• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Tokoh
  • Inhil

Westernisasi: Ancaman yang Terlupa

Redaksi Exc.

Selasa, 23 Maret 2021 19:59:14 WIB
Cetak

Oleh : Ramdani (HMI Cab Tembilahan)

Marwahrakyat.com, Tembilahan-Tema tentang Westernisasi saat ini begitu jarang diangkat dipermukaan, hal ini berbeda pada saat awal-awal teknologi itu hadir dan berkembang, sikap alergi dan pobia teknologi begitu jelas tampak di wajah-wajah terutama para tokoh adat dan agama, karena akan mengancam sistem budaya serta tatanan nilai agama yang ada dan dianut di tengah masyarakat yang diyakini sistem budaya dan agama itu  akan dapat menjaganya dari segala macam kesalahan dan menghantarkannya pada hidup yang lebih bahagia dan bermakna. Oleh karena itu segala yang ada harus dipertahankan dan segala pengaruh harus diatasi.
Westernisasi atau juga dikenal oksidentalisasi adalah sebuah proses dimana pola kehidupan masyarakat yang rentan meniru gaya dan budaya hidup barat, seperti cara berpakaian, tingkah laku yang tidak sesuai dengan kultur dan agama yang kita anut. Menurut Elly M. Setiadi (2020) westernisasi adalah proses pengambil alihan unsur-unsur kebudayaan barat secara membabi buta tanpa pertimbangan apakah unsur kebudayaan itu sesuai dengan kultur bangsa sendiri. Namun bagi penulis, jika westernisasi dipahami sebagai sebuah pengaruh budaya luar yang melampaui etika dan moral, pada hari ini tentu tidak hanya  sistem budaya barat saja yang mengandung unsur negatif bagi paham dan budaya kita, tetapi juga budaya negara bagian lainya. Oleh karena itu konsep westernisasi bagi penulis indentik dengan pengaruh budaya barat namun tidak hanya tunggal dari Barat saja dengan kata lain variabel pengaruh itu lebih luas.
Pentingnya tema ini dibahas adalah untuk meriview kembali semangat untuk menjaga dan mencintai sistem budaya lokal yang diyakini mampu hadirkan tatanan hidup masyarakat dan generasi yang lebih bermakna dan bahagia. Jika diabaikan, tentu akan berimbas terhadap tatanan nilai-nilai kehidupan generasi sekaligus akan berdampak pada cara pandang dan prilaku perilaku akan mempengaruhi cara hidup yang akan juga mentukan perkembangan dan kemajuan bangsa kita kedepan yangkemungkinan hidup tidak lagi berjalan sesuai dengan jati diri dan identitas kebangsaan.
Secara umum saluran pengaruh positif negatifnya perkembnagan teknologi mulai dari era revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap, yang dapat digunakan berbagai macam kegiatan seperti transportasi, mesin tenun mekanis dan lain-lain. Kemudian masuk pada era revolusi industri 2.0 merupakan kelanjutan dari era 1.0 yaitu efesinsi dalam memproduksi terutama masalah logistik, listrik dan transpirtasi semakin efesien. Masuk era revolusi industri 3.0 dimana peran manusia mulai berkurang digantikan dengan mesin pintar berteknologi khusus dan bisa memprediksi dan membuat keputusan sendiri seperti hadirnya komupter yangbegitu membuat sistem kerja menjadi simple. Seterusnya masuk era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan era digital dan internet. Kemajuan ini membuat semua jendela dunia menjadi terbuka lebar tanpa sekat dan batas. 
Melihat ketidak mampuan masyarakat kita dalam menyaring cara dan gaya hidup seperti penggunaan media, mengutip studi kasus dari Catatan Riau.com fenomena tiktok di kalangan remaja diterangkan akhir-akhir ini Indonesia digemparkan oleh aplikasi tiktok mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa. Tiktok dibuat untuk menjadi media kreatifitas anak muda menjadi bagian dari revolusi konten. Sayangnya tujuan ini belum sampai pada kalangan muda di Indonesia. Penggunaan tiktok di Indonesia banyak sekali disalah gunakan seperti, penampilan tiktok di Indonesia cenderung tidak sopan bahkan ada yang sampai melecehkan. Fenomena  tiktok dikalangan remaja ini tentu saja harus menjadi perhatian khusus oleh orang tua. Jangan fenomena ini menyebabkan prestasi belajar menurun. Tiktok sebenarnya positif jika digunakan sebagai ajang untung berkreasi, berimajinasi, atau memperluas jaringan pertemanan. Belum lagi kemudahan dalam mengakses berbagai macam konten internet tanpa batas.
Sehingga dampak negatif Westernisasi teru menguat sementara filter pengetahuan dan nilai berkurang. Diantara pengaruh itu adalah; pertama, Perubahan perilaku, kedua perubahan cara dan pola pergaulan yang sangat memprihatinkan, bahkan terkesan tanpa batasan sehingga menyebabkan permasalahan seks bebas, penggunaan alkohol, dan penggunaan obat terlarang. Ketiga, Gaya berpakaian, seperti rok mini, celana jeans sobek, rambut yang diberikan warna-warni. Keempat, segi gaya hidup, masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup praktis seperti menggemari makanan siap saji yang secara kesehatan juga tidak tidak baik untuk badan. Kelima, Lunturnya budaya gotong royong, budaya gotong royong merupakan watak khas bangsa Indonesia yang hidup penuh rasa kebersamaan. Saat ini sikap individualis begitu meningkat mendegradasi semangat kebersamaan itu sehingga kepedulian sosial juga tergerus secara tajam.
Dari paparan persoalan yang begitu mengancam ini, menurut penulis perlu perhatian lebih dari berbagai lini dalam upaya menanggulangi agar pengaruh westernisasi diatas tidak semakin berlarut-larut merasuk pada kehidupan generasi. Oleh karena itu memahami pola pengaruh yang begitu terbuka yaitu teknologi tentu sulit dibendung. Namun harus ada upaya konkrit secara komprehensif baik pada lingkungan keluarga, sekolah maupun sistem masyarakat, seperti di desa memperhatikan remaja mengkanalnya pada kegiatan di masji-masjid sebagai wadah edukasi ke-islaman. Sangat penting sekali menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai benteng dari dampak westernisasi ini, disisi lain juga sistem adat dan kebiasaan setempat juga perlu diperkuat agar keaslian sikap sebagai anak bangsa yang selalu bangga dengan kultur sendiri itu terbangun ke dalam jiwa. Apalagi di beberapa desa di kabupaten Indragiri Hilir akan mengadakan Pemilihan kepala desa, maka ini menjadi komitmen bagi kepala desa terpilih nantinya untuk merawat dan menjaga generasi muda dengan kebijakan yang akan ia buat baik itu pendekatan agama maupun budaya serta pendidikan. 
Terakhir, perhatian orang tua sangatlah penting dalam membimbing anaknya agar anak tidak salah jalan dan agar menjadi anak yang lebih baik lagi. Orang tua juga harus mengontrol aktifitas anak ketika bermain gadget, bahkan membuat kesepakatan tentang penggunaan gadget. Kemudian, mengalihkan aktifitasnya mungkin dengan berbicara dari hati ke hati dan mengajak main bersama. Inilah sepercik pikiran sebagai bentuk kekhawatiran dan kepedulian terhadap ancaman westernisasi yang akan menghilangkan keaslian diri kita.


 Editor : P.a

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Seruan dari Seorang Muslim Uighur kepada Umat Islam

Pudarnya Republikanisme pada Preferensi Demokrasi Indonesia

Hidup ini Nggak Selamanya Dhuha

Mengukir Sejarah dan Mempengaruhi Perubahan

FORMASI Riau Ingatkan Tim Seleksi Perusda Rohul Jaya Syarat Integritas Ditambahkan Sesuai Permendagri

SBNC Tolak Laporan Keuangan PD Dana Amanah Pelalawan

Do'a Untuk Presiden Riau Merdeka!

Mendukung Kegiatan TMMD Ke 105 Kodim 0313/ KPR Danramil 09/Langgam Beri Materi Pembekalan Anggota Satgas Karhutla

Bola Panas Pemecatan Mantan Dirut BUMD Tuah Sekata Yang Akan Menggugat Ke PTUN!

Tidak Diberi Uang, Diduga YFA Menggugat PSJ

Kegiatan Babinsa Koramil 09/Lgm Jalin Komsos Bersama Mahasiswa KKN Unri

Wacana Penghapusan Pertalite: Dampak dan Pertimbangan

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu

Dibaca : 408 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 238 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 927 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 335 Kali
Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan
Dibaca : 1183 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved