• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Fokus Riau

Tumbal

Redaksi

Senin, 27 Mei 2019 21:30:27 WIB
Cetak
Hang Kafrawi (gbr.net)

MarwahRakyat.com, PELALAWAN - Kata tumbal tentu tidak asing di telinga orang Indonesia, khususnya orang Melayu. Tumbal adalah persembahan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Tentu saja ‘perintah’ tumbal datang dari pemilik kuasa, sementara yang menjadi tumbal (korban) selalu orang yang tak berdaya. Tumbal pun menjadi keyakinan untuk kepentingan khalayak ramai. Seseorang yang ikhlas menjadi tumbal merupakan kesatria bagi pemilik kuasa, walaupun hak-haknya dibinasakan.

Dizaman kenan, tumbal-menumbal ini juga masih berlangsung untuk menutup atau menyelamatkan pemilik kuasa. Tak jarang, kesatria-kesatria muncul untuk menjadi tumbal dan tak jarang juga banyak yang dijadikan tumbal. Bagi yang ‘ikhlas’ menjadi tumbal tentu saja ada kesepakatan-kesepakatan yang diperbincangkan terlebih dahulu. Tumbal ‘penyelamat’ ini biasanya datang dari orang-orang terdekat atau saudara mara atau satu kelompok. Sementara tumbal yang ditumbalkan dengan cara ‘paksa’ selalu datang dari orang yang berlawanan arah dari pandangan penguasa atau mereka yang lugu membela penguasa.

Melihatfenomena zaman kenen yang berkaitan dengan tumbal-menumbal ini, pikiran Atah Roy melayang jauh. Atah Roy teringat kisah legenda Lancang Kuning yang dipentaskan kelompok sandiwara di kampungnya ketika Atah Roy kecil dahulu. Kisah legenda berasal dari Bukitbatu itu menyediakan ruang tafsir sampai zaman kini. Atah Roy menganggap bahwa tumbal untuk menurunkan perahu Lancang Kuning yang mengorbankan Siti Zubaidah adalah sebab peristiwa lain.

TERKAIT
  • Diujung Tanduk Tim Pansel Rapat Ambil Keputusan Cabut SK Dirut BUMD Pelalawan
  • Bupati Harris Perintahkan Inspektorat Riksa dan Evaluasi Proses Seleksi Direktur BUMD yang Dipecat?
  • Mengizinkan Penggunaan Mobnas Berlebaran, Hanya di Wilayah Propinsi Riau

Peristiwapeseteruan untuk tampil lebih perkasa oleh Panglima Hasan. Panglima Hasan tidak mampu menandingi kehebatan Panglima Umar di segala bidang. Sebagai panglima, Hasan dikalahkan oleh Umar dalam memosisikan diri dekat dengan Datuk Laksemana. Panglima Umar mendapat tempat di hati Datuk Leksemana dengan ditandai begitu seringnya Panglima Umar menjadi utusan menegosiasi kepentingan Bukitbatu.

Dalampercintaan, Panglima Hasan juga dikalahkan oleh Panglima Umar. Siti Zubaidah, perempuan yang memiliki pesona dan memancarkan cahaya purnama itu, memilih melabuhkan hatinya ke dada Panglima Umar. Kehampaan dan merasa terkalahkan menjadi dendam yang membara. Segala jurus untuk menundukkan Panglima Umar selalu gagal dijalankan oleh Panglima Hasan. Ketika kekalahan semakin menganga, tak ada cara lain selain berlindung di balik kepentingan khalayak ramai dan kepentingan negeri. Panglima Hasan pun menyusun strategi untuk menghabiskan kebahagiaan Panglima Umar dengan menjadikan Siti Zubaidah tumbal untuk menurunkan perahu Lancang Kuning ke laut. Perahu Lancang Kuning menjadi simbol kejayaan negeri, dan orang-orang, termasuk Datuk Laksemana pun menyetujui Zubaidah menjadi tumbal.

“Tumbal selalu dimunculkan di saat orang-orang semakin dekat dengan ketidakberdayaan dan kekalahan. Tumbal dapat menjadi kekuatan baru dan sekaligus tempat persembunyian paling aman. Hendak digugat, ape yang hendak digugat, kalau tumbal menjadi alasan untuk kepentingan orang banyak? Hal itulah yang dilakukan oleh Panglime Hasan untuk menutupi kekalahannye. Orang banyak tak dapat hendak memprotes kalau sudah berhadapan kepentingannye. Aku takut hal seperti ini juge sedang berlangsung di negeri kite ini. Orang hendak berkuase lalu mencari tumbal agar ie melenggang duduk di singasana kekuasaan. Atas name rakyat, orang tak segan menjadikan rakyat kecik sebagai tumbal, sementare rakyat kecik pulak tak sado die sedang dijadikan tumbal,” ucap Atah Roy di depan Leman Lengkung dan kawan-kawannya di kedai Kopi Nah Meun.

“Seharusnye Panglime Umar tahu apa yeng hendak dilakukan Panglime Hasan terhadap dirinye dan juge orang yang disayanginye, Tah,” kata Pian Bengang, kawan Leman Lengkung.

“Hah Betul tu ape yang dikatekan Pian tu, Tah. Panglima Umar seharusnye menolak perintah Datuk Laksemana, sebab Panglime Umar sudah mencium strategi Panglime Hasan,” tambah Udin Tapak.

“Mike harus tahu bahwe Panglime Umar itu seorang kesatria dan begitu juge rakyat kecik, hidup mereke untuk mengabdi kepade negeri. Jadi tak ade kekuatan hendak menolak kalau dah berkaitan dengan kepentingan negeri. Bagi orang Melayu, kepentingan negeri di atas kepentingan segale-galenye. Kite akan tunduk kalau untuk kepentingan orang banyak dan itu dah tak bisa diubah dari sifat kite sebagai orang Melayu,” jelas Atah Roy.

“Inilah kelemahan kite sebagai orang Melayu tidak mengukur dan menakar terlebih dahulu kepentingan kite. Kite berjuang dan ikhlas berkorban apebile kebahagiaan kite terpenuhi terlebih dahulu, Tah. Jangan hendak menjadi tumbal, kalau kite tak dapat ape-ape,” ucap Pian Bengang dengan semangat.

Mendengarucapan Pian Bengang, muka Atah Roy mulai memerah. Kemarahan Atah Roy perlahan tapi pasti mengumpul pada mukanya. Leman Lengkung, anak saudara Atah Roy, tahu betul apa yang akan terjadi. Untuk itulah Leman Lengkung membujuk Atah Roy.

“Kate Atah tadi hendak pergi ke rumah Haji Mahmud ngurus sempadan kebun getah kite. Yuklah Tah, kaang Haji Mahmud pergi pulak ke rumah anak die, semakin jauh kite berjalan,” Leman Lengkung mengalih pembicaraan.

“Jangan dikau jadikan aku tumbal untuk kawan-kawan dikau ni, Man. Perbualan ini belum selesai lagi!” ucap Atah Roy dengan suara berat.

“Bukan begitu, Tah. Tak ade niat sa..,”

“Usah nak jadi penegak keadilan dikau, Man! Aku tahu bahwe mike semue memang sudah bersekongkol hendak menjatuhkan aku! Dikau dengo baik-baik ye, Pian, Melayu menjadi tumbal itu dengan keikhlasan! Orang Melayu tak mau hidup dalam konflik berkepanjangan, sebab orang Melayu tahu konflik berkepanjangan akan menyusahkan orang banyak!” ujar Atah Roy.

“Tapi masalahnye, Tah, tak zamannye lagi kite terus menjadi tumbal. Atah kan tahu ape yang dilakukan Panglime Umar? Untuk marwah, Tah, Panglime Umar sanggup melawan bahkan membunuh Datuk Laksemane. Begitu juge Hang Jebat, tak mau jadi tumbal macam Hang Tuah untuk kepentingan kekuasaan sultan. Saye tambah lagi contohnye, Tah. Megat Seri Rama pun melakukan pendurhakaan terhadap Sultan Mahmud, karene Megat Seri Rama tahu bersikap, mane yang harus dibela dan mane yang harus dilawan. Bukan mengalah tak tentu arah. Untuk marwah Melayu, saye tak akan menjadi tumbal, Tah,” ujar Pian Bengang langsung berdiri dan meninggalkan Atah Roy.

Beberapesaat kemudian, Udin Tapak dan kawan-kawan Leman Lengkung lainnya, mengikuti sikap Pian Bengang, meninggalkan Atah Roy. Tinggallah Atah Roy bersama anak saudaranya, Leman Lengkung.

“Dikau tak meninggalkan aku, Man?” tanya Atah Roy.

“Biolah saye menjadi tumbal untuk kepentingan Atah,” jawab Leman Lengkung.

AtahRoy menganggukkan kepalanya. Tanpa disadari Atah Roy, air matanya meleleh ke pipi. “Sayang juge dikau kepade aku ye, Man,” ucap Atah Roy dalam hati.

LemanLengkung tersenyum, seakan Leman Lengkung dapat mendengar apa yang dikatakan Atah Roy dalam hati. “Aku siap seperti Siti Zubaidah menjadi tumbal untuk orang yang aku sayangi,” bisik Leman Lengkung dalam hati. (GP1)


Sumber : Karya Hang Kafrawi; Penyair, Sastra /  Editor : Assep Putra Sulaiman

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

DPC Tempuling Antusias, TOP diharap Lahirkan Kader Potensial

Sekretaris Umum LAMR Inhil, Datuk Mahmudin Ucapkan Tahniah Atas Penabalan Gelar Adat Kepala Staf Angkatan Laut Republik Indonesia

Ada 58 Pos, Ribuan Personel di Puluhan Titik untuk Kawal Larangan Mudik, Cek Infonya

Indragiri Hilir, “Negeri Seribu Parit, Hamparan Kelapa Dunia”

SEMARAK! "Tebar Hewan Kurban" Menggema di area CFD Pekanbaru dalam kemeriahan Kurbanaval

Kabupaten INHIL Raih Predikat WTP LHP LKPD Enam Kali Berturut-turut

Jadi Dosen Praktisi di Fisipol Unri, Agung Nugroho Paparkan Pentingnya Politik Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Herman Dilantik Jabat Pj Bupati Inhil, Ini Pesan Tegas Gubri Edy

Kerap Meresahkan Warga, Aksi Balap Liar Ditertibkan Polsek Hingga Sambangi Rumah Pelaku

Studi Strategi Dalam Negeri (SSDN) PPRA Lemhanas RI Angkatan LXIII Tahun 2022 di Polda Riau, Akui Keberhasilan Kepemimpinan Irjen Muh Iqbal

Tinjau Lokasi Ledakan, Kapolda Riau Irjen Iqbal : Tim Lakukan investigasi, Pastikan Stok Minyak Pertamina Untuk Masyarakat Aman

Jelang Mukercab, PPP Inhil Akan Ajukan Nama-nama Kadernya dalam Kontestasi Pilbup

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu

Dibaca : 408 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 238 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 926 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 335 Kali
Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan
Dibaca : 1183 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved