• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh
  • Info

HAUL TUAN GURU SAPAT ke- 85

TUAN GURU SAPAT DAN KEMAJUAN PENDIDIKAN DI INDRAGIRI HILIR (Tulisan untuk menyambut Haul Tuan Guru Sapat Ke-85)

Redaksi

Rabu, 22 Februari 2023 10:56:19 WIB
Cetak

MOH. ZULHAM ALSYAHDIAN, S.Hum, M.Pd

(Guru SMP Negeri Satu Atap Kuala Keritang)

Marwahrakyat.com - Berbicara tentang dunia ulama atau ilmu ke-Islam-an di Kabupaten Indragiri Hilir, tidak bisa dilepaskan dari sosok almarhum Syekh H. Abdurrahman Shiddiq al-Banjari atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Sapat (selanjutnya ditulis TGS). Selain karena keilmuan dan kealiman TGS, karya-karya tulis yang beragam, jabatan sebagai mufti Kerajaan Indragiri selama 27 tahun, membuat TGS lebih populer dan familiar di kalangan masyarakat Indragiri Hilir. Apalagi peringatan meninggalnya TGS (haul)-nya, oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dijadikan salah satu Event Wisata Religi di Negeri Seribu Parit ini. Eksistensi dan kontribusi TGS ini bak mercusuar di tengah kegelapan. Sehingga posisi TGS seakan-akan menjadi sosok yang tidak tergantikan, walau yang bersangkutan sudah lama meninggal dunia, dan generasi yang datang silih berganti.   

Peran Tuan Guru Sapat 

Dengan tanpa menapikan peran ulama atau tokoh agama yang lain, posisi TGS bagi masyarakat Indragiri Hilir (sampai sekarang ini) menjadi sangat penting. Lihatlah betapa maraknya daftar kunjungan para peziarah ke Kampung Hidayat Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir, yang datang untuk berziarah ke pusara beliau, terutama pada hari-hari besar Islam. Apalagi pada hari peringatan meninggalnya (haul) TGS, ribuan orang datang dari berbagai daerah di Indragiri Hilir, bahkan sampai ke luar Provinsi Riau (khususnya dari Provinsi Jambi, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan). Tidak jarang di antara para peziarah ada juga yang datang dari mancanegara, semisal Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, bahkan dari negara Timur Tengah, Yaman. 

Tentunya timbul pertanyaan dari kita, ada apa dengan TGS ? Mengapa sampai dengan detik ini, sosoknya menjadi magnet yang menarik animo bagi banyak orang untuk datang berkunjung, sementara yang bersangkutan sudah meninggal dunia 82 tahun silam (TGS meninggal pada tahun 1939). Bahkan, “dari dalam kuburnya pun”, TGS masih bisa memberikan kontribusi bagi orang-orang yang masih hidup, baik kontribusi secara ekonomi, sosial kemasyarakatan, maupun keagamaan.

Tentunya, kalau bukan pribadi yang “spesial” dan “istimewa”, hal ini tidak akan terjadi begitu saja. Tidak heran misalnya, seorang Ahmad Saifuddin, dalam bukunya Ilmuwan-Ilmuwan Indonesia yang Diakui Dunia bahkan memasukkan TGS sebagai salah seorang dari ilmuwan Indonesia tersebut, bersama dengan Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Abdus Samad al Palimbani, Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Nawawi al Bantani, Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, dan lain-lain. 

Bukan tanpa alasan juga, apabila Ensiklopedi Islam Jilid Ketiga yang diterbitkan oleh PT Ichtiar Baru Van Hoeve, memasukkan TGS sebagai satu tokoh Islam yang sangat berjasa dari daerah Riau. Sebuah apresiasi dari pemerintah, sekaligus pengakuan akan eksistensi dan kontribusi TGS, walaupun kiprah yang bersangkutan saat itu bersifat lokalitas. Tidak heran juga kemudian, UU Hamidy, menempatkan TGS sebagai salah satu dari lima belas tokoh pendidikan Islam di Riau.

Tuan Guru Sapat dan Dunia Pendidikan Indragiri Hilir  

Dengan berbagai peran dan aktivitasnya, TGS dikenal sebagai seorang ulama yang mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat di Indragiri Hilir (khususnya). Bahkan untuk memajukan pendidikan tersebut, TGS mendirikan madrasah yang mana sistem pendidikannya sama dengan sistem pesantren di Pulau Jawa. Madrasah ini menjadi madrasah pertama di Indragiri. Madrasahnya menampung murid-murid dari daerah sekitar, Kalimantan, Malaysia, dan Singapura dengan tidak dipungut bayaran. Bahkan, menurut Saifuddin, lokasi pesantren atau madrasah ini, berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan di daerah Riau. 

Madrasah ini pernah mencapai kejayaan sehingga masyhur sampai ke Singapura dan Malaysia. Karena ramainya pelajar dari luar daerah, maka TGS membina tidak kurang 100 pondok di sekitar madrasah dan masjid. Pondok-pondok itu disediakan bagi pelajar-pelajar yang benar-benar memerlukan tempat kediaman tanpa dikenakan bayaran. TGS juga memberikan keperluan dasar lainnya kepada para santri, berupa beras bagi santri yang tidak mampu. Bahkan di antara para muridnya yang pandai, ada yang diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama ke Makkah, yang kesemua pembiayaannya ditanggung oleh TGS. Kepada mereka yang melanjutkan ke luar negeri, selalu dipesankan bila telah tamat belajar, supaya segera kembali ke tanah air untuk menyebarluaskan ilmu yang diperolehnya.

Pada titik ini, masyarakat Indragiri Hilir seyogyanya termotivasi untuk kembali berperan dalam memajukan pendidikan di negeri seribu parit ini. Kalau pada masa lampau, TGS secara visioner menjadi salah satu pioner kemajuan pendidikan di Riau pada umumnya, maka Indragiri Hilir hari ini seharusnyalah tetap sebagai daerah terdepan dalam kemajuan dunia pendidikan. Karena kita memiliki modal historis dan modal sosial dalam bidang ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh TGS.

Kalau Bung Karno dulu pernah berkata, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”, maka dalam konteks dunia pendidikan di Indragiri Hilir hari ini, bagaimana dengan menapaktilasi TGS menjadi motivasi dan inspirasi bagi segenap insan pendidik untuk secara kolaboratif bergerak bersama demi kemajuan pendidikan di daerah ini.

Semoga bermanfaat.


 Editor : YL

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Opini: Andres Pransiska dan Arah Baru Desa Teluk Pantaian

Hilirisasi Nikel, Selebritas dan Jokowi

Inhil Berduka, Indra Muchlis Tutup Usia, Ketua KNPI Rindukan Sosok Beliau

Kampanye Inhil Hebat Bersholawat di Tempuling, Haji Herman: Mengharapkan Syafaat

3 Fraksi lakukan rotasi, ini wajah baru anggota Komisi III

Ada Kritikan FORMASI RIAU Dianggap hanya Mencari Panggung Semata, Kita Akan Buktikan Kata DR. Muhammad Nurul Huda, SH.,MH

SBNC Tolak Laporan Keuangan PD Dana Amanah Pelalawan

Babinsa Kodim 0313/KPR Sosialisasi Pentingnya Membangun Mental Dan Moral Generasi Muda

Said Abdul Azis: Ba'da Workshop Jurnalis, Penyuluh Makin Lihai Buat Artikel

Inspirator Gamal Albinsaid Launching Forum Politisi Muda PKS Riau

Honda BR-V Misty Green Pearl Diperkenalkan Ke Publik

Pelaku Korban Pembunuhan Di Desa Petani Bunut, Sudah Diamankan Polisi

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 625 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved