Parlemen
Program Penyelamatan Kelapa Rakyat Sebaiknya Jangan Masuk Rasionalisasi
Marwahrakyat.com, INHIL -- Rasionaliasi anggaran yang terjadi disetiap Satuan Kerja (Satker) kini terus menjadi polemik. Banyak anggaran yang sifatnya sangat dibutuhkan terpaksa dipangkas karena ada kebutuhan lain yang mendesak.
Anehhya, dari anggaran yang dipangkas masih banyak tidak tepat sasaran. Misalnya, biaya perjalanan dinas nyaris tidak tersentuh rasionalisasi, sementara hal-hal yang sangat urgen seperti program penyelamatan kebun rakyat, UMKM dan program lainnya yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat sering menjadi korban.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKS Zulhafendi, Kamis (2/7/2020). Menurut Zulhafendi, sampai hari ini tidak ada sejengkalpun pembangunan trio tata air, padahal pada tahun ini tahun 2020 kita mengamanah dalam APBD lebih kurang 350 KM dengan 17 alat berat.
"Percuma saja daerah kita berjuluk negeri hamparan kelapa dunia, sementara pemerintah tidak perduli dengan persoalan petani. Lihatlah berapa banyak kebun kelapa yang masih terimbas intrupsi air laut, ditambah serangan hama kumbang dan sebagainya, mana upaya iita mensejahterakan perani, jangan slogan saja yang besar," ujar Zulhafendi mengungkapkan.
Legislator PKS yang akrab dipanggil Nanang Fendi ini meminta penerintah peduli terhadap program unggulan tersebut. Jangan sampai juga latah ikut dirasionalisasi, silahkan potong kegiatan-kegiatan yang tak penting yang sipatnya mubazir.
"Ini kan menyangkut 70 persen mata pencarian masyarakat Inhil yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Dan ini sangat perlu diperhatikan, bagaimana mereka bisa sejahtera kalau dibiarkan seperti itu," sebutnya.
Ditambah Zulhafendi, seharusnya kita malu setiap hari mengelu elukan negri hamparan kelapa dunia. Tapi kerja nyata kita untuk penyelamatan kebun kelapa rakyat seperti omongan kosong belaka, imbuhnya.
Nanang Fendi juga mengingatkan kepada TAPD dan OPD Supaya cerdas mengimplimentasikan rasionalisasi refocussing.
"Pademi memang menghawatirkan kita semua, tapi pembangunan ekonomi juga harus diperhatikan. Petani dan kebun kelapa adalah urat nadi ekonomi negeri kita, negeri hamparan kelapa dunia,"ujar zulhafendi. ***

Berita Lainnya
Termasuk 3 Desa di Riau, Desa Sungai Intan Jadi Percontohan Desa Anti Korupsi
Peringati HLN, PLN ULP Tembilahan Berbagi Sembako
Mahasiswa KKN UNISI Bagikan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu di Sejumlah Titik
DWP Inhil Gelar Seminar Sehari untuk Pola Asuh Remaja di Era Digital
Sungai Intan Wakili Inhil Penilaian Desa Percontohan Anti Korupsi dari KPK-RI
Perkenalan Tim Sekber Kabupaten Indragiri Hilir di Kecamatan Enok
HIPMI Tekankan Empat Point Dalam Penyusunan Standar Pelayanan Publik di DPMPTSP Inhil
6 Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk Berduaan Dikamar
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-95, Kodim 0314/Inhil Gelar Upacara Bendera
Pimpin Upacara 17 - An, Danramil 17/Batang Tuaka Kapten Inf Tarmizi Bacakan Amanat Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE.,M.Si
Masyarakat Perlu Terapkan Protokol! Sudah 45 Warga Inhil dan 26 dari Tembilahan Positif Corona
Ahmad Ependi Halal Bihalal Bersama Ketua RT RW Se-Desa Sungai Intan