• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Tokoh

Artikel Yayat Cipasang

Pemilu Turki: Kemenangan Petahana, Kekalahan Lembaga Survei

Redaksi Exc.

Rabu, 31 Mei 2023 16:06:58 WIB
Cetak
Yayat Cipasang

JUDUL di atas adalah bentuk dari sinisme yang akut. Ternyata, tidak hanya di Indonesia lembaga survei memiliki penyakit akut melainkan juga menjangkiti pemilu Turki.

Dalam istilah aktivis Adhie Massardi, lembaga survei telah bersalin rupa menjadi benalu demokrasi. Ada benarnya juga. Lembaga survei di Indonesia bukan malah mempromosikan banyak capres justru malah menggiring agar capres dibatasi dua kandidat atau secara sistematis menihilkan atau mendegradasi calon lain atas dalih metodologi. Aneh!

Sebelum pemilu putaran pertama hampir semua lembaga survei di Turki dari mulai yang gurem hingga yang “kredibel” mengunggulkan kemenangan lawan politik alias oposisi utama, Kemal Kilicdaroglu dari Partai Rakyat Republik (CHP).

TERKAIT
  • RAPP Hibahkan Gedung Baru SPKT Polres Pelalawan Kepada Kapolda Riau
  • Buka Puasa Bersama UNRI dan PT RAPP, Bangun Sinergitas Pentahelix yang Kuat
  • Novrizon: Sebelum Ujian, Peserta akan Jalani Orientasi

 

Namun kenyataannya dalam pemilu putaran pertama 14 Mei 2023 Recep Tayyip Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) meraih suara 49,5 persen dan lawannya dari oposisi 44,9 persen.

 

Kekeliruan fatal lembaga survei di Turki ditabalkan dengan hasil pemilu putaran kedua pada 28 Mei 2023 yang hasil sementara memenangkan Erdogan dengan memimpin suara 52,14 persen mengalahkan penantangnya Kemal Kilicdaroglu dengan suara 47,86 persen.

Seperti diperkirakan sejumlah analis dan ini juga yang menjadi bahan kampanye negatif lembaga survei, inflasi yang sempat mencapai 85 persen pada Oktober 2023 serta gempa bumi yang menewaskan sedikitnya 50.000 orang bakal menggerus suara Erdogan.

Namun seperti dikutip dari AlJazeera.com, justru suara Erdogan tidak tergoyahkan di wilayah gempa. Anomali inilah yang mengejutkan semua pihak termasuk analis di media Barat seperti The New York Times.

Lembaga Survei Dibayar?

Berbeda dengan di Indonesia, lembaga survei di Turki dari sisi pendanaan memang mengumumkan sumber donaturnya. Mereka fair dan terbuka. Dari sini bisa dilihat kecenderungan dalam mempengaruhi pemilihnya. Kebalikannya dengan di Indonesia, yang tidak pernah terbuka sumber dana untuk surveinya. Padahal untuk sekali survei saja membutuhkan dana miliaran rupiah.

Kecuali memang survei seperti yang pernah diduga oleh analis politik Rocky Gerung yang memperkirakan sejumlah lembaga survei melakukan kerja kongsi hanya mengutak-atik hasil akhirnya saja sehingga tidak sama persis. Cuma beda tipis persentase dan margin error.

Lembaga Survei Bukan Patokan

Kasus pemilu di Turki dan kekalahan telak lembaga survei harus menjadi pelecut dan memotivasi relawan Anies Rasyid Baswedan untuk bekerja keras dan tidak minder.

Jangan terlalu percaya statistik, data dan juga hasil survei. Karena data dan angka statistik itu hasil rekayasa. Bisa dikurangi dan bisa juga digenapkan. Tergantung kepentingannya.

Anies punya pengalaman berharga dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Semua lembaga survei mendegradasi Anies-Sandi selalu di urutan buncit. Di putaran pertam berada di posisi juru kunci. Kemudian di putaran kedua juga tak diunggulkan. Namun, hasilnya mengejutkan. Anies-Sandi memenangi Pilkada DKI dan beberapa lembaga survei diganjar rapor merah oleh Universitas Indonesia (UI).

Kini, lembaga survei yang mendapat rapor merah kembali menempatkan Anies sebagai capres dengan suara paling rendah untuk Pemilu 2024.

Kalau di kemudian hari mereka kembali keliru. Entah apa yang akan dilakukan publik kepada lembaga survei tersebut.

Apakah cukup hanya menudingnya benalu demokrasi?


Sumber : Telah Terbit di Barisan.co /

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Edy Indra Kesuma: PWI adalah Mitra Strategis Kadin Inhil

Said Abdul Azis: Ba'da Workshop Jurnalis, Penyuluh Makin Lihai Buat Artikel

Hilirisasi Nikel, Selebritas dan Jokowi

Habib Aboe: Politisi PKS: Jangan Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye

Wartawan Riau Mulai Mendaftar Jadi Anggota PWI, Pendaftaran Gratis hingga 12 April

Pentingnya Gaya Hidup Terhadap Kesehatan Jantung

Tim Pansel Direktur BUMD Tuah Sekata Pelalawan Belum Juga Terbentuk, Ada Apa!

Pererat Sinergitas, Babinsa Komsos Bersama Perangkat Desa Dukung TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR

Yusril: Pemerintah Perlu Mempercepat Vaksinasi ketiga Bagi Nakes

Simak Sambutan Penuh Hikmah Ahmad Syaikhu dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat Nasional

Kegiatan Babinsa Koramil 09/Lgm Jalin Komsos Bersama Mahasiswa KKN Unri

Pudarnya Republikanisme pada Preferensi Demokrasi Indonesia

Terkini +INDEKS

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru

02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 604 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 263 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1617 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 729 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 635 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved