Penurunan Persentase Stunting di Kecamatan Mandah: Upaya Pencegahan Membuahkan Hasil
INHIL – Terjadi penurunan signifikan pada angka stunting balita di Kecamatan Mandah selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, angka stunting tercatat sebesar 1,43%, kemudian sedikit naik menjadi 1,46% di tahun 2023, dan pada tahun 2024, angka tersebut berhasil ditekan hingga 1,07%. Hal ini menunjukkan bahwa program percepatan pencegahan stunting yang dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir telah memberikan dampak positif.
Namun, meski mengalami kemajuan, pihak berwenang menggarisbawahi pentingnya peningkatan kerjasama dan komitmen antara para pemangku kebijakan serta pelaksana program. Konvergensi upaya dari berbagai pihak diharapkan dapat lebih efektif dalam menangani kasus stunting, terutama di Kecamatan Mandah.
Sejumlah program telah dilaksanakan untuk memperbaiki gizi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), seperti sosialisasi ASI eksklusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pemberian tablet tambah darah (TTD), Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberian vitamin A untuk bayi dan balita, pemberian obat cacing, serta program penyehatan lingkungan, termasuk penyediaan sarana air bersih dan sanitasi.
Faktor Determinan yang Masih Menjadi Kendala
Terdapat beberapa tantangan yang masih harus diatasi untuk lebih menekan angka stunting di Mandah. Kendala utama meliputi akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai, pemberian ASI eksklusif, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masih ada daerah yang kesulitan dalam menyediakan fasilitas tersebut, dan di beberapa tempat, perilaku masyarakat yang sudah terbentuk sejak lama menjadi tantangan untuk perubahan.
Selain itu, remaja putri yang telah mendapatkan intervensi berupa pemberian tablet tambah darah masih menghadapi kendala dalam konsumsi teratur. Meskipun mereka telah menerima TTD, motivasi dan minat untuk mengonsumsinya sering kali masih rendah.
Perilaku Kunci dalam 1.000 HPK yang Perlu Perbaikan
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (KB) bersama Puskesmas setempat juga terus melakukan monitoring dan analisa terhadap pola asuh balita, pola konsumsi ibu hamil, serta perilaku hidup bersih masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi dan pembinaan masih sangat dibutuhkan. Ibu hamil dengan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) telah mendapatkan makanan tambahan (PMT), dan upaya ini terbukti dapat menekan angka stunting serta berat badan lahir rendah (BBLR).
Kelompok Berisiko yang Perlu Perhatian
Beberapa kelompok berisiko yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, bayi, dan anak usia di bawah dua tahun (baduta). Remaja putri diharapkan dipersiapkan menjadi calon pengantin pada usia yang ideal agar saat hamil dapat menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang cerdas. Bayi yang dilahirkan juga harus mendapatkan ASI eksklusif dan makanan yang sesuai untuk mendukung perkembangan otaknya.
Pemerintah Kecamatan Mandah berharap dukungan dari berbagai sektor untuk lebih memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut. Pemerintah desa juga didorong untuk meningkatkan kerjasama serta partisipasi aktif dalam upaya konvergensi penanggulangan stunting yang sedang berjalan.

Berita Lainnya
Pemkab Inhil Melalui DP2KBP3A Gelar PUSPA di Kempas
Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Terima Kunjungan Kerja KaKanwil Kementerian Agama Provinsi Riau
Buka TMMD ke 116, Bupati Inhil HM WARDAN Harapkan Partisipasi Aktif Masyarakat
Diskominfopers Kab. Inhil Sembelih 3 ekor Hewan Qurban
DPMPTSP Riau Undang Investor Malaysia Olah Sabut Kelapa di Indragiri Hilir
Satres Narkoba Polres Inhil Bersama Wartawan Sparing Futsal dan Sosialisasikan Hidup Sehat
DPRD Rohil Resmi Mengesahkan Ranperda Tentang P4GN
Pj Bupati Inhil Herman Turut Ikuti Prosesi Shalat Jenazah Mantan Bupati Inhil Dua Periode 2003-2013 Indra Muchlis Adnan
Cawabup Yuliantini Apresiasi dan Suport Lomba Merangkai Bunga dari Limbah Rumah Tangga
Pj. Bupati Inhil: "Mari Tingkatkan Pelayanan, Pendidikan, dan Kesadaran Kesehatan Demi Kemajuan Bersama"
Publikasi Hasil Pengukuran Stunting di Kecamatan Sungai Batang Tahun 2024
Meski Malam Lebaran,Ronda Poskamling Warga Sungai Intan Tidak Kendor