• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Batang Tuaka Tahun 2024 Hingga 2024

Redaksi Exc.

Jumat, 06 September 2024 18:46:09 WIB
Cetak

INHIL-  Penyebaran kasus stunting didesa di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring bisa dikatakan merata, dalam artian setiap desa ada kasus stunting. 

Tetapi sebagian besar desa di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Piring menunjukkan tren penurunan kasus stunting dari tahun 2022 hingga 2024. Pada tahun 2022 terdapat 38 kasus, kemudian tahun 2023 turun menjadi 26 kasus dan ditahun 2024 turun lagi menjadi 14 kasus. Beberapa desa mengalami penurunan yang signifikan, meskipun ada desa yang sempat mengalami peningkatan sebelum akhirnya menurun. 

Desa Sungai Dusun, Gemilang Jaya dan Sialang Jaya mengalami penurunan jumlah kasus stunting. Desa Sungai Luar dari 4 kasus ditahun 2022 meningkat menjadi 8 kasus ditahun 2023 lalu turun menjadi 2 kasus ditahun 2024. Begitu juga Desa Tasik Raya dan Desa Simpang Jaya, ditahun 2023 meningkat dan turun kasusnya pada tahun 2024.Kelurahan Sungai Piring, terdapat penurunan kasus stunting dari 8 kasus di tahun 2022 menjadi 1 kasus pada tahun 2023, tetapi kembali naik menjadi 3 kasus pada tahun 2024. Begitu juga desa sungai Rawa, dari 2022 dengan 6 kasus lalu turun menjadi 1 kasus ditahun 2023 dan naik lagi menjadi 3 kasus ditahun 2024. Secara umum, sebagian besar desa di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring menunjukkan tren penurunan kasus stunting dari tahun 2022 ke 2024.

Sedangkan untuk wilayah kerja Puskesmas Sungai raya terjadi peningkatan dibeberapa desa, seperti di Desa Sungai Raya pada tahun 2024 ada 6 kasus yang sebelumnya Cuma 2 kasus di tahun 2023, begitu juga di Desa Junjangan dan Pasir Emas, meningkat dari tahun sebelumnya. Akan tetapi ada juga desa yang menunjukkan tren penurunan kasus stunting seperti desa tanjung Siantar dan kuala Sebatu.

Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Batang Tuaka. Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Batang Tuaka guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Penyuluhan pada Masyarakat, melakukan sosialisasi Asi Ekslusif, Inisiasi menyusu dini (IMD), kesehatan reproduksi, Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Gerakan masyarakat  hidup sehat (Germas).

2. Pelaksanaan kelas ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, dan Posyandu Balita 

3. Pemberian Tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja putri

4. Melakukan kunjungan rumah ibu hamil resiko tinggi dan kekurangan energi kronis  (KEK) serta balita bermasalah gizi.

5. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dengan KEK dan balita bermasalah gizi.

6. Pendampingan Asi Ekslusif

7. Melakukan inspeksi kesehatan lingkungan tempat pengolahan pangan (TPP)

8. Melaksanakan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kwalitas air di depot air minum

9. Melakukan Survey kualitas air minum rumah tangga

10. Melaksanakan pelayanan kesehatan calon pengantin

11. Pembinaan Kader kesehatan remaja (KRR) di sekolah

12. Pemberian Vitamin A pada Balita (6-59 bulan) di posyandu dan TK/Paud

Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi (stunting) balita, Kita ambil contoh di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring, ada beberapa faktor determinan yang mempengaruhi kejadian kasus stunting di wilayah Kecamatan Batang Tuaka, adalah sebagai berikut :

1. Tidak Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

Sebagian besar balita yang berisiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Sungai Piring  tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, yaitu hanya sebesar 21,5% yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Salah satu penyebabnya rendahnya imunisasi dasar lengkap yaitu kekhawatiran orang tua terhadap efek samping imunisasi. Ketidak kelengkapan imunisasi dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang bisa mempengaruhi status gizi dan pertumbuhan.

2. Terpapar Asap Rokok

Dari hasil audit kasus stunting di ketahui bahwa 86% balita stunting mendapatkan paparan asap rokok, dimana pada umunya orang tua balita lah yang merokok di rumah. Paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan memperburuk kondisi stunting dengan menurunkan daya tahan tubuh anak.

3. Tingkat Pendidikan orang tua  balita masih rendah 

Tingkat Pendidikan orang tua  balita masih rendah, dimana dari hasil audit stunting diketahui 87,8% orang tua balita memiliki kategori tingkat pendidikan yang rendah sehingga sehingga berdampak pada kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya nutrisi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat menghambat akses terhadap informasi kesehatan yang memadai.

4. Belum Mendapat MP ASI yang mengandung protein hewani

Banyak balita stunting belum mendapatkan MP-ASI yang memadai dan tidak mengandung protein hewani dimana hampir seluruh balita atau 85% MP-ASI yang diberikan orang tua tidak selalu mengandung protein hewani. MP-ASI yang tidak memadai bisa menyebabkan kekurangan gizi yang berkontribusi pada terjadinya stunting.

5. Pemahaman Tentang Stunting dan gizi seimbang yang masih kurang

Masih banyak orang tua yang tidak memahami pentingnya gizi seimbang dalam pola makan anak yang dapat memperburuk kondisi stunting, dimana di ketahui sebesar 87,8% ibu tidak memahami apa itu stunting, makanan bergizi seimbang dan juga bagaimana pola makan yang baik untuk anak.

6. Tidak Mendapat ASI Ekslusif

Sebagian besar anak stunting tidak mendapatkan ASI EKsklusif, dimana diketahui persentasenya sebesar 78,5% padahal ASI Eksklusif sangat penting untuk pertumbuhan optimal anak pada enam bulan pertama kehidupan.  Kebanyakan orang tua sudah memberikan madu, air putih atau pun susu formula pada anak sebelum anak berusia 6 bulan.

7. Tidak Memiliki Jamban Sehat

Ada anak yang tinggal dirumah tanpa jamban sehat, yang meningkatkan resiko infeksi dan memperburuk status kesehatan serta gizi anak, dimana sebesar 80% atau sebagian besar anak stunting tidak memiliki jamban yang sehat di rumah mereka.

8. Akses Air Bersih yang kurang

Kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi salah satu faktor memperburuk status gizi kesehatan balita, dimana sebesar 78,5% balita stunting tidak mendapatkan air bersih di rumah mereka, kebanyakan balita meminum air hujan hal ini dapat meningkatkan resiko terkena penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan.

9. Penyakit Kronis

Adanya balita dengan riwayat penyakit juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi stunting, karena penyakit kronis dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak. Dimana ada 5 orang balita (35,7%) memiliki penyakit bawaan kronis seperti PJB dan TBC.

Kejadian Stunting di Kecamatan Batang Tuaka sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor determinan, termasuk masih adanya balita tidak mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap, Paparan asap rokok, Kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang, stunting serta pola makan anak yang baik dan benar, pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dan tidak mengandung protein hewani, hingga faktor lingkungan seperti akses terhadap sanitasi dan air bersih. Upaya perbaikan status gizi balita memerlukan pendekatan holistik, termasuk edukasi kepada orang tua, perbaikan sanitasi lingkungan tempat tinggal anak, serta peningkatan gizi dan akses kesehatan.

Sedangkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Batang Tuaka antara lain :

1. Kegiatan audit stunting, kegiatan ini dilakukan oleh tim stunting UPT Puskesmas Sungai Piring dimana sebanyak 14 orang balita stunting seluruhnya sudah dilakukan audit stunting.

2. Kegiatan rujukan balita stunting ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit daerah. 12 dari 14 orang balita sudah di rujuk ke RSUD Puri Husada dan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis anak.

3. Seluruh balita stunting 14 orangnya sudah mendapatkan konseling gizi dan tumbuh kembang, serta konseling kesehatan lingkungan.

4. Penyuluhan ASI Eksklusif, IMD, Kespro, PHBS dan Germas di berbagai kegiatan seperti kelas ibu hamil, kelas ibu balita, Posyandu, sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.

5. Telah berjalannya kegiatan pemberian TTD pada ibu hamil dan remaja putri melalui kegiatan aksi bergizi di tingkat SMP/MTS dan SMA/MA di seluruh wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Piring

6. 100% balita stunting mendapatkan PMT berbasis pangan lokal dan juga PMT Susu

7. Melakukan kunjungan rumah ke seluruh rumah balita stunting dan balita yang memiliki masalah gizi seperti gizi kurang, berat badan kurang dan weight faltering serta memberikan konseling PMBA kepada orang tua balita.

8. Memberikan PMT pangan lokal dan PMT susu serta biskuit kepada ibu hamil beresiko KEK dan melakukan kunjungan rumah serta memberikan konseling.

9. Melakukan inspeksi kesehatan lingkungan baik di sekolah, tempat pengolahan pangan, rumah tangga, dan pemeriksaan kualitas air minum.

10. Memberikan pelayanan kesehatan kepada calon pengantin di KUA

11. Pemberian vitamin A dan obat cacing kepada anak dan balita.

Adapun inovasi program yang di lakukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting adalah program GANISA (Gerakan Nikah Sehat) dimana kegiatan ini bekerjasama dengan KUA Kecamatan Batang Tuaka. Pada kegiatan ini tim puskesmas akan turun ke KUA dan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, penyuntikan imunisasi TT dan pemberian tablet tambah darah.


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Dinkes Inhil: Melalui Posyandu Wujudkan Kesehatan Masyarakat Inhil Secara Menyeluruh

Dinas Inhil Tekankan Pentingnya Penjaringan Kesehatan untuk Anak Usia Pendidikan Dasar

Bupati Rohil Serahkan SK Pengangkatan P3K

Dipicu Kelangkaan Bahan, Harga Komoditas Kelapa Bulat Kembali Naik, Haji Herman Prihatin Kondisi Petani saat Ini

Analisis Data Pengukuran Stunting Kelurahan Kampung Baru Tahun 2022 - 2024

Pj Bupati Inhil Buka Lokakarya PPGP dan Kukuhkan Guru Penggerak

DP2KBP3A Taja Forum Koordinasi dalam Percepatan Stunting Tingkat Kabupaten di Aula Bappeda

Wakil Bupati Sampaikan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025, Dalam Rapat Paripurna DPRD Rohil

KNPI Inhil bersama OKP/Ormas dan Ormawa Se-Inhil Bersilaturahmi Sekaligus Sarapan Bersama Pj. Bupati Inhil Di Kediaman

Dinkes Inhil: Pentingnya Tablet Tambah Darah untuk Cegah Anemia pada Ibu Hamil

Dinas Penanaman Modal dan PTSP Inhil Terima Kunjungan Kerja dari Kampar

Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Wilayah UPT Puskesmas Sungai Piring

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 625 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 548 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved