• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh

Artikel Yayat Cipasang

Pemilu Turki: Kemenangan Petahana, Kekalahan Lembaga Survei

Redaksi Exc.

Rabu, 31 Mei 2023 16:06:58 WIB
Cetak
Yayat Cipasang

JUDUL di atas adalah bentuk dari sinisme yang akut. Ternyata, tidak hanya di Indonesia lembaga survei memiliki penyakit akut melainkan juga menjangkiti pemilu Turki.

Dalam istilah aktivis Adhie Massardi, lembaga survei telah bersalin rupa menjadi benalu demokrasi. Ada benarnya juga. Lembaga survei di Indonesia bukan malah mempromosikan banyak capres justru malah menggiring agar capres dibatasi dua kandidat atau secara sistematis menihilkan atau mendegradasi calon lain atas dalih metodologi. Aneh!

Sebelum pemilu putaran pertama hampir semua lembaga survei di Turki dari mulai yang gurem hingga yang “kredibel” mengunggulkan kemenangan lawan politik alias oposisi utama, Kemal Kilicdaroglu dari Partai Rakyat Republik (CHP).

TERKAIT
  • RAPP Hibahkan Gedung Baru SPKT Polres Pelalawan Kepada Kapolda Riau
  • Buka Puasa Bersama UNRI dan PT RAPP, Bangun Sinergitas Pentahelix yang Kuat
  • Novrizon: Sebelum Ujian, Peserta akan Jalani Orientasi

 

Namun kenyataannya dalam pemilu putaran pertama 14 Mei 2023 Recep Tayyip Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) meraih suara 49,5 persen dan lawannya dari oposisi 44,9 persen.

 

Kekeliruan fatal lembaga survei di Turki ditabalkan dengan hasil pemilu putaran kedua pada 28 Mei 2023 yang hasil sementara memenangkan Erdogan dengan memimpin suara 52,14 persen mengalahkan penantangnya Kemal Kilicdaroglu dengan suara 47,86 persen.

Seperti diperkirakan sejumlah analis dan ini juga yang menjadi bahan kampanye negatif lembaga survei, inflasi yang sempat mencapai 85 persen pada Oktober 2023 serta gempa bumi yang menewaskan sedikitnya 50.000 orang bakal menggerus suara Erdogan.

Namun seperti dikutip dari AlJazeera.com, justru suara Erdogan tidak tergoyahkan di wilayah gempa. Anomali inilah yang mengejutkan semua pihak termasuk analis di media Barat seperti The New York Times.

Lembaga Survei Dibayar?

Berbeda dengan di Indonesia, lembaga survei di Turki dari sisi pendanaan memang mengumumkan sumber donaturnya. Mereka fair dan terbuka. Dari sini bisa dilihat kecenderungan dalam mempengaruhi pemilihnya. Kebalikannya dengan di Indonesia, yang tidak pernah terbuka sumber dana untuk surveinya. Padahal untuk sekali survei saja membutuhkan dana miliaran rupiah.

Kecuali memang survei seperti yang pernah diduga oleh analis politik Rocky Gerung yang memperkirakan sejumlah lembaga survei melakukan kerja kongsi hanya mengutak-atik hasil akhirnya saja sehingga tidak sama persis. Cuma beda tipis persentase dan margin error.

Lembaga Survei Bukan Patokan

Kasus pemilu di Turki dan kekalahan telak lembaga survei harus menjadi pelecut dan memotivasi relawan Anies Rasyid Baswedan untuk bekerja keras dan tidak minder.

Jangan terlalu percaya statistik, data dan juga hasil survei. Karena data dan angka statistik itu hasil rekayasa. Bisa dikurangi dan bisa juga digenapkan. Tergantung kepentingannya.

Anies punya pengalaman berharga dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Semua lembaga survei mendegradasi Anies-Sandi selalu di urutan buncit. Di putaran pertam berada di posisi juru kunci. Kemudian di putaran kedua juga tak diunggulkan. Namun, hasilnya mengejutkan. Anies-Sandi memenangi Pilkada DKI dan beberapa lembaga survei diganjar rapor merah oleh Universitas Indonesia (UI).

Kini, lembaga survei yang mendapat rapor merah kembali menempatkan Anies sebagai capres dengan suara paling rendah untuk Pemilu 2024.

Kalau di kemudian hari mereka kembali keliru. Entah apa yang akan dilakukan publik kepada lembaga survei tersebut.

Apakah cukup hanya menudingnya benalu demokrasi?


Sumber : Telah Terbit di Barisan.co /

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

APDESI:Kekompakan Para Kades Se-Inhil Beri Empati Sambung Rasa Untuk Almarhum Wayan Diana Kades Sekara

Hilirisasi Nikel, Selebritas dan Jokowi

Fitrah Manusia dan Etos Kerja Menuju Sukses

Buya Muhammad Gazali Menolak Tegas Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20

DLH Pelalawan Terkesan Pandang Enteng Surat FORMASI RIAU

Inspirator Gamal Albinsaid Launching Forum Politisi Muda PKS Riau

Ahmad Effendi: Musrenbangdes dan Harapan Masyarakat Desa Sungai Intan 2022

PJJ di Mata Guru PAUD

Dr. Sahruddin: Senang Bisa Terlibat Bersama Hari ini

Perihatin Terhadap Dampak Linkungan, Pelalawan Pos Gelar Seminar AMDAL dengan Aktivis

In Memoriam: Faisal Basri dan Nyanyian Suara Kritis

Integrasi Sains dan Islam dalam Pembelajaran

Terkini +INDEKS

Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

18 Mei 2026
Kwarcab Inhil Matangkan Persiapan Seleksi Jamnas XII 2026
15 Mei 2026
Kejar Kemandirian Fiskal, Ahmad Tarmizi Instruksikan Anggota DPRD Fraksi PKS se-Riau Bantu Pemda Gali Potensi PAD
15 Mei 2026
Sambangi Pengadilan Negeri Tembilahan, KNPI Inhil: Kita Perkuat Literasi Hukum Pemuda Dan Masyarakat
11 Mei 2026
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
11 Mei 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
11 Mei 2026
Hadiri Kegiatan Penunjukan Duta Anti Narkoba dan Revitalisasi Kampung Tangguh, Mahmudin: Ini Bukti Kongkret Polres Inhil Dalam Memberantas Peredaran Narkotika
09 Mei 2026
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
08 Mei 2026
Penjaskesrek Unisi MoU dengan SSB Bina Mandiri, Kembangkan Sepakbola Berbasis Akademis
08 Mei 2026
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
07 Mei 2026

Terpopuler +INDEKS


Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

Dibaca : 368 Kali
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
Dibaca : 680 Kali
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
Dibaca : 349 Kali
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
Dibaca : 502 Kali
UMKM Binaan KDMP Karya Tunas Jaya Mengikuti Pelatihan PKP Dinkes Inhil
Dibaca : 364 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved