Analisis Pengukuran Kasus Stunting di Kecamatan Pelangiran Tahun 2024
INHIL – Prevalensi stunting di Kecamatan Pelangiran menunjukkan tren yang beragam dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, tercatat 85 kasus stunting yang kemudian meningkat menjadi 92 kasus pada 2023. Namun, pada 2024, kasus stunting berhasil ditekan menjadi 61 kasus, mencerminkan adanya progres yang positif dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Dari 15 Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Pelangiran, sebagian besar wilayah mengalami peningkatan kasus stunting antara 2022 dan 2023. Namun, hampir setiap Desa/Kelurahan menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 2023 ke 2024. Hal ini menunjukkan bahwa program konvergensi dalam pencegahan stunting sudah membuahkan hasil, meskipun belum mencapai potensi maksimalnya. Diperlukan langkah-langkah komprehensif dan berkelanjutan untuk menekan angka stunting lebih signifikan di masa mendatang.
Berbagai intervensi dilakukan untuk menurunkan angka stunting, khususnya melalui peningkatan gizi dalam masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program-program yang dijalankan antara lain sosialisasi ASI eksklusif melalui kelas ibu hamil dan balita, pendampingan pemberian MP-ASI, pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), serta pemberian mikro nutrient seperti Taburia dan vitamin A pada balita. Selain itu, program inovatif PENCETIN (Pelangiran Cegah Stunting) dari UPT Puskesmas Pelangiran juga menjadi salah satu terobosan dalam upaya pencegahan stunting di kecamatan ini.
Tantangan Akses dan Perilaku
Meski upaya penurunan stunting telah membuahkan hasil, masih terdapat beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait akses air bersih dan sanitasi. Beberapa desa di Kecamatan Pelangiran masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan air bersih dan sanitasi yang layak, di mana perilaku masyarakat terhadap penggunaan jamban masih menjadi masalah.
Selain itu, perilaku merokok di rumah juga mempengaruhi kondisi kesehatan balita, serta masih rendahnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur. Padahal, intervensi ini penting untuk menyiapkan remaja putri agar menjadi calon pengantin yang sehat, sehingga saat memasuki masa kehamilan mereka dapat melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari risiko stunting.
Peran Lintas Sektor dalam Pencegahan Stunting
Untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di Kecamatan Pelangiran, Pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari berbagai lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah desa/kelurahan dengan Puskesmas dan instansi terkait perlu ditingkatkan guna memastikan upaya penanggulangan stunting dapat dilakukan secara terintegrasi.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kasus stunting di Kecamatan Pelangiran dapat terus ditekan dan generasi yang akan datang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari masalah stunting.

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Gelar Sosialisasikan Pelayanan Kesehatan Bergerak
Kadis Penanaman Modal PTSP Inhil Rapat Identifikasi Pemanfaatan Kawasan Hutan, Ikhtiar Permudah Pelaku Investasi
Kepala DP2KBP3A Bersama Forum Genre dan Anak, Kunjungi Kediaman Bupati Inhil
Identifikasi Wabah Malaria di Kuala Selat, Tim Kesehatan Gelar Mass Blood Survey
PJ Bupati Gelar Acara Silaturrahmi bersama Jurnalis Indragiri Hilir
Dinkes Inhil Dorong Tingkatkan Kesehatan Bayi Melalui Skrining Hipotiroid Kongenital
Puskesmas Sungai Piring Lakukan Skrining Dampak Rokok pada Siswa SMP Negeri 1 Batang Tuaka
PJ. Bupati Dampingi Deputi Kemenko Marves Tinjau Beberapa Potensi Indragiri Hilir
Dinkes Inhil Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan Berkualitas bagi Anak Usia Pendidikan Dasar
PKM Sungai Piring Pastikan ODGJ Dapat Pelayanan Kesehatan
Persiapan Sudah 100 Persen, HPN 2025 di Riau Siap Dilaksanakan
Pada Rapat Paripurna Pelantikan, Anggota DPRD Rohil Terpilih Dengarkan Pidato Mendagri