Ketua APPSI Inhil Sampaikan Keluhan dan Pertanyaan Soal Kendala Perkebunan Sawit pada Diskusi Publik PAD untuk Rakyat
Ketua APPSI Inhil Sampaikan Keluhan dan Pertanyaan Soal Kendala Perkebunan Sawit pada Diskusi Publik PAD untuk Rakyat
Tembilahan, Marwahrakyat.com – Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyampaikan sejumlah pertanyaan kritis serta keluh kesah masyarakat pelaku usaha dalam Diskusi Publik bertajuk “Tantangan dan Peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Rakyat” yang digelar di Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam forum tersebut, Ketua APPSI Inhil Alex Saputra menyoroti persoalan perkebunan kelapa sawit yang hingga kini masih menjadi salah satu sektor strategis penopang ekonomi daerah, namun dihadapkan pada berbagai kendala serius, khususnya di Provinsi Riau dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Ia mengungkapkan bahwa potensi besar sektor perkebunan sawit belum sepenuhnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat maupun optimalisasi PAD daerah. Berbagai permasalahan seperti legalitas lahan, tumpang tindih regulasi, keterbatasan infrastruktur, hingga rendahnya keberpihakan kebijakan kepada petani kecil dan pelaku usaha lokal menjadi hambatan utama.
“Perkebunan sawit ini seharusnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan PAD dan ekonomi rakyat. Namun faktanya, banyak kebun rakyat yang terkendala izin, akses pasar, dan minim pendampingan. Ini yang perlu dijawab bersama,” tegas Alex Saputra dalam forum diskusi tersebut.
Selain itu, ia juga mempertanyakan sejauh mana kontribusi sektor sawit terhadap PAD Kabupaten Inhil serta transparansi pengelolaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya pedagang pasar, petani, dan UMKM yang berada di sekitar kawasan perkebunan.
APPSI Inhil berharap melalui diskusi publik ini, pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait dapat lebih serius merumuskan solusi konkret, regulasi yang berpihak pada rakyat, serta sinergi lintas sektor guna menjadikan perkebunan sawit tidak hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga sebagai sumber PAD yang adil dan berkelanjutan.
“PAD untuk rakyat bukan sekadar slogan. Harus ada keberanian kebijakan agar potensi sawit benar-benar kembali kepada masyarakat dan daerah,” pungkasnya.
Diskusi publik tersebut dihadiri oleh pemateri dari berbagai elemen, yakni, Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PDIP Andi Dharma Taufik, Kepala UPT Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Riau H. Ruslan, M. Pdi, Kepala Bapenda Kabupaten Inhil Efrizon, S. Ip, M. Ec.Dev, Akademisi Dosen Jamri, SH. MH, serta tamu undangan mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan yang sama-sama memberikan pandangan terkait tantangan dan peluang peningkatan PAD di Kabupaten Indragiri Hilir.

Berita Lainnya
Pj Bupati Inhil Buka Pasar Murah di Harapan Tani, Kempas
Paripurna Ke-23 DPRD Inhil, Bupati Sampaikan Penjelasan Ranperda Perubahan APBD 2025
Operasi Zebra Lancang Kuning 2021, Polres Inhil Galakkan Edukasi Prokes
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kapolres Inhil Laksanakan Himbauan Maklumat Kapolri
Kodim 0314/Inhil Laksanakan Vaksinasi Dosis 2 Bagi Pelajar dan Umum
INPAS, Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju ''Kabupaten Informatif''
Catat, Ini Tanggal Razia Lalu Lintas di Kabupaten Inhil
Wujud Transparansi Berkeadilan! Polres Inhil Rilis Nomor Bantuan 110 dan Seluruh Kapolsek Inhil
Lagi! Luapan Sungai Diduga Sebabkan Banjir di Inhil
Optimis, Pemerintah Desa Sei Intan Ucapkan Selamat Milad Inhil ke 60
Kapolres dan YVB Bagikan Ratusan Takjil untuk Masyarakat
Peduli Sesama, DPC GRIB JAYA Inhil Berikan Sembako untuk Penarik Becak