• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • News Update

Opini Kolumnis

Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan

Redaksi Exc.

Rabu, 18 Maret 2026 11:48:51 WIB
Cetak
Hendro Lisa, MM.

Opini 
Oleh: Hendro Lisa, M.M (Jurnalis /Kolumnis)

Marwah -- Perdebatan tentang kemiskinan di Indonesia sering terjebak pada angka—berapa garis kemiskinan, berapa jumlah penerima bantuan, dan seberapa besar anggaran yang digelontorkan negara.

Namun, di tengah pendekatan yang cenderung administratif itu, pandangan Anggota DPR RI Dr.Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA menawarkan arah yang lebih mendasar: kemiskinan tidak cukup dipahami sebagai kekurangan pendapatan, melainkan sebagai keterbatasan akses, kapasitas, dan kesempatan.

Gagasan ini bukan sekadar semantik. Ia menyentuh inti persoalan: bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat struktural dan multidimensional. Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di kisaran satu digit dalam beberapa tahun terakhir. Namun angka tersebut kerap menyembunyikan realitas yang lebih kompleks: kerentanan ekonomi, pekerja informal tanpa jaminan, serta masyarakat desa yang terisolasi dari akses pasar dan teknologi.

Dalam kerangka ini, istilah “fakir miskin” tidak lagi cukup dipahami sebagai kategori pasif penerima bantuan. Ia harus dimaknai sebagai kelompok yang terhambat mobilitas ekonominya. Dengan kata lain, kemiskinan bukan hanya soal “tidak punya”, tetapi juga “tidak bisa menjadi”.
Di sinilah kritik terhadap pendekatan bantuan sosial (bansos) menjadi relevan. Selama ini, bansos berperan penting sebagai jaring pengaman sosial, terutama saat krisis seperti pandemi. Namun, jika dijadikan instrumen utama, bansos berisiko menciptakan ketergantungan jangka panjang. Data menunjukkan bahwa sebagian penerima bantuan tetap berada dalam kategori miskin dalam periode yang panjang, menandakan bahwa intervensi belum menyentuh akar masalah.

Solusi yang ditawarkan perlu bergeser dari sekadar distribusi menuju transformasi kapasitas ekonomi.

Pertama, pemberdayaan ekonomi berbasis produktivitas harus menjadi arus utama kebijakan. Bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk konsumsi semata, tetapi diarahkan menjadi modal usaha, alat produksi, dan akses pembiayaan mikro. Penguatan UMKM menjadi kunci, mengingat sektor ini menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. Namun penguatan tersebut tidak cukup dalam bentuk kredit; ia harus disertai pendampingan, pelatihan, dan integrasi ke rantai pasok.

Kedua, akses pasar dan infrastruktur ekonomi harus diperluas. Banyak pelaku usaha kecil terjebak dalam lingkaran produksi rendah karena tidak memiliki akses distribusi yang memadai. Jalan desa, konektivitas digital, dan logistik yang efisien bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan instrumen pengentasan kemiskinan. Tanpa akses ini, produktivitas tidak akan pernah bertransformasi menjadi kesejahteraan.

Ketiga, investasi pada keterampilan (skills) menjadi fondasi jangka panjang. Kemiskinan sering kali diwariskan bukan karena kemalasan, tetapi karena keterbatasan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Program pelatihan kerja, vokasi, dan pendidikan berbasis industri harus diperluas secara serius. Negara tidak cukup menyediakan lapangan kerja; ia harus memastikan tenaga kerja siap mengisinya.

Keempat, optimalisasi ekonomi syariah dan zakat produktif dapat menjadi instrumen pelengkap yang strategis. Indonesia memiliki potensi zakat yang besar, namun realisasinya masih jauh dari optimal. Jika dikelola secara produktif—misalnya untuk pembiayaan usaha mikro atau pemberdayaan komunitas—zakat dapat menjadi katalis transformasi ekonomi umat, bukan sekadar bantuan konsumtif.


Pendekatan ini menuntut perubahan paradigma: dari “negara memberi” menjadi “negara memberdayakan”.
Peran pemerintah bukan sekadar distributor bantuan, tetapi fasilitator ekosistem ekonomi yang inklusif.

Tentu, transformasi ini tidak tanpa tantangan. Koordinasi lintas sektor, akurasi data penerima, hingga resistensi terhadap perubahan kebijakan menjadi hambatan nyata. Namun, tanpa langkah berani untuk keluar dari pola lama, Indonesia berisiko terjebak dalam siklus kemiskinan yang stagnan—angka boleh turun, tetapi kualitas kesejahteraan tidak benar-benar meningkat.

Pada akhirnya, redefinisi fakir miskin sebagaimana di inisiasi dan didorong oleh Dr. Syahrul Aidi Maazat mengingatkan kita bahwa kemiskinan adalah persoalan martabat manusia. Ia bukan sekadar statistik, tetapi soal kemampuan seseorang untuk hidup layak, mandiri, dan berdaya.


Maka, ukuran keberhasilan kebijakan tidak lagi cukup dilihat dari berapa banyak bantuan yang tersalurkan, tetapi dari berapa banyak warga yang berhasil keluar dari ketergantungan menuju kemandirian. Di situlah makna sejati pengentasan kemiskinan.


 Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Herman Tutup Turnamen Bupati Cup 2026! HN FC Raih Podium Juara

Dikenal Sosok Humoris, Hj Darnawati Minta Maaf dan Klarifikasi Isu Bayar Media: “Tidak Benar itu, Hanya Candaan"

Kemenangan Gemilang! Tim Putri Tenis Meja PGRI Tembilahan Raih Juara 1 Setelah Tundukkan PGRI Tanah Merah di Final

Tim Inhil Hebat Solid Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Herman–Yuliantini

APPSI Inhil Berkolaborasi Bersama Disdagtri Laksanakan Tera Dan Uji Tera Timbangan di Pasar Air Mancur

KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi

Bupati Cup Inhil 2026 Resmi Ditutup, Panitia: Terima kasih Masyarakat Inhil, Lancar dan Kondusif

Bupati Indragiri Hilir hadiri Rapat Paripurna ke-3 DPRD Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2026

Ketua APPSI Inhil Hadiri dan Apresiasi Kegiatan AMAN Riau yang Dukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Melangkah Bersama dalam Kenangan: Milad ke-58 SMAN 1 Tembilahan Penuh Cinta

Anggota DPR RI Dr. Sahrul Aidi Bersama Bupati Inhil Tinjau Pengerjaan Jalan Terusan Mas

Polres Inhil Hadir Layani Masyarakat, Sat Lantas Amankan Kepulangan Anak Sekolah di Tembilahan

Terkini +INDEKS

Segera Dibuka, Kelas Jurnalistik Gratis untuk Mahasiswa dan Umum di Tembilahan

04 Oktober 2026
Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru
02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 616 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 269 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1628 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 735 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 645 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved