• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Tokoh

Merdeka! atau Riau dijajah!

Do'a Untuk Presiden Riau Merdeka!

Redaksi

Jumat, 31 Mei 2019 00:47:03 WIB
Cetak
Prof. Dr. Tabrani Rab, Presiden Riau Merdeka genap 77 tahun terbaring di tempat tidur khususnya. (foto.cakaplah.com)

MarwahRakyat.com, PEKANBARU - Presiden Riau Merdeka itu kini terbaring tak berdaya. Sudah hampir satu tahun, Prof. Dr. Tabrani Rab hanya bisa berbaring di tempat tidur khusus. Kondisinya makin hari semakin melemah. Dia hanya makan dan minum melalui infus cairan lewat hidung. Kesadarannya kadang muncul. Namun sehari-hari lebih banyak tak ingat apa-apa dan tak kenal siapa siapa.

Beberapa waktu lalu, sebelum kesadarannya hilang, berpuluh tahun Tabrani Rab menjadi satu satunya anak Melayu Riau yang menjadi dokter ahli paru paru dan memiliki rumah sakit sendiri. Jika ada masyarakat dari seluruh pelosok Riau yang sakit, kalau punya uang; bayarlah! Tapi jika tak ada uang, boleh pulang tanpa membayar sepeserpun alias gratis.

Tabranilah yang menggagas berdirinya dua Fakultas Kedokteran di Riau. Satu Fak. Kedokteran Universitas Riau dan satunya lagi Fak. Kedokteran Universitas Abdurrab. Diapun memiliki dua Rumah Sakit (Klinik) yang diberinama Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Rab.

TERKAIT
  • Diujung Tanduk Tim Pansel Rapat Ambil Keputusan Cabut SK Dirut BUMD Pelalawan
  • Tumbal
  • Bupati Harris Perintahkan Inspektorat Riksa dan Evaluasi Proses Seleksi Direktur BUMD yang Dipecat?

Selain jadi dokter dan Guru Besar di Universitas Riau, Tabrani Rab adalah seorang tokoh pemberani yang dimiliki tanah Melayu. Dia pernah mengajak seluruh orang Riau untuk memerdekakan diri lepas dari Pemerintahan Republik Indonesia. "Kita sudah terlalu lama dizalimi pemerintah pusat. Kita selalu saja miskin, padahal kita daerah yang kaya. Kekayaan alam Riau diangkut ke pusat dan kita tak dapat apa-apa. Saatnya kita mandiri. Saatnya Riau Merdeka," begitu dia mengajak masyarakat, meski tak semua orang memperdulikan ajakannya.

Tapi Tabrani tak berputus asa. Dia terus bergerak, bergerak terus, berjuang dan berjuang. Dia menuliskan konsep Riau merdeka melalui buku; Menuju Riau yang Berdaulat, setebal 266 halaman. Dia juga membuat pernyataan di berbagai tempat dalam seminar, diskusi, dialog dan sebagainya, jika Riau Merdeka, maka negeri ini akan terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. Negeri ini juga akan lebih kaya dan makmur ketimbang Brunai Darussalam. Sebagai puncaknya, Tabrani Rab didampingi sejumlah aktivis mahasiswa dan beberapa tokoh masyarakat yang sejalan dengannya, membacakan deklarasi Riau Merdeka.

Berikut petikan deklarasi itu: "Sudah lebih setengah abad kami menggantungkan hidup pada republik ini. Selama itu pula minyak kami dijarah. Tak setitik pun menetes di tanah kami. Sungai dan tanah kami tak lagi memberi hidup karena polusi. Sudah lebih seperempat abad tanah kami dijarah sebagai konspirasi pusat dan konglomerat. Maka hari ini, kami putuskan untuk mementukan nasib kami sendiri. Kami telah mulai menukilkan sejarah kami dalam lembaran yang baru akan hak-hak kami, indentitas dan tradisi kami dengan jalan damai. We are beginning to think, we are writing the new chapter of history, to demmand our right, take on our duties, and defend our identity and our tradition, with peace." (Pekanbau 15 Maret 1999).

Deklarasi Riau Merdeka ini sempat membuat Pemerintah Pusat bergetar. Bahkan beberapa tokoh Riau, termasuk Tabrani, bolak balik diperiksa aparat, karena dinilai makar dan melawan pemerintah yang sah. Tapi akhirnya, getaran itu, hanya mengguncang sekejap saja. Sebab, hari hari berikutnya, beberapa orang "melacurkan" diri dan menghadap Presiden RI dengan mengatakan bahwa Tabrani Rab sudah gila. Tabrani hanya mencari sensasi dan uang. Tutup saja mulutnya dengan uang, maka selesailah persoalan Riau Merdeka itu. Astaghfirullah!

Tabrani memang tokoh kontroversial. Tapi dia tidak serendah dugaan orang. Dia tak hanya seorang dokter ahli paru paru. Dia tak hanya sekadar menggagas Riau Merdeka. Dia juga seorang budayawan, penulis ilmiah, peneliti, guru besar, penyair, pekerja sosial dan pecinta yang romantis. Kepeduliannya kepada negerinya, bangsanya, masyarakat Riau dan dunia pendidikan, di atas segala galanya.

Dan, hari ini Tabrani Rab genap 77 tahun. Tapi hari harinya dihabiskan dengan balutan penyakit yang dideritanya. Dia tak lagi garang. Tak lagi menulis, tak lagi bolak balik ke kampus, rumah sakit, mengunjungi teman-temannya di kantor media atau ikut seminar internasional di mancanegara. Tubuhnya layuh dan kaku. Mata dan hatinya tak lagi mengenal para Sakai yang mengunjunginya.

Mari kita berdoa buat kesembuhannya. Kepulihan seorang yang menurut saya sangatlah istimewa bagi negeri ini. Seseorang yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Tapi bagaimana Riau ke depan memiliki harkat, martabat dan marwah tinggi dan setara di depan bangsa lain. Kita memohon kepada Allah SWT, agar mengembalikan kesehatan dan fikirannya. Kalaupun Allah mentakdirkan Tabrani Rab harus pergi untuk selamanya, tapi kembalikanlah ingatannya. Agar dia bisa melihat Riau yang berkilau dengan kepala tegak. Agar dia bisa menulis lagi untuk yang terakhir kali; Riau Merdeka. Alfatihah! (*)


Sumber : Dheni Kurnia; Pengagum Prof. Dr. Ta /  Editor : Assep Putra Sulaiman

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pererat Sinergitas, Babinsa Komsos Bersama Perangkat Desa Dukung TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR

Wartawan Riau Mulai Mendaftar Jadi Anggota PWI, Pendaftaran Gratis hingga 12 April

Membangun Semangat Pencegahan Korupsi

Integrasi Sains dan Islam dalam Pembelajaran

Habib Aboe: Politisi PKS: Jangan Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye

DLH Pelalawan Terkesan Pandang Enteng Surat FORMASI RIAU

Simak Sambutan Penuh Hikmah Ahmad Syaikhu dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat Nasional

Muskab FPTI Inhil 2025, Dr Sahrudin Ketua Terpilih Lanjutkan Kepemimpinan!

Tiada Masa Depan Tanpa Hari Kemarin

Dr. Sahruddin: Senang Bisa Terlibat Bersama Hari ini

Surat Permohonan Penertiban 1 Juta Hektar Lahan di Riau Akan Melayang

Ahok: Kok DPRD takut banget sih sama saya?

Terkini +INDEKS

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru

02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 598 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 258 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1612 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 722 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 630 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved