• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • News Update

Opini Kolumnis

Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan

Redaksi Exc.

Rabu, 18 Maret 2026 11:48:51 WIB
Cetak
Hendro Lisa, MM.

Opini 
Oleh: Hendro Lisa, M.M (Jurnalis /Kolumnis)

Marwah -- Perdebatan tentang kemiskinan di Indonesia sering terjebak pada angka—berapa garis kemiskinan, berapa jumlah penerima bantuan, dan seberapa besar anggaran yang digelontorkan negara.

Namun, di tengah pendekatan yang cenderung administratif itu, pandangan Anggota DPR RI Dr.Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA menawarkan arah yang lebih mendasar: kemiskinan tidak cukup dipahami sebagai kekurangan pendapatan, melainkan sebagai keterbatasan akses, kapasitas, dan kesempatan.

Gagasan ini bukan sekadar semantik. Ia menyentuh inti persoalan: bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat struktural dan multidimensional. Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di kisaran satu digit dalam beberapa tahun terakhir. Namun angka tersebut kerap menyembunyikan realitas yang lebih kompleks: kerentanan ekonomi, pekerja informal tanpa jaminan, serta masyarakat desa yang terisolasi dari akses pasar dan teknologi.

Dalam kerangka ini, istilah “fakir miskin” tidak lagi cukup dipahami sebagai kategori pasif penerima bantuan. Ia harus dimaknai sebagai kelompok yang terhambat mobilitas ekonominya. Dengan kata lain, kemiskinan bukan hanya soal “tidak punya”, tetapi juga “tidak bisa menjadi”.
Di sinilah kritik terhadap pendekatan bantuan sosial (bansos) menjadi relevan. Selama ini, bansos berperan penting sebagai jaring pengaman sosial, terutama saat krisis seperti pandemi. Namun, jika dijadikan instrumen utama, bansos berisiko menciptakan ketergantungan jangka panjang. Data menunjukkan bahwa sebagian penerima bantuan tetap berada dalam kategori miskin dalam periode yang panjang, menandakan bahwa intervensi belum menyentuh akar masalah.

Solusi yang ditawarkan perlu bergeser dari sekadar distribusi menuju transformasi kapasitas ekonomi.

Pertama, pemberdayaan ekonomi berbasis produktivitas harus menjadi arus utama kebijakan. Bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk konsumsi semata, tetapi diarahkan menjadi modal usaha, alat produksi, dan akses pembiayaan mikro. Penguatan UMKM menjadi kunci, mengingat sektor ini menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. Namun penguatan tersebut tidak cukup dalam bentuk kredit; ia harus disertai pendampingan, pelatihan, dan integrasi ke rantai pasok.

Kedua, akses pasar dan infrastruktur ekonomi harus diperluas. Banyak pelaku usaha kecil terjebak dalam lingkaran produksi rendah karena tidak memiliki akses distribusi yang memadai. Jalan desa, konektivitas digital, dan logistik yang efisien bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan instrumen pengentasan kemiskinan. Tanpa akses ini, produktivitas tidak akan pernah bertransformasi menjadi kesejahteraan.

Ketiga, investasi pada keterampilan (skills) menjadi fondasi jangka panjang. Kemiskinan sering kali diwariskan bukan karena kemalasan, tetapi karena keterbatasan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Program pelatihan kerja, vokasi, dan pendidikan berbasis industri harus diperluas secara serius. Negara tidak cukup menyediakan lapangan kerja; ia harus memastikan tenaga kerja siap mengisinya.

Keempat, optimalisasi ekonomi syariah dan zakat produktif dapat menjadi instrumen pelengkap yang strategis. Indonesia memiliki potensi zakat yang besar, namun realisasinya masih jauh dari optimal. Jika dikelola secara produktif—misalnya untuk pembiayaan usaha mikro atau pemberdayaan komunitas—zakat dapat menjadi katalis transformasi ekonomi umat, bukan sekadar bantuan konsumtif.


Pendekatan ini menuntut perubahan paradigma: dari “negara memberi” menjadi “negara memberdayakan”.
Peran pemerintah bukan sekadar distributor bantuan, tetapi fasilitator ekosistem ekonomi yang inklusif.

Tentu, transformasi ini tidak tanpa tantangan. Koordinasi lintas sektor, akurasi data penerima, hingga resistensi terhadap perubahan kebijakan menjadi hambatan nyata. Namun, tanpa langkah berani untuk keluar dari pola lama, Indonesia berisiko terjebak dalam siklus kemiskinan yang stagnan—angka boleh turun, tetapi kualitas kesejahteraan tidak benar-benar meningkat.

Pada akhirnya, redefinisi fakir miskin sebagaimana di inisiasi dan didorong oleh Dr. Syahrul Aidi Maazat mengingatkan kita bahwa kemiskinan adalah persoalan martabat manusia. Ia bukan sekadar statistik, tetapi soal kemampuan seseorang untuk hidup layak, mandiri, dan berdaya.


Maka, ukuran keberhasilan kebijakan tidak lagi cukup dilihat dari berapa banyak bantuan yang tersalurkan, tetapi dari berapa banyak warga yang berhasil keluar dari ketergantungan menuju kemandirian. Di situlah makna sejati pengentasan kemiskinan.


 Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Tim Inhil Hebat Solid Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Herman–Yuliantini

Kunjungi Kebun Kelapa Pandan wangi, SMSI dan JMSI Inhil Dukung Agribisnis Lokal

APPSI Inhil Berkolaborasi Bersama Disdagtri Laksanakan Tera Dan Uji Tera Timbangan di Pasar Air Mancur

Kemenangan Gemilang! Tim Putri Tenis Meja PGRI Tembilahan Raih Juara 1 Setelah Tundukkan PGRI Tanah Merah di Final

Peran Public Relations dalam Membangun Citra dan Kepercayaan Publik di Era Media Digital

Bupati Inhil Serahkan Proposal Bantuan CSR Sambu Group untuk Pembangunan Infrastruktur Kateman

Kelompok Tani Blok OP Desak PT. SAGM Tuntaskan Ganti Rugi dan Produksi Sawit

DLHK Inhil Diminta Jangan Tunggu Aduan, 40 Dapur MBG Harus Diawasi Ketat

Melangkah Bersama dalam Kenangan: Milad ke-58 SMAN 1 Tembilahan Penuh Cinta

Bank Mini Syariah STAI Auliaurrasyidin Potong Dua Ekor Sapi Kurban

Samsuri Daris Suntikkan Semangat Juang Bocah U-10 SSB Bina Mandiri Tembilahan dalam Tanjak Internasional Cup

Dihadiri Sejumlah Menteri, Ketua PWI Inhil Ardiansyah Julor Ikuti Retret Bela Negara di Kemenhan

Terkini +INDEKS

Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo

05 Juli 2026
Dihadiri Pemain Bintang, Tiket Tribun Utama Terbatas, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf
05 Juli 2026
Desa Sei Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
04 Juli 2026
Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain
03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 320 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 237 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 651 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 558 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 556 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved