KONi Inhil
Ketika Tiket, Sponsor, dan Transparansi Menjadi Pertandingan Sesungguhnya
(Oleh: H. Mhd. Ramadhani,
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Indragiri Hilir.)
Marwah - Peluit panjang Bupati Cup 2026 telah lama berbunyi. Rumput Stadion Sungai Beringin mungkin sudah kembali tenang.
Para pemain telah pulang ke klub masing-masing.
Trofi telah menemukan pemiliknya. Sorak-sorai penonton perlahan menghilang ditelan waktu.
Namun rupanya, pertandingan belum benar-benar usai.
Yang kini bergulir bukan lagi bola, melainkan pertanyaan. Bukan lagi umpan silang, melainkan silang pendapat. Dan yang paling banyak berlari bukan para pemain, melainkan opini di media sosial.
Ada yang berbicara tentang tiket. Ada yang mempertanyakan laporan keuangan. Ada sponsor yang menyampaikan keberatan. Ada yang membela, ada pula yang menyerang. Semua seolah menjadi komentator. Bedanya, pertandingan kali ini berlangsung tanpa wasit, tanpa VAR, dan kadang kadang... tanpa data.
Terus terang, sebagai Sekretaris Umum KONI Kabupaten Indragiri Hilir, saya tidak mengetahui secara langsung apakah terdapat Perjanjian Kerja Sama (PKS), kontrak, atau MoU antara PSSI Inhil dengan pihak sponsor, termasuk bagaimana mekanisme pengelolaan tiket maupun pertanggungjawaban keuangannya. Itu sepenuhnya merupakan ranah penyelenggara.
Tetapi sebagai insan olahraga, saya memahami satu prinsip yang sederhana namun mendasar: _Setiap kerja sama yang melibatkan sponsor dan pengelolaan dana semestinya dibangun di atas kontrak yang jelas, dilaksanakan secara profesional, dan dipertanggungjawabkan secara transparan._
Bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban administrasi, tetapi untuk menjaga kepercayaan semua pihak.
Sebab transparansi bukanlah ancaman. _Transparansi justru adalah investasi paling berharga bagi sebuah organisasi._
Dalam setiap pertandingan sepak bola, papan skor selalu dipasang agar semua orang tahu siapa yang unggul dan berapa gol yang tercipta. Bayangkan jika sejak menit pertama papan skor dimatikan. Penonton tentu akan bertanya-tanya, "Sebenarnya siapa yang sedang menang?" Bukan karena mereka curiga, tetapi karena mereka berhak mengetahui jalannya pertandingan. Begitu pula dalam penyelenggaraan sebuah event. Ketika informasi yang semestinya terang justru redup, ruang kosong itu akan segera diisi oleh dugaan.
Yang membuat gaduh sering kali bukan persoalannya, melainkan sunyinya penjelasan. _Dalam ruang yang kosong, imajinasi publik bekerja lebih cepat daripada klarifikasi. Satu lembar dokumen yang tidak dibuka bisa melahirkan seribu narasi di media sosial. Dan seribu narasi itu baru berhenti ketika satu fakta akhirnya berbicara._
Olahraga dibangun di atas nilai sportivitas. Maka pengelolaan organisasinya pun harus menjunjung tinggi sportivitas administrasi. Menang di lapangan adalah prestasi, tetapi menang dalam akuntabilitas adalah kehormatan.
Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Bukan pula untuk membela siapa pun. Saya hanya mengajak semua pihak agar persoalan ini diselesaikan dengan cara yang paling bermartabat: data menjawab data, dokumen menjawab pertanyaan, dan fakta mengakhiri polemik.
Karena sesungguhnya masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang luar biasa.
Mereka tidak meminta piala. Mereka tidak meminta medali. Mereka bahkan tidak meminta semua orang menjadi sempurna.
Mereka hanya meminta satu hal yang menjadi napas setiap organisasi yang sehat: keterbukaan.
Sebab dalam dunia olahraga, pertandingan memang berakhir ketika peluit panjang dibunyikan.
Tetapi dalam dunia organisasi, pertandingan sesungguhnya baru dimulai ketika publik bertanya: "Bolehkah kami tahu bagaimana amanah itu dikelola?"
Dan pada saat itulah, skor yang paling menentukan bukan lagi 1-0 atau 3-2, melainkan 0 atau 100, skor kepercayaan masyarakat.
Karena trofi hanya akan dikenang sebagai simbol kemenangan. Namun kejujuran dan transparansi akan dikenang sebagai warisan sebuah organisasi.
Wallahu A'lam.

Berita Lainnya
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Samsuri Daris Suntikkan Semangat Juang Bocah U-10 SSB Bina Mandiri Tembilahan dalam Tanjak Internasional Cup
Bupati Herman Hadiri Paripurna 2026, APBD Inhil Disahkan
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan ke Komunitas Becak di Bangkinang
Pemkab Inhil Terbitkan Perkada, Gaji ASN dan PPPK Segera Dibayarkan
Komisi II DPRD Inhil Yusuf Said Hadiri Pawai Ta’aruf dan Pembukaan Stand Bazar MTQ ke-41 Kecamatan Enok
DPRD Inhil Said Abdul Azis Dorong Pembentukan Perda LGBT untuk Perlindungan Generasi Muda
Super Badik akan Meriahkan Bupati Cup Inhil 2026
Bupati Inhil Serahkan Proposal Bantuan CSR Sambu Group untuk Pembangunan Infrastruktur Kateman
PKS Riau Launching Posko Mudik 2026: Sediakan Berbagai Layanan Gratis
Bupati Indragiri Hilir hadiri Rapat Paripurna ke-3 DPRD Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2026
Dihadiri Pemain Bintang, Tiket Tribun Utama Terbatas, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf