• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • News Update
  • Pekanbaru

Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor

Redaksi Exc.

Ahad, 23 Agustus 2026 13:07:42 WIB
Cetak

Marwahrakyat.com, PEKANBARU — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr. Syahrul Aidi Maazat, meminta pemerintah segera melakukan intervensi terhadap harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mengalami penurunan tajam. Ia juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan ekspor kelapa karena kapasitas industri dalam negeri saat ini belum mampu menyerap seluruh produksi petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul Aidi pada Ahad (23/8/2026). Menurutnya, persoalan harga kelapa di Inhil harus segera ditangani karena menyangkut kehidupan masyarakat yang bergantung pada komoditas perkebunan tersebut.

Syahrul Aidi mengatakan, salah satu persoalan utama yang menyebabkan harga kelapa anjlok adalah ketidakseimbangan antara produksi dengan kemampuan penyerapan industri dalam negeri.

Inhil memiliki produksi kelapa yang sangat besar, mencapai sekitar 6,95 juta butir per hari. Namun, kemampuan industri dalam negeri disebut baru mampu menampung sekitar 2 juta butir per hari.

Artinya, terdapat jutaan butir kelapa yang belum terserap secara optimal. Ketika produksi tinggi sementara kapasitas industri terbatas, kelapa akhirnya menumpuk di tingkat masyarakat dan membuat posisi petani semakin lemah dalam menentukan harga jual.

Menurut Syahrul Aidi, pemerintah memang perlu mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Namun, kebijakan hilirisasi harus berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan dalam negeri.

"Kalau produksi 6,95 juta itu bisa terserap dengan sempurna, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, tentu harga akan lebih baik dan petani akan mendapatkan keuntungan. Jangan sampai karena kebijakan hilirisasi sementara industri dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi, kelapa justru menumpuk di masyarakat," tegas Syahrul Aidi.

Karena itu, ia meminta pemerintah meninjau kembali berbagai kebijakan yang menghambat ekspor kelapa. Menurutnya, ekspor masih menjadi salah satu solusi penting untuk menyerap produksi petani selama kapasitas industri pengolahan dalam negeri belum mampu menampung seluruh hasil produksi.

Syahrul Aidi menilai tidak tepat jika akses ekspor diperketat sementara industri domestik belum memiliki kemampuan untuk menyerap produksi kelapa secara maksimal.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara agenda hilirisasi dan kebutuhan pasar petani. Hilirisasi tetap harus dilanjutkan, tetapi jangan sampai dalam prosesnya justru menyebabkan hasil panen petani tidak terserap.

"Jangan sampai kebijakan yang tujuannya baik untuk hilirisasi justru membuat petani menjadi korban karena hasil produksinya tidak terserap. Hilirisasi harus berjalan, tetapi pasar ekspor juga harus tetap menjadi bagian dari solusi selama kapasitas industri dalam negeri belum mencukupi," ujar Syahrul Aidi.

Ia menyebut apabila produksi kelapa dapat terserap secara optimal, baik oleh pasar dalam negeri maupun pasar ekspor, harga di tingkat petani berpotensi kembali meningkat. Bahkan, dengan kondisi penyerapan yang sempurna, harga kelapa dapat mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut tentu akan jauh lebih menguntungkan petani dibandingkan harga saat ini yang mengalami tekanan akibat terbatasnya penyerapan.

Syahrul Aidi juga mendorong pemerintah mempercepat pembangunan industri hilirisasi kelapa di Inhil. Tambahan kapasitas pengolahan dinilai sangat dibutuhkan mengingat produksi kelapa Inhil yang mencapai jutaan butir setiap hari.

Namun, sambil menunggu pembangunan dan peningkatan kapasitas industri tersebut, pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk menjaga harga dan memastikan hasil panen petani tetap memiliki pasar.

Ia menilai pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan pabrik sebagai solusi jangka panjang. Dalam kondisi saat ini, akses terhadap pasar ekspor tetap diperlukan untuk menampung produksi yang belum mampu diserap industri domestik.

"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana produksi petani terserap. Kalau industri dalam negeri baru mampu menyerap sekitar 2 juta dari 6,95 juta produksi, maka sisanya harus memiliki akses pasar. Jangan sampai kelapa menumpuk dan akhirnya harga jatuh," kata Syahrul Aidi.

Syahrul Aidi berharap pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan perdagangan kelapa sekaligus mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di tingkat petani.

Menurutnya, potensi kelapa Inhil sangat besar dan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi Riau maupun nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara hilirisasi, kapasitas industri dalam negeri, akses ekspor dan perlindungan harga petani.

Dengan penyerapan yang lebih optimal, baik melalui industri domestik maupun pasar ekspor, Syahrul Aidi meyakini petani kelapa Inhil dapat memperoleh harga yang lebih baik sekaligus mendapatkan manfaat lebih besar dari potensi komoditas kelapa yang dimiliki daerah tersebut.


 Editor : Vee

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Klarifikasi Kepala SMPN 3 Tembilahan Hulu Terkait Pemberitaan Dugaan Pungutan Kantin

Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan

Super Badik akan Meriahkan Bupati Cup Inhil 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan Panen Jagung Bersama Warga Seteba

APPSI Inhil Berkolaborasi Bersama Disdagtri Laksanakan Tera Dan Uji Tera Timbangan di Pasar Air Mancur

Gaungkan Tema “Berbagi itu Kalcer”, Dompet Dhuafa Riau Gelar Padel Charity Match Road to Ramadan 1447 Hijriah

Inovasi PEJABAT ELITE: Terobosan Literasi dari Inhil untuk Masyarakat yang Lebih Cerdas dan Berdaya

Penggiat Literasi Inhil Gelar Kegiatan dengan Tema Cek Fakta Melek Media   

Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan

KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas

PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia

Polri Hadir untuk Ketahanan Pangan, Polsek Tanah Merah Beri Motivasi Kelompok Peternak di Sungai Nyiur

Terkini +INDEKS

Berikan Pelayanan Kepada Warga Pesisir Melalui Program Jalur, Polri Hadir Ditengah Masyarakat

07 Oktober 2026
Langkah Nyata Lindungi Pesisir Dumai, Pertagas Tanam 2000 Bibit Mangrove
06 Oktober 2026
Perkuat Ekonomi dan Lestarikan Lingkungan, Pertagas Tanam 1500 Pohon Buah di Hutan Adat Suku Sakai*
06 Oktober 2026
Segera Dibuka, Kelas Jurnalistik Gratis untuk Mahasiswa dan Umum di Tembilahan
04 Oktober 2026
Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru
02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 673 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 279 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1643 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 750 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 653 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved