• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh
  • Inhil

Westernisasi: Ancaman yang Terlupa

Redaksi Exc.

Selasa, 23 Maret 2021 19:59:14 WIB
Cetak

Oleh : Ramdani (HMI Cab Tembilahan)

Marwahrakyat.com, Tembilahan-Tema tentang Westernisasi saat ini begitu jarang diangkat dipermukaan, hal ini berbeda pada saat awal-awal teknologi itu hadir dan berkembang, sikap alergi dan pobia teknologi begitu jelas tampak di wajah-wajah terutama para tokoh adat dan agama, karena akan mengancam sistem budaya serta tatanan nilai agama yang ada dan dianut di tengah masyarakat yang diyakini sistem budaya dan agama itu  akan dapat menjaganya dari segala macam kesalahan dan menghantarkannya pada hidup yang lebih bahagia dan bermakna. Oleh karena itu segala yang ada harus dipertahankan dan segala pengaruh harus diatasi.
Westernisasi atau juga dikenal oksidentalisasi adalah sebuah proses dimana pola kehidupan masyarakat yang rentan meniru gaya dan budaya hidup barat, seperti cara berpakaian, tingkah laku yang tidak sesuai dengan kultur dan agama yang kita anut. Menurut Elly M. Setiadi (2020) westernisasi adalah proses pengambil alihan unsur-unsur kebudayaan barat secara membabi buta tanpa pertimbangan apakah unsur kebudayaan itu sesuai dengan kultur bangsa sendiri. Namun bagi penulis, jika westernisasi dipahami sebagai sebuah pengaruh budaya luar yang melampaui etika dan moral, pada hari ini tentu tidak hanya  sistem budaya barat saja yang mengandung unsur negatif bagi paham dan budaya kita, tetapi juga budaya negara bagian lainya. Oleh karena itu konsep westernisasi bagi penulis indentik dengan pengaruh budaya barat namun tidak hanya tunggal dari Barat saja dengan kata lain variabel pengaruh itu lebih luas.
Pentingnya tema ini dibahas adalah untuk meriview kembali semangat untuk menjaga dan mencintai sistem budaya lokal yang diyakini mampu hadirkan tatanan hidup masyarakat dan generasi yang lebih bermakna dan bahagia. Jika diabaikan, tentu akan berimbas terhadap tatanan nilai-nilai kehidupan generasi sekaligus akan berdampak pada cara pandang dan prilaku perilaku akan mempengaruhi cara hidup yang akan juga mentukan perkembangan dan kemajuan bangsa kita kedepan yangkemungkinan hidup tidak lagi berjalan sesuai dengan jati diri dan identitas kebangsaan.
Secara umum saluran pengaruh positif negatifnya perkembnagan teknologi mulai dari era revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap, yang dapat digunakan berbagai macam kegiatan seperti transportasi, mesin tenun mekanis dan lain-lain. Kemudian masuk pada era revolusi industri 2.0 merupakan kelanjutan dari era 1.0 yaitu efesinsi dalam memproduksi terutama masalah logistik, listrik dan transpirtasi semakin efesien. Masuk era revolusi industri 3.0 dimana peran manusia mulai berkurang digantikan dengan mesin pintar berteknologi khusus dan bisa memprediksi dan membuat keputusan sendiri seperti hadirnya komupter yangbegitu membuat sistem kerja menjadi simple. Seterusnya masuk era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan era digital dan internet. Kemajuan ini membuat semua jendela dunia menjadi terbuka lebar tanpa sekat dan batas. 
Melihat ketidak mampuan masyarakat kita dalam menyaring cara dan gaya hidup seperti penggunaan media, mengutip studi kasus dari Catatan Riau.com fenomena tiktok di kalangan remaja diterangkan akhir-akhir ini Indonesia digemparkan oleh aplikasi tiktok mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa. Tiktok dibuat untuk menjadi media kreatifitas anak muda menjadi bagian dari revolusi konten. Sayangnya tujuan ini belum sampai pada kalangan muda di Indonesia. Penggunaan tiktok di Indonesia banyak sekali disalah gunakan seperti, penampilan tiktok di Indonesia cenderung tidak sopan bahkan ada yang sampai melecehkan. Fenomena  tiktok dikalangan remaja ini tentu saja harus menjadi perhatian khusus oleh orang tua. Jangan fenomena ini menyebabkan prestasi belajar menurun. Tiktok sebenarnya positif jika digunakan sebagai ajang untung berkreasi, berimajinasi, atau memperluas jaringan pertemanan. Belum lagi kemudahan dalam mengakses berbagai macam konten internet tanpa batas.
Sehingga dampak negatif Westernisasi teru menguat sementara filter pengetahuan dan nilai berkurang. Diantara pengaruh itu adalah; pertama, Perubahan perilaku, kedua perubahan cara dan pola pergaulan yang sangat memprihatinkan, bahkan terkesan tanpa batasan sehingga menyebabkan permasalahan seks bebas, penggunaan alkohol, dan penggunaan obat terlarang. Ketiga, Gaya berpakaian, seperti rok mini, celana jeans sobek, rambut yang diberikan warna-warni. Keempat, segi gaya hidup, masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup praktis seperti menggemari makanan siap saji yang secara kesehatan juga tidak tidak baik untuk badan. Kelima, Lunturnya budaya gotong royong, budaya gotong royong merupakan watak khas bangsa Indonesia yang hidup penuh rasa kebersamaan. Saat ini sikap individualis begitu meningkat mendegradasi semangat kebersamaan itu sehingga kepedulian sosial juga tergerus secara tajam.
Dari paparan persoalan yang begitu mengancam ini, menurut penulis perlu perhatian lebih dari berbagai lini dalam upaya menanggulangi agar pengaruh westernisasi diatas tidak semakin berlarut-larut merasuk pada kehidupan generasi. Oleh karena itu memahami pola pengaruh yang begitu terbuka yaitu teknologi tentu sulit dibendung. Namun harus ada upaya konkrit secara komprehensif baik pada lingkungan keluarga, sekolah maupun sistem masyarakat, seperti di desa memperhatikan remaja mengkanalnya pada kegiatan di masji-masjid sebagai wadah edukasi ke-islaman. Sangat penting sekali menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai benteng dari dampak westernisasi ini, disisi lain juga sistem adat dan kebiasaan setempat juga perlu diperkuat agar keaslian sikap sebagai anak bangsa yang selalu bangga dengan kultur sendiri itu terbangun ke dalam jiwa. Apalagi di beberapa desa di kabupaten Indragiri Hilir akan mengadakan Pemilihan kepala desa, maka ini menjadi komitmen bagi kepala desa terpilih nantinya untuk merawat dan menjaga generasi muda dengan kebijakan yang akan ia buat baik itu pendekatan agama maupun budaya serta pendidikan. 
Terakhir, perhatian orang tua sangatlah penting dalam membimbing anaknya agar anak tidak salah jalan dan agar menjadi anak yang lebih baik lagi. Orang tua juga harus mengontrol aktifitas anak ketika bermain gadget, bahkan membuat kesepakatan tentang penggunaan gadget. Kemudian, mengalihkan aktifitasnya mungkin dengan berbicara dari hati ke hati dan mengajak main bersama. Inilah sepercik pikiran sebagai bentuk kekhawatiran dan kepedulian terhadap ancaman westernisasi yang akan menghilangkan keaslian diri kita.


 Editor : P.a

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Dr. H. Sahruddin Yakin Harlah PPP dan Resolusi 2021 Jadi Momentum untuk Umat Islam

Fitrah Manusia dan Etos Kerja Menuju Sukses

Tokoh Masyarakat Apresiasi Akan Dilaksanakannya Seminar AMDAL di Pelalawan

Dandim 0313/KPR, Cek Kesiapan Sasaran TMMD 105 Di Desa Balung

Perihatin Terhadap Dampak Linkungan, Pelalawan Pos Gelar Seminar AMDAL dengan Aktivis

KPK Usut Green House SYL

APDESI:Kekompakan Para Kades Se-Inhil Beri Empati Sambung Rasa Untuk Almarhum Wayan Diana Kades Sekara

Nyimak Alasan Haji Herman Maju Pilkada Inhil

Zulhafendi : Peringatan Hari Besar Islam Jadi Momentum Persatuan

Generasi Anti Cemas: Teknologi Telah Menjajah Kita

Said Abdul Azis: Ba'da Workshop Jurnalis, Penyuluh Makin Lihai Buat Artikel

DLH Pelalawan Terkesan Pandang Enteng Surat FORMASI RIAU

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 624 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved