Dinkes Inhil: Peran Keluarga Sangat Penting Dalam Mencegah Stunting
INHIL - Keluarga merupakan fondasi pertama dalam mencegah Stunting. Keterlibatan mereka sangat vital karena pengaruh awal ini menentukan fondasi kesehatan anak-anak di masa depan. Mereka adalah yang pertama kali menyaksikan perkembangan janin, bayi, maupun balita.
Stunting bukan sekadar masalah kesehatan fisik semata, tetapi juga mempengaruhi kemampuan intelektual dan produktivitas anak di kemudian hari. Dampaknya bisa berlanjut hingga ke generasi berikutnya. Hal ini menjadi tantangan serius dalam membangun Indonesia Emas 2045 yang kita idamkan.
Stunting disebakan karena kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Penyebab lainnya antara lain karena salah dalam pola asuh, lingkungan yang buruk seperti rumah yang tidak higienis, sanitasi air kurang baik, minim air bersih, dan jamban yang kurang layak.
Hal-hal tersebutlah yang kemudian berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, maka keluarga memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam memberikan praktik pengasuhan yang baik dan menciptakan lingkungan sanitasi yang memenuhi standard kesehatan.
Gejala stunting sendiri antara lain, anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, dan pertumbuhan tulang tertunda.
Masalah stunting tidak dapat kita anggap remeh, karena dampaknya berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas generasi penerus bangsa ini.
Dampak jangka pendek stunting meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.
Keluarga berperan penting mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya.
Upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari masa sebelum kehamilan. Rencanakan dengan baik kehamilan yang diinginkan oleh calon orangtua, memastikan gizi ibu hamil tercukupi, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan gizi seimbang serta pemeriksaan selama kehamilan.(Adv)

Berita Lainnya
Helfi Irwandi Nakhodai Kadin Siak Periode 2023-2028, Edi Indra Sampaikan Dukungan
Ajukan Pengunduran Diri, HM Wardan Tetap Jabat Bupati
Dinkes Inhil: Imunisasi Kunci Perlindungan Anak Sejak Dini
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Inhil Terima Kunjungan Kerja dari Kampar
Antusias Warga Desa Sungai Rawa Saat Mengikuti Posyandu Balita
Rapat Paripurna DPRD ke- 5, Penyampaian Rekomendasi LKPJ Bupati Inhil
Kadis P2KBP3A Inhil Harap Forum Anak Jadi Wadah Perlindungan Hak-hak Anak
Budayawan Erros Djarot: Saya Kira Orang Pers Sudah Tidak Punya Nyali
Pj Bupati Inhil Herman Nobar Bersama Masyarakat Dukung Kesebelasan Timnas U23
Tekan Stunting! DP2KBP3A Sebar Tim Pendamping ke Desa dan Kelurahan
Dinkes Inhil Imbau Pentingnya Pencegahan Polio untuk Masyarakat
UPT Puskesmas Sungai Piring Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Desa Gemilang Jaya