DP2KBP3A Inhil Lakukan Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Langkah Menurunkan Stunting
MARWAHRAKYAT.COM - Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Sebanyak 18 persen penduduk dunia adalah remaja, sekitar 1,2 milyar jiwa. Rentang usia ini merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psiklogis, maupun intelektual.
Rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru merupakan ciri khas remaja. Hal tersebut tak jarang disertai dengan pengambilan keputusan yang ceroboh atau tidak berpikir panjang, seperti menikah muda atau pernikahan dini misalnya.
Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Inhil R Arliansyah melalui Kepala Bidang BKKBN Drs. H Asril mengatakan pernikahan dini masih banyak ditemui di seluruh dunia.
"Setiap tahunnya sebanyak 10 juta perempuan di dunia menikah pada usia kurang dari 18 tahun. Hal ini menyebabkan angka kematian ibu dan anak, penularan infeksi menular seksual, dan kekerasan semakin meningkat bila dibandingkan dengan perempuan yang menikah pada usia besar dari 21 tahun," ujarnya.
Kehamilan maupun proses persalinan pada usia muda tentunya memiliki risiko atau komplikasi yang berbahaya, antara lain :
Perempuan yang melahirkan sebelum usia 15 tahun memiliki risiko kematian 5 kali lebih besar daripada perempuan yang melahirkan pada usia lebih dari 20 tahun.
Kematian pada ibu hamil usia 15-19 tahun lebih sering dijumpai di negara dengan pendapatan yang menengah ke bawah.
Bayi yang lahir dari perempuan usia kurang dari 18 memiliki risiko mortilitas dan mobbiditas 50 persen lebih besar daripada bayi yang lahir dari ibu usia lebih dari 18 tahun.
Bayi lahir prematur, BBLR, dan perdarahan persalinan.
Untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak di seluruh dunia, berbagai usaha dilakukan antara lain:
Mencegah terjadinya pernikahan dini
WHO telah mengeluarkan peraturan untuk melarang terjadinya pernikahan pada usia kurang dari 18 tahun.
Meningkatkan edukasi dan pemberdayaan perempuan jika edukasi perempuan tinggi, harapannya akan lebih melek tentang kesehatan. Sehingga mampu menentukan untuk menunda pernikahan ataupun kehamilan.
Mensiasati dengan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat
Memfasilitasi Antenatal Care (ANC) pada ibu-ibu usia muda
Menggunakan sarana layanan kesehatan sebagai perantara menuju sarana pelayanan lainnya
Melakukan evaluasi dan perluasan cakupan
Meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, meliputi:
Pengetahuan bahwa perempuan bisa hamil dengan 1 kali hubungan seksual
Penularan HIV/AIDS dapat dikurangi jika berhubungan seksual dengan satu pasangan yang tidak memiliki pasangan dan penggunaan kondom
Memiliki pengetahuan komprehensif seputar HIV/AIDS
Mengetahui satu atau lebih gejala PMS pada laki-laki dan perempuan
Mengetahui tempat penyedia layanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja.

Berita Lainnya
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-95, Kodim 0314/Inhil Gelar Upacara Bendera
HUT HKGB dan Polwan, Polres Inhil Baksos Bersama Tokoh Masyarakat
Lantunan Doa Sambut Kedatangan Pj Bupati Inhil H.Erisman Yahya di Rumah Dinas Kediaman Bupati
Gerak Cepat! Pelaku Penikaman di Tempuling Berhasil Diamankan Polisi
Bupati Inhil Pimpin Rapat MCP Korsupgah KPK
Besok, Bupati Inhil Launching Operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
Optimalkan Pajak Dpj Riau Rintis Perjanjian Kerjasama dengan Pembkab Inhil
Bupati Inhil Tegaskan Kompensasi dari Pemilik SB. Evelyn Calisca 01
Pengemis dan Dua Bocah Pecandu Lem Kambing Diamankan di Dinsos Inhil
14 Kasus Positif Baru, 9 Orang di Ruang Isolasi Puri Husada, 4 Sisanya di Raja Musa Guntung
Jakarta Auto Show 2015 Dongkrak Penjualan Honda
Hadir di Pesta, Warga Lorong Banua Langkar Yakin H Herman dan Yuliantini Menang di Pilkada Inhil