• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Pendidikan
  • Inhil

HGN; Guru melawan Pandemi

Semangat Gotong Royong Sukseskan Misi Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19

Redaksi Exc.

Rabu, 25 November 2020 00:01:14 WIB
Cetak
Gambar ; Ilustrasi

TEMBILAHAN, MARWAHRAKYAT.COM -- Dunia pendidikan mendapat tantangan hebat di masa pandemi covid-19. Banyaknya kendala dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan istilah dalam jaringan (daring) merupakan kenyataan pahit yang harus dirasakan dunia pendidikan saat ini. Terbatasnya akses internet, masih ada siswa yang tidak memiliki android, sulitnya beradaptasi dengan teknologi bagi sebagian guru, pembelajaran yang terkesan monoton serta sukar dalam memahami materi pembelajaran adalah beberapa dari sekian pokok permasalahan yang dialami selama proses pembelajaran secara daring dilaksanakan.

Terlepas masih adanya kendala yang dialami saat pembelajaran secara daring, tentunya misi untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas serta berdaya saing tinggi sebagai kebutuhan dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0 harus terus dilaksanakan. Berdasarkan data BPS tahun 2019, Angka Melek Huruf (AMH) di Indonesia hanya mengalami peningkatan sebesar 0,24 persen dari tahun 2018 yaitu 95,90 persen, yang berarti masih belum maksimalnya capaian proses pendidikan dari target Renstra Kemendikbud yang besarannya mencapai 96,1 persen pada tahun 2019 serta target dari RPJMN yang besarannya pada tahun 2019 minimal mencapai 97,5 persen. Tentunya ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang untuk tetap sigap dalam menghadapi perubahan.

Nothing endurse but change demikian yang disampaikan oleh seorang filsuf Yunani kuno Heraclius, yang bermakna tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Inilah saatnya kita harus bergotong-royong sekaligus optimis dalam menghadapi perubahan pada dunia pendidikan. Meskipun sebenarnya proses pembelajaran dengan sistem e-learning ini sudah lazim dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi misalnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Terbuka (UT) dan beberapa kampus swasta lainnya, akan tetapi kuantitasnya yang tidak begitu dominan dibandingkan sistem pembelajaran secara konvensional pada kampus umumnya menyebabkan hal ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa apalagi saat diterapkan pada tingkatan sekolah/madrasah.

TERKAIT
  • Tingkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Riau, RAPP Kembali Serahkan Beasiswa Pendidikan
  • Tingkatkan Kerjasama, 5 Universitas di Riau Tandatangani Nota Kesepahaman
  • Penggiat Literasi Rokan Hulu Diskusi Literasi tentang Menulis Berita

Proses penyampaian ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), pembinaan kemampuan vokasi serta penguatan nilai-nilai karakter kepada peserta didik adalah hal yang harus konsisten terus dilaksanakan. Karena hal ini merupakan investasi dalam jangka panjang agar apa yang menjadi cita-cita bangsa dapat terwujud. Tidak mudah untuk menjalankan misi ini dimasa pandemi, akan tetapi juga bukan suatu hal yang mustahil untuk dapat sukses dilaksanakan. Selain pemerintah, peran penting guru, orang tua dan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan. Bahkan koordinasi dan kolaborasi menjadi suatu keharusan, minimal dilaksanakan melalui digital engagement atau keterikatan secara digital.

Berkaca dari pengalaman ke belekang terhadap pelaksanaan pembelajaran pada tingkatan sekolah/madrasah yang telah dilakukan selama masa pandemi, ada beberapa hal yang semestinya dapat kita laksanakan secara bersama-sama sebagai wujud optimisme sekaligus pembuktian atas tanggungjawab konstitusional dan moral dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pertama, peran pemerintah dalam hal ini kementerian terkait selaku pembuat kebijakan sangat menentukan terhadap jalannya proses pembelajaran di masa pandemi. Terkait beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan misalnya penyediaan anggaran pengadaan paket internet atau kuota bagi guru dan siswa adalah suatu hal yang perlu untuk diapreseasi. Karena untuk saat ini merupakan kebutuhan mendesak yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap jalannya proses pembelajaran secara daring. Tidak bisa dihindari kebutuhan akan penggunaan paket internet ini menjadi kendala yang hampir dirasakan oleh banyak peserta didik, terutama mereka yang latar belakang dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Tingginya penggunaan paket internet tersebut tentunya berimplikasi terhadap beban biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh orang tua/wali. Persoalan penting ini tentunya sangat perlu disikapi, dengan memantapkan koordinasi antara semua pihak yang memiliki tanggungjawab atas permasalahan yang dihadapi. Sejalan dengan hal tersebut, semua pihak perlu memberi dukungan kepada pemerintah untuk mendorong percepatan pengadaan akses internet di seluruh sekolah/madrasah baik diperkotaan maupun perdesaan. Jika persoalan ini benar-benar mendapat dukungan penuh maka pembelajaran jarak jauh bukanlah lagi menjadi kendala yang berarti, bahkan sangat berpotensi membawa arah pendidikan semakin maju sekaligus menyesuaikan terhadap tuntutan era digitalisasi pada saat sekarang ini.

Kedua, peran guru sebagai garda terdepan dalam mensukseskan misi pendidikan tentunya menjadi sesuatu yang vital. Selain harus mampu mensiasati kendala selama proses pembelajaran di lapangan, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi, yang faktanya masih banyak para guru harus belajar keras untuk bersahabat dengan teknologi terutama guru-guru yang tergolong sudah lama melaksanakan pengabdian atau berada di daerah-daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Sejalan dengan konsep merdeka belajar dan merdeka mengajar yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, apreseasi yang setinggi-tingginya tetap kita sampaikan karena masih banyak guru yang memiliki semangat tinggi dan tulus melaksanakan pembelajaran dengan secara luar jaringan (luring) misalnya dengan mengunjungi siswa-siswi di rumah masing-masing. Artinya, siapapun dan dimanapun yang sudah ikhlas mendedikasikan diri untuk menjadi seorang guru, maka semangat dan optimisme dalam menciptakan generasi yang berkualitas tidak boleh pudar, sekalipun COVID-19 menyebabkan adanya tantangan tersendiri bagi guru dalam mensukseskan misi pendidikan.

Para guru tentunya juga diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam melaksanakan pembelajaran selama COVID-19 ini, misalnya dengan aktif mengikuti seminar online atau Webinar yang dilaksanakan melalui channel Youtube, Zoom, Google Meet, dan lainnya yang banyak diinisiasi oleh lembaga/institusi pendidikan, maupun kelompok-kelompok pemerhati pendidikan. Melalui partisipasi ini dipandang penting sebagai wahana untuk terus belajar dalam mensiasati bagaimana proses pembelajaran daring dapat berlangsung secara efektif.

Ketiga, keberadaan orang tua/wali dalam mendampingi anak saat pembelajaran di rumah sangat penting. Selain mengawasi tingkat partisipasi anak dalam menerima haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas juga diharapkan kiranya untuk ikut serta dalam mendukung terbentuknya karakter positif pada anak dengan metode keteladanan dan pembiasaan selama di rumah. Ini tentunya sangat efektif dalam mendukung pembentukan nilai sikap (apektif) dan keterampilan (psikomotorik) pada anak. Orang tua tidak harus sepenuhnya menggantikan posisi sebagai guru, tetapi secara tidak langsung orang tua/wali ditunutut untuk senantiasa mau mendukung sebagaimana mestinya.

Terlepas banyaknya keluhan dan kendala orang tua/wali di lapangan saat mendampingi anak belajar di rumah, pilihan ini harus tetap dilaksanakan. Lakukan komunikasi secara intensif dengan guru, agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan benar-benar menghasilkan out put sesuai yang diharapkan. Selanjutnya dukung pembentukan nilai-nilai karakter pada anak selama di rumah dengan cara melakukan pembiasaan dan keteladanan akan hal-hal positif pada anak.

Keempat, peran masyarakat dan seluruh komponen bangsa juga sangat menentukan akan suksesnya pembelajaran secara daring pada masa pandemi. Ini merupakan semangat gotong royong yang sudah seharusnya menjadi bagian dari jiwa bangsa Indonesia. Semangat persaudaran yang didasarkan pada Bhinneka Tunggal Ika, sudah saatnya semakin diperkuat. Berbuat semaksimal mungkin untuk mendukung agar generasi bangsa dapat menerima haknya dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas. Sampaikan gagasan dan ide-ide cemerlang sebagai bentuk dukungan moril yang nantinya akan menjadi semangat untuk tetap optimisme di tengah pandemi. Jika memungkinkan berpartisipasi secara langsung dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk dapat mengakses ilmu pengetahuan sebagai tindak lanjut sekaligus sebagai penguatan tambahan atas pengalaman belajar yang telah didapat selama pembelajaran secara daring.

Semoga pandemi segera berakhir, dan melalui semangat gotong royong benar-benar mampu menjawab persoalan yang pada akhirnya akan menjadikan kualitas pendidikan semakin membaik sesuai yang diharapkan. 

Oleh - M.Yusuf S.Pd, Editor; Hendro   

 

 

Refrensi:

Silviliyana, Mega. Ika Maylasari. Rida Agustina, dkk. 2019. Potret Pendidikan Indonesia Statistik Pendidikan 2019. Jakarta: Badan Pusat Statistik            

Sutarsih, Tri. Atika Nashirah Hasyyati. 2018. Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (P2TIK) Sektor Pendidikan 2018. Jakarta: BPS RI                          


Sumber : M Yusuf /  Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Hari Pramuka ke-64, Bupati Herman Tekankan Peran Pramuka Bangun Ketahanan Bangsa

KPU minta pelantikan 5 anggota DPR jadi tersangka ditanya ke Jokowi

Kumpulkan 426 Suara, Muhammad Ridho dan Andriani Sah Nahkodai DEMA STAI Auliaurrasyidin

Mahasiswa KUKERTA Stai Auliaurrasyidin dan Pihak Sekolah Rambaian Sukses Laksanakan Kegiatan Upacara Peringatan Hari Pramuka yang Ke-61

Banjir Pasang, Kadisdik Inhil Intruksikan Sekolah Diliburkan

Peringatan Hardiknas, Kades Ahmad Ependi ; Mari Muliakan Para Guru

STAY AT HOME TK MELATI, WORK AND LEARN FROM HOME

26 Mahasiswa STMIK In Pekanbaru Ikut Yudisium dan Wisuda Angkatan ke III

Sandang Gelar Doktor, Iwan Siswanto Promovendus asal STAI Auliaurrasyidin

Kades Ahmad Effendi Monitoring Pelaksanaan PTM di Sungai Intan

Kemenag Selenggarakan Pelatihan Teknis untuk Madrasah Quran Hadits serta Aqidah Ahlaq

IGTKI Kota Balikpapan, Gelar BAKSOS

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 624 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved