika masyarakat melapor, laporan tersebut harus mendapatkan respons yang cepat.”

Fandi mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja menangani karhutla di Inhil, baik pemerintah, aparat, petugas lapangan, Masyarakat Peduli Api maupun masyarakat.

Namun, ia berharap kesiapsiagaan terus diperkuat meskipun kondisi udara mulai membaik.

“Ketika udara membaik, kita tentu bersyukur. Tetapi jangan menunggu ISPU kembali masuk kategori tidak sehat baru kita bergerak. Justru ketika kondisi masih terkendali, kita harus memperbaiki apa yang masih kurang.”

Menurut Fandi, keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari jumlah api yang berhasil dipadamkan.

Keberhasilan juga harus dilihat dari seberapa cepat kebakaran dapat dideteksi, seberapa cepat petugas merespons, seberapa siap peralatan yang tersedia, seberapa baik informasi disampaikan kepada masyarakat, dan seberapa kuat masyarakat mendapatkan perlindungan.

“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi lupa menghitung berapa banyak masyarakat yang terdampak asap dan seberapa cepat mereka mendapatkan informasi serta perlindungan.”

Sebagai Ketua DEMA STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Fandi menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menyuarakan kepentingan masyarakat dan mengawal persoalan lingkungan di Kabupaten Indragiri Hilir secara konstruktif dan berbasis data.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat Inhil menghadapi persoalan karhutla dan asap, pemerintah dan seluruh pihak terkait benar-benar hadir.”

Ia berharap membaiknya kualitas udara pada 26–27 Agustus dapat terus berlanjut.

Namun, menurutnya, perbaikan kualitas udara harus diikuti dengan langkah pencegahan yang lebih kuat.

“Kita tentu berharap udara Inhil terus membaik. Tetapi jangan sampai masyarakat kembali menghadapi kondisi yang sama. Pencegahan harus dilakukan sebelum api muncul, bukan setelah asap memenuhi permukiman.”

Fandi menutup dengan menegaskan bahwa persoalan karhutla bukan hanya persoalan api dan asap, tetapi persoalan keselamatan masyarakat.

“Di balik setiap angka ISPU, ada masyarakat yang menghirup udara tersebut. Ada anak-anak yang belajar, ada orang tua yang bekerja, ada petani yang pergi ke kebun, dan ada keluarga yang ingin hidup dengan aman.”

“Karena itu, memadamkan api adalah kewajiban. Tetapi memastikan masyarakat Indragiri Hilir terlindungi dari dampak asap juga merupakan tanggung jawab yang tidak boleh dilupakan.”

FANDI AHMAD

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA)


 Editor : Vee

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Shalat: Beban Perintah atau Kebutuhan Jiwa?

PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar

Pimcab BNI Tembilahan dan Ketua APPSI Inhil Jalin Komunikasi, Dorong Pembangunan Pasar dan Permodalan Pedagang

Perkuat Ekonomi dan Lestarikan Lingkungan, Pertagas Tanam 1500 Pohon Buah di Hutan Adat Suku Sakai*

Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor

KAHMI Inhil Gelar Jalan Sehat Milad Ke-59, Abdul Rasyd Tekankan Semangat Kekompakan!

Bupati Inhil Sikapi Maraknya Pengurusan Blue Carbon Tanpa Koordinasi

Di Balik Tembok Rutan Medan, Karakter dan Harapan Kembali Dibangun

STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Lantik Pengurus Bank Mini Syariah dan Gelar Kuliah Dosen Praktisi Perpajakan

Pimcab BNI Tembilahan dan Ketua APPSI Inhil Jalin Komunikasi, Dorong Pembangunan Pasar dan Permodalan Pedagang

Kunjungi Kebun Kelapa Pandan wangi, SMSI dan JMSI Inhil Dukung Agribisnis Lokal

Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Lepas Pawai Milad ke-86 Desa Kotabaru Inhil

Terkini +INDEKS

Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?

10 Oktober 2026
PW MOI Inhil Gelar Kelas Jurnalistik Gratis, 8 Sesi Kupas Tuntas Teori dan Praktik
09 Oktober 2026
Berikan Pelayanan Kepada Warga Pesisir Melalui Program Jalur, Polri Hadir Ditengah Masyarakat
07 Oktober 2026
Langkah Nyata Lindungi Pesisir Dumai, Pertagas Tanam 2000 Bibit Mangrove
06 Oktober 2026
Perkuat Ekonomi dan Lestarikan Lingkungan, Pertagas Tanam 1500 Pohon Buah di Hutan Adat Suku Sakai*
06 Oktober 2026
Segera Dibuka, Kelas Jurnalistik Gratis untuk Mahasiswa dan Umum di Tembilahan
04 Oktober 2026
Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru
02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 684 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 292 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1665 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 763 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 660 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved