• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Pariwisata

Analisis Pengkuran Kasus Stunting Kecamatan Tembilahan Tahun 2024

Redaksi Exc.

Jumat, 20 September 2024 03:19:50 WIB
Cetak

INHIL – Kasus stunting di Kecamatan Tembilahan menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari 41 kasus pada tahun 2022 menjadi 89 kasus pada tahun 2023. Meski demikian, ada sedikit penurunan di tahun 2024 menjadi 87 kasus. Dari 8 kelurahan di kecamatan tersebut, tiga kelurahan—Pekan Arba, Tembilahan Hilir, dan Sungai Beringin, mengalami kenaikan konsisten dari tahun 2022 hingga 2024, sementara kelurahan lain menunjukkan penurunan angka stunting dari tahun 2023 ke 2024.

Penurunan prevalensi ini sebagian besar didorong oleh berbagai upaya yang diterapkan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan setempat. Program konvergensi percepatan pencegahan stunting, meskipun memberikan hasil positif, belum sepenuhnya efektif. Diperlukan tindakan lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan untuk mengurangi angka stunting secara signifikan di masa mendatang.

Langkah-langkah Intervensi yang Dilakukan di Kecamatan Tembilahan

Beberapa intervensi yang telah dilakukan antara lain:

1. Penyuluhan gizi, ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, dan perilaku hidup bersih.

2. Pelaksanaan kelas ibu hamil, Posyandu, dan layanan kesehatan lima siklus hidup.

3. Pemberian tablet tambah darah kepada ibu hamil dan remaja putri.

4. Kunjungan rumah bagi ibu hamil berisiko tinggi dan balita bermasalah gizi.

5. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi.

6. Inspeksi kesehatan lingkungan, termasuk kualitas air minum, serta pemeriksaan laboratorium di depot air minum.

7. Pendampingan ASI eksklusif dan pemberian vitamin A pada balita.

Kecamatan Tembilahan juga memiliki program inovasi seperti "KECAP MANIS" (kelas pelayanan calon pengantin mandiri dan harmonis) dan "GEMAS" (Gerakan Remaja Sehat) oleh Puskesmas Tembilahan Kota, serta "Rupiah Gizi" (Rumah Pemulihan Gizi) dari Puskesmas Gajah Mada.

Faktor Kendala dalam Penanggulangan Stunting

Namun, berbagai faktor masih menjadi kendala dalam menurunkan angka stunting. Salah satu faktor utama adalah balita yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dengan angka mencapai 72% (62 anak). Orang tua yang khawatir akan efek samping imunisasi menjadi salah satu penyebabnya. Paparan asap rokok di lingkungan rumah juga mempengaruhi, dengan 63,2% (55 anak) balita hidup dalam rumah dengan perokok aktif.

Rendahnya tingkat pendidikan orang tua turut mempengaruhi kurangnya pemahaman mereka mengenai pentingnya nutrisi dan pola asuh yang baik. Sekitar 47% ayah dan 46% ibu balita di Kecamatan Tembilahan memiliki tingkat pendidikan rendah. Faktor lain termasuk pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai standar, kurangnya pemahaman tentang stunting, tidak memberikan ASI eksklusif, hingga kondisi lingkungan yang kurang sehat, seperti tidak memiliki jamban dan akses air bersih.

Perlu Pendekatan Holistik

Untuk mengatasi masalah stunting di Kecamatan Tembilahan, diperlukan pendekatan yang lebih holistik. Edukasi kepada orang tua, perbaikan sanitasi lingkungan, serta peningkatan akses gizi dan kesehatan sangat diperlukan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan masyarakat, diharapkan angka stunting dapat diturunkan lebih signifikan di tahun-tahun mendatang.


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Haji Herman dan Yuliantini Gali Aspirasi Masyarakat untuk Membangun Inhil yang Lebih Baik dan Tekankan Pentingnya Menjaga Kebhinekaan

Banyak Hiburan dan Kuliner, Yok ke CFD Tembilahan Setiap Pagi Minggu

Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi Buku KIA

Dinkes Inhil: Olahraga Dapat Mencegah Osteoporosis

GKSB DPR RI Belasungkawa atas Kematian Ismail Haniya, Minta Dunia Memantau Penyelidikan atas Insiden Tersebut

Tampilkan Batik Khas Inhil, Fashion Show Wastra Indragiri Hilir Berlangsung Meriah

Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi Buku KIA

Wajek Khas Tembilahan Rasanya Manis dan Legit

Kue Untog, Jajanan Khas Tembilahan yang Laris Hingga Kini

Haji Herman dan Yuliantini Gali Aspirasi Masyarakat untuk Membangun Inhil yang Lebih Baik dan Tekankan Pentingnya Menjaga Kebhinekaan

Survei VOXinstitute Pilkada Inhil, Pasangan Herman - Yuliantini Jauh Ungguli Paslon Lain

Kompak Bersepakat! Warga Sungai Ambat Dukung Penuh H Herman Jadi Bupati Inhil

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

Dibaca : 322 Kali
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
Dibaca : 429 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 244 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 930 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 341 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved