• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Opini
  • Inhil

Dina Liana, M. Pd.

AI dalam Pendidikan: Ancaman bagi Guru atau Peluang untuk Berinovasi?

Redaksi Exc.

Ahad, 30 Juni 2024 08:16:43 WIB
Cetak

Marwahrakyat.com, INHIL - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Kehadiran berbagai aplikasi berbasis AI membuat proses mencari informasi, menyusun materi pembelajaran, membuat media pembelajaran, hingga melakukan evaluasi menjadi semakin mudah. Namun, di tengah perkembangan tersebut muncul pertanyaan penting: apakah AI akan menjadi ancaman bagi keberadaan guru, atau justru menjadi peluang bagi guru untuk berinovasi?Kekhawatiran terhadap AI dalam dunia pendidikan sebenarnya cukup beralasan. Siswa kini dapat memperoleh informasi dengan cepat tanpa harus selalu menunggu penjelasan guru. Mereka juga dapat menggunakan berbagai aplikasi AI untuk membantu memahami materi, membuat rangkuman, bahkan menyelesaikan tugas. Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi ini dapat membuat proses pembelajaran menjadi sekadar aktivitas mencari jawaban secara instan.

Namun, melihat AI hanya sebagai ancaman tentu bukan pilihan yang tepat. AI pada dasarnya hanyalah sebuah teknologi. Nilai manfaatnya sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya. Dalam konteks pendidikan, guru tetap memiliki peran yang tidak mudah digantikan oleh mesin, terutama dalam membangun karakter, memberikan keteladanan, memahami kondisi emosional siswa, membangun hubungan sosial, dan membimbing peserta didik agar mampu menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab.Justru di sinilah tantangan sekaligus peluang bagi guru. Guru tidak lagi cukup hanya berperan sebagai sumber utama informasi. Di era AI, guru perlu berkembang menjadi fasilitator, pembimbing, dan perancang pengalaman belajar yang bermakna. Guru dapat memanfaatkan AI untuk menyusun ide pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, menciptakan variasi soal, atau memberikan alternatif aktivitas belajar yang lebih kreatif.

Meski demikian, penggunaan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan batasan dan etika. Kemudahan teknologi jangan sampai membuat siswa kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, tanggung jawab, dan kejujuran akademik. Guru perlu mengajarkan bahwa AI bukan alat untuk menggantikan proses berpikir, melainkan alat yang dapat membantu manusia berpikir lebih efektif.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk membangun literasi digital dan literasi AI bagi guru maupun siswa. Mereka perlu memahami manfaat, keterbatasan, risiko, serta etika penggunaan teknologi tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi berkembang menjadi kemampuan menilai informasi, memverifikasi kebenaran, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.  Pada akhirnya, masa depan pendidikan bukanlah pertarungan antara guru dan AI. Masa depan pendidikan adalah kolaborasi antara manusia dan teknologi. Guru yang mampu memahami perkembangan AI justru memiliki kesempatan lebih besar untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

AI tidak seharusnya membuat guru takut kehilangan peran. Sebaliknya, AI harus menjadi momentum bagi guru untuk memperkuat perannya sebagai pendidik. Sebab, teknologi mungkin dapat membantu memberikan informasi, tetapi pendidikan membutuhkan manusia yang mampu memberikan keteladanan, membangun nilai, dan membimbing peserta didik menjadi manusia yang berilmu sekaligus berkarakter.


 Editor : Vee

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Buya Afdhal Yakin Ikadi Riau Akan Jauh Lebih Baik Dibawah Pimpinan KH Muhammad Mursyid

Antusias Pemerintah Daerah Kabupaten Kepada IKPM Gontor Cabang Indragiri Hilir, Adakan Konsolidasi dan Komitmen Kepada Seluruh Warganya

Lptq Kabupaten Indragiri Hilir, Adakan Pelatihan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an 2024.

APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?

Pj Bupati Inhil Hadiri Kongres Biasa ASKAB PSSI Inhil 2024

Pj Bupati Inhil: Apresiasi setinggi-tingginya Atas Sukses Gelaran Pelatihan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ Kabupaten Indragiri Hilir 2024.

Bahas Ranperda APBD tahun 2025, Fraksi-fraksi DPRD Rohil Sampaikan Pandangan Umum

Masjid Attaqwa Sukses Gelar Gebyar Ramadhan

Dari Papan Tulis ke Artificial Intelligence: Wajah Baru Pendidikan

Pj Bupati Inhil Hadiri Kongres Biasa ASKAB PSSI Inhil 2024

Teknologi Pendidikan: Memudahkan Belajar atau Mengurangi Peran Guru?

Strategi Politik RI-1: Membongkar Kalkulasi Politik di Balik Paket Prabowo-Gibran dan Antitesis Gerakan Perubahan

Terkini +INDEKS

Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan

01 September 2026
Puluhan Media Siap Dukung Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos., Maju sebagai Balon Ketua DPW IMO Indonesia Sumut: “Gas Terus, Harus Jadi!”
01 September 2026
Bikin Bangga! Putra Inhil Raih Medali Perak dalam Kompetisi Nasional NEIRA 3 Yogyakarta
01 September 2026
Profil Gus Kikin Ketua umum PBNU 2026-2031
01 September 2026
H. Harist Lubis, SE Dorong Dodi Rikardo Sembiring Maju di Bursa Ketua DPW IMO Indonesia Sumut
01 September 2026
Semarak Maulid Nabi di Desa Sesap, Festival Anak Islami Berlanjut hingga Tabligh Akbar
31 Agustus 2026
50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan
30 Agustus 2026
Jalur Hauling Diblokade, Industri dan PSN di Pomalaa Terancam Macet
28 Agustus 2026
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
28 Agustus 2026
Dukung Budaya Literasi Baca-Tulis Di Masyarakat RBM Sinar Kreasi Gelar Lokakarya Menulis Puisi Berbasis Kearifan Lokal
25 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 220 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1395 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 629 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 559 Kali
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
Dibaca : 491 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved