• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh

Artikel Yayat R Cipasang

Hilirisasi Nikel, Selebritas dan Jokowi

Redaksi Exc.

Ahad, 13 Agustus 2023 07:12:24 WIB
Cetak
Jokowi

Oleh:  Yayat R Cipasang

Jakarta, Marwahrakyat.com -- ADA pemandangan yang menarik sekaligus lucu saat Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada pers terkait isu hilirisasi nikel. Presiden tidak didampingi para penasihat ekonomi atau ajudannya melainkan di belakangnya berjejer para pesohor alias selebritas dari mulai model, penyanyi hingga komedian.

Presiden memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya tidak hanya soal transportasi publik LRT yang rencananya akan resmi beroperasi 18 Agustus 2023, melainkan terkait isu miring soal nikel Indonesia yang justru menguntungkan China.

Dalam sebuah diskusi yang digelar Indef dan juga keterangan sebelumnya, ekonom Faisal Basri menyebut 90 persen produksi nikel Indonesia diekspor ke China. Justru kebijakan ini malah menempatkan Indonesia sebagai pendukung industrialisasi di China.

Saya tidak tega menyebut kebijakan yang diambil Pemerintah tersebut. Faisal Basri menyebut kebijakan itu dengan istilah yang sangat sarkastis.

Dalam hitung-hitungan Faisal Basri juga disebutkan keuntungan ekspor yang disebut Pemerintah sangat besar juga tidak berarti dinikmati masyarakat Indonesia apalagi oleh masyarakat di sekitar tambang. Justru yang menikmati adalah oligargi pertambangan yang hanya beberapa orang dan duitnya juga banyak diparkir di luar negeri.

Pernyataan ini tentu saja membuat gerah Pemerintah. Serangan kepada Faisal Basri pun sangat masif di media sosial. Tapi sayangnya perdebatannya tidak substantif lebih banyak menghina dan emosional. Sampai Presiden Jokowi di sela-sela uji coba LRT bersama sejumlah selebritas juga harus menerangkan soal hilirisasi nikel, Kamis 10 Agustus 2023.

Mungkin isu yang tidak menarik bagi para selebritas yang berjejer di belakang Presiden Jokowi. Mereka hanya terlihat menyimak dan sedikit mengangguk-angguk dan dipastikan mereka tak satu pun mengerti tentang isu hilirisasi nikel.

Ari Laso, Desta, Ayu Dewi dan Yuni Shara, apakah mereka mengerti apa yang ditanyakan wartawan dan dijelaskan Jokowi. Saya kira tidak kendati mereka seolah khusuk dan mengangguk.

Gigafactory

Saya bukan ekonom jadi tak memiliki keahlian untuk mendedahkan statistik nikel. Tapi saya mencoba menganalisis kenapa Tesla milik Elon Musk tidak juga tertarik untuk membuka pabrik dan ekosistemnya (Gigafactory) di Indonesia.

Selain di Amerika, Tesla membuka pabrik di China, Prancis dan terbaru di Meksiko. Secara logika sangat mudah dicerna karena kalau 90 persen nikel Indonesia masuk ke China untuk apa membuka pabrik di Indonesia. Kendati Indonesia berjanji memberikan sejumlah insentif termasuk juga memberikan akses kepada Tesla untuk menambang sendiri.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sampai datang ke kantor pusat Tesla. Kemudian Presiden Jokowi juga secara khusus mendatangi Elon Musk di kantor SpaceX.

Analisis yang dijelaskan pakar manajemen dan marketing Rhenald Kasali dalam salah satu siniar yang sangat teoritis seperti soal keberlanjutan, birokrasi yang buruk, budaya korupsi dan indikator yang rumit dalam istilah investasi, tidaklah salah. Tetapi saya punya dugaan sendiri, Tesla tidak membangun pabrik di Indonesia dan lebih baik memperbesar kapasitas pabriknya di China karena 90 persen nikel Indonesia masuk ke China. Ini murni soal kesangkilan dan kemangkusan.

Artinya, Tesla tidak harus mengeluarkan investasi banyak justru bahan baku datang sendiri. Ini namanya durian montong runtuh.


 Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Said Abdul Azis: Ba'da Workshop Jurnalis, Penyuluh Makin Lihai Buat Artikel

NASA siapkan misi terbaru bak film Armageddon

Hadiri HUT ANIES Ke-2 Anies Baswedan : Saatnya Kerja Keras, Keras Tuntas, It's Now or Never

DR. Muhammad Nurul Huda,SH.,MH: Riau Harus Berbenah Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan

Babinsa Kodim 0313/KPR Sosialisasi Pentingnya Membangun Mental Dan Moral Generasi Muda

Praka Azhar Dan Praka Ridwan: Sosok Prajurit TNI Yang Humanis Pada TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR

Pererat Sinergitas, Babinsa Komsos Bersama Perangkat Desa Dukung TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR

Hadiri HUT ANIES Ke-2 Anies Baswedan : Saatnya Kerja Keras, Keras Tuntas, It's Now or Never

Masyarakat Solo lebih suka liburan ke manca negara

Mengizinkan Penggunaan Mobnas Berlebaran, Hanya di Wilayah Propinsi Riau

Penggiat Literasi Rokan Hulu Diskusi Literasi tentang Menulis Berita

Digitalisasi Pengajaran Sejarah Menguatkan Karakter Bangsa

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 624 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved