• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh
  • Inhil

Pekanbaru Dan Mindset Ibukota

Redaksi Exc.

Ahad, 04 Agustus 2024 12:41:27 WIB
Cetak

 

Oleh Ust. Markarius Anwar

Marwahrakyat.com, Bulan lalu, 23 Juni, Kota Pekanbaru mengenang hari jadi yang ke-240. Di usia tadi asa, cita dan tuntutan bertambah. Terutama dari masyarakatnya. Apalagi Pekanbaru sudah menjelma menjadi kota modern, besar dan masuk jajaran kota terdepan di Indonesia (metropolitan). Pemerintah mendefinisikan kawasan metropolitan sebagai aglomerasi perkotaan yang perencanaan tata ruangnya diprioritaskan menimbang berperan penting bagi kepentingan negara. Sekedar informasi, saat ini terdapat 20 kota metropolitan di Indonesia yang diakui oleh Pemerintah. Prospek tidak berhenti disitu. Kami menilai, Pekanbaru berpeluang melangkah menuju level teratas. Mengingat populasinya yang kosmopolitan dan secara geografis sangat strategis di tengah Sumatra. Secara sumber daya, Kota Pekanbaru dikaruniai anugerah luar biasa untuk menjadi gerbang perekonomian Indonesia, terkhusus di Sumatera bagian barat dan utara serta lintas negara. Berangkat dari nilai potensial, Pekanbaru tak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lawas. Perlu kepemimpinan yang mempu menghadirkan perubahan pendekatan dan kebijakan.  

Memang problematika khas perkotaan masih ditemukan. Paling klasik seperti banjir dan penanganan sampah. Di luar itu seputar layanan publik yakni pendidikan, administrasi dan kependudukan serta keluhan infrastruktur jalan. Teruntuk disebut belakangan, Pekanbaru beberapa kali trending topic pemberitaan nasional dan viral di jagad maya. Sampai-sampai warga berinisiatif memperbaiki sendiri jalan yang rusak. Di sektor pendidikan serupa. Pekanbaru salah satu kabupaten/kota paling banyak menyumbang masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Riau. Pemicunya kesenjangan sarana pendidikan berupa sekolah negeri. Kekurangan bukanlah aib. Keluhan dan protes warga taraf wajar. Konsekuensi logis meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pekanbaru. Bahkan IPM Kota Pekanbaru pernah tertinggi se-nasional di tahun 2020. Tingginya tuntutan warga semestinya pelecut semangat mencapai prestasi lebih hebat lagi. Kuncinya komitmen dan kemampuan manajerial. Dimulai penguatan SDM prima dan berkompeten. Karena melayani warga perkotaan memerlukan insan-insan handal. Unsur mendasar yang menjadi perhatian kami. 

Kolaborasi 

Sampai saat ini daya tarik Pekanbaru belum sirna. Pesatnya aktivitas perdagangan dan jasa terkemuka, pusat pendidikan, rujukan kesehatan serta paling utama pusat pemerintahan provinsi, plus ketersediaan infrastruktur lebih baik ibarat gula dan semut. Menarik orang berbondong-bondong datang ke Pekanbaru. Fenomena yang memicu perpindahan dan konsentrasi penduduk. Di satu sisi mendatangkan keberkahan, namun sisi lain menuai dampak multidimensional jika tanpa strategi dan perencanaan mumpuni. Posisi kian strategis seiring koridor pusat ekonomi yang direncanakan dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yaitu koridor Pekanbaru dan koridor Batam. Mengacu pada peran pentingnya, kepemimpinan ke depan harus bisa melihat dari multi perspektif. Bukan semata memandang Pekanbaru milik warga berdomisili di situ. Menimbang status sebagai ibukota provinsi, Pekanbaru mendapat tempat spesial di hati masyarakat Riau umumnya. Seumpama seorang ibu yang punya sifat penyayang, membawa harmoni dan merekatkan sesama anggota keluarga agar tetap bersatu; Role model dan rela berkorban. Sifat inilah dipakai sebagai paradigma menata dan mengelola Pekanbaru. Disamping membahagikan warganya, juga dapat dirasakan manfaat dan kehadirannya oleh kabupaten/kota lain di Riau. Percuma ibukota kalau pola pikir dibatasi ruang administratifnya. 

Setakad ini, sudah lahir gagasan coba mensinergikan Pekanbaru dalam bentuk kerjasama antar daerah. Diantaranya tertuang melalui agenda semisal pengembangan kawasan Pekansikawan (Pekanbaru-Siak-Kampar-Pelalawan) yang bahkan sudah terangkum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau. Adapun objek kesepakatan meliputi: bidang sosial budaya, bidang sosial ekonomi, bidang tata ruang dan lingkungan hidup, dan bidang sarana dan prasarana. Melalui pola sinergitas antar wilayah diharapkan akan berbuah efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, mengakselerasi pengembangan wilayah yang berbatasan, pengelolaan potensi daerah dengan prinsip saling menguntungkan berbasis keunggulan dan potensi masing-masing daerah yang ujungnya berdampak bagi kepentingan masyarakat di masing-masing kabupaten/kota. Tinggal sekarang realisasi dan mengembangkan supaya muncul keterpaduan lainnya. 

Kue Ekonomi 

Bicara tentang pengembangan, layak diketengahkan bagaimana sinergitas dimaksud dapat lebih progresif. Daerah selain Pekanbaru tidak lagi diistilahkan daerah penyangga. Sebab, istilah daerah penyangga seringkali dipahami ada daerah inti selaku aktor utama sementara yang lain cuman pendukung. Yang kita inginkan adalah kolaborasi. Proporsional dan berkeadilan. Dengan begitu, output pola kerjasama dibangun mengalirkan kesejahteraan ke kabupaten/kota lain. Terlebih selama pandemi Covid, terjadi perubahan arus perpindahan penduduk. Hasil analisis data Susenas sejak 2021 menunjukkan tren dimana kota-kota besar justru menjadi penyumbang terbesar arus migrasi ke daerah-daerah. Fenomena barusan menarik dicermati mengingat selama ini kota dianggap tujuan pendatang. Beberapa penyebab migrasi dari kota-kota besar ke daerah sekitar antara lain: kepadatan penduduk kota-kota utama demikian tinggi dan bikin ”jenuh”, sulitnya memperoleh pekerjaan dan arus PHK meningkat efek pandemi, harga lahan dan kebutuhan pokok mahal dan lain-lain.

Perubahan tren migrasi mesti dipandang sebuah keuntungan dan modal berharga dalam upaya membangun sinergitas dan kerjasama antara Pekanbaru dan kabupaten/kota. Sehingga daerah-daerah tidak hanya bisa mengoptimalkan keunggulan yang dimiliki melalui kerangka kerjasama, tapi juga memperkuat ekonomi daerahnya. Sejalan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota, maka arus migrasi ke kota berkurang. Keuntungan lain dibalik rendahnya migrasi ke kota, pemerataan ekonomi daerah dapat diakselerasi. Arus migrasi ke kota justru membuat daerah yang ditinggal makin tertinggal. Karena aset berharga pembangunan ialah manusia. Larinya SDM potensial dari desa ke kota menyebabkan desa mengalami brain drain. Disinilah maksud Pekanbaru memainkan peran layaknya sosok seorang “ibu” yang membesarkan “anak-anaknya”. Membagi kue ekonomi agar dapat dinikmati oleh kabupaten/kota lainnya. Tulisan ini bukan bermaksud meminta perlakuan istimewa pembangunan di Pekanbaru. Terlebih masih banyak kabupaten lain di Riau butuh pemerataan pembangunan. Namun keinginan utamanya pembaharuan mindset. Kacamata kepemimpinan melihat Pekanbaru tak sebatas kepentingan wilayah saja. Tapi diarahkan memperkuat Riau secara umum. Dengan demikian, label ibukota yang melekat dapat dirasakan secara luas. 

MARKARIUS ANWAR, ST, M.ARCH

KETUA KOMISI III DPRD PROVINSI RIAU 

BACALON WAKIL WALIKOTA PEKANBARU


 Editor : FL

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pendapat Berbeda Dua Politisi DPRD Terkait Dana Cadangan BUMD Tuah Sekata

Sinergi Masyarakat Desa Balung Dan Satgas TNI TMMD Membangun 5 Jembatan Penghubung

Fitrah Manusia dan Etos Kerja Menuju Sukses

Kementerian Pariwisata Sosialisasikan Program Homestay Desa Wisata di Tana Toraja

Pemilu Turki: Kemenangan Petahana, Kekalahan Lembaga Survei

TUAN GURU SAPAT DAN KEMAJUAN PENDIDIKAN DI INDRAGIRI HILIR (Tulisan untuk menyambut Haul Tuan Guru Sapat Ke-85)

Said Abdul Azis: Ba'da Workshop Jurnalis, Penyuluh Makin Lihai Buat Artikel

Habib Aboe: Politisi PKS: Jangan Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye

Westernisasi: Ancaman yang Terlupa

Turun Gunung dari Senayan, Lewati Jerambah dan Tumpangi Speedboat! Simak Napaktilas Ustadz Sahrul di Negeri Seribu Parit

Kegiatan Babinsa Koramil 09/Lgm Jalin Komsos Bersama Mahasiswa KKN Unri

Mengukir Sejarah dan Mempengaruhi Perubahan

Terkini +INDEKS

Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

18 Mei 2026
Kwarcab Inhil Matangkan Persiapan Seleksi Jamnas XII 2026
15 Mei 2026
Kejar Kemandirian Fiskal, Ahmad Tarmizi Instruksikan Anggota DPRD Fraksi PKS se-Riau Bantu Pemda Gali Potensi PAD
15 Mei 2026
Sambangi Pengadilan Negeri Tembilahan, KNPI Inhil: Kita Perkuat Literasi Hukum Pemuda Dan Masyarakat
11 Mei 2026
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
11 Mei 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
11 Mei 2026
Hadiri Kegiatan Penunjukan Duta Anti Narkoba dan Revitalisasi Kampung Tangguh, Mahmudin: Ini Bukti Kongkret Polres Inhil Dalam Memberantas Peredaran Narkotika
09 Mei 2026
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
08 Mei 2026
Penjaskesrek Unisi MoU dengan SSB Bina Mandiri, Kembangkan Sepakbola Berbasis Akademis
08 Mei 2026
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
07 Mei 2026

Terpopuler +INDEKS


Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

Dibaca : 368 Kali
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
Dibaca : 680 Kali
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
Dibaca : 349 Kali
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
Dibaca : 502 Kali
UMKM Binaan KDMP Karya Tunas Jaya Mengikuti Pelatihan PKP Dinkes Inhil
Dibaca : 364 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved