Herman Yuliantini
Nyimak Alasan Haji Herman Maju Pilkada Inhil
TEMBILAHAN, Sosok Haji Herman sudah di kenal oleh masyarakat sejak ia menjadi ASN di kabupaten Indragriri Hilir. Namun Haji Herman baru di kenal secara luas oleh masyarakat ketika ia menjabat sebagai Bupati.
Saat itu berbagai langkah pun dilakukan Haji Herman guna membenahi berbagai persoalan di kabupaten berjuluk seribu parit tersebut.
Namun demikian hanya sekitar 8 bulan lebih menjabat, Haji Herman kemudian meyakinkan diri untuk ikut berkontestasi pada pilkada serentak di 27 November 2024 mendatang.
Alasan Haji Herman sederhana dengan begitu banyaknya persoalan yang harus di tuntaskan tidak mungkin bisa di selsaikan jika hanya menjabat sebagai penjabat bupati saja.
Haji Herman menjelaskan bahwa banyak hal yang harus dia korbankan ketika memutuskan untuk maju di pilkada serentak tersebut.
"Pertama saya harus mundur sebagai Pj Bupati, saya juga harus melepaskan jabatakan Kepala Dinas ESDM Provinsi, dan saya juga harus melepaskan jabatan ASN sebagai syarat maju di pilkada ini," jelasnya Minggu, 22/09/2024.
Namun demikian Haji Herman berharap jika dipercaya oleh masyarakat, putra asli kelahiran Tembilahan tersebut akan membangun negeri seribu parit ini menjadi lebih baik. ***

Berita Lainnya
Tim Pansel Direktur BUMD Tuah Sekata Pelalawan Belum Juga Terbentuk, Ada Apa!
Integrasi Sains dan Islam dalam Pembelajaran
Inspirator Gamal Albinsaid Launching Forum Politisi Muda PKS Riau
Kebersamaan Masyarakat Dalam Kegiatan Goro Di Desa Tambak Langgam
Hasrat Menjadi Pemimpin
Door to Door, Dani M Nursalam Bagikan Menu Berbuka Puasa Untuk Masyarakat yang Kurang Mampu
Marlis Syarif : Keteladanan dari Kades Sungai Raya Produksi Masker Sendiri
Pererat Sinergitas, Babinsa Komsos Bersama Perangkat Desa Dukung TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR
Ketua KNPI Inhil Apresiasi Halal Bihalal GM Pujakesuma, Perkuat Sinergi Kepemudaan dan Kemasyarakatan
Hadiri HUT ANIES Ke-2 Anies Baswedan : Saatnya Kerja Keras, Keras Tuntas, It's Now or Never
Zulhafendi : Peringatan Hari Besar Islam Jadi Momentum Persatuan
In Memoriam: Faisal Basri dan Nyanyian Suara Kritis