• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh

Merdeka! atau Riau dijajah!

Do'a Untuk Presiden Riau Merdeka!

Redaksi

Jumat, 31 Mei 2019 00:47:03 WIB
Cetak
Prof. Dr. Tabrani Rab, Presiden Riau Merdeka genap 77 tahun terbaring di tempat tidur khususnya. (foto.cakaplah.com)

MarwahRakyat.com, PEKANBARU - Presiden Riau Merdeka itu kini terbaring tak berdaya. Sudah hampir satu tahun, Prof. Dr. Tabrani Rab hanya bisa berbaring di tempat tidur khusus. Kondisinya makin hari semakin melemah. Dia hanya makan dan minum melalui infus cairan lewat hidung. Kesadarannya kadang muncul. Namun sehari-hari lebih banyak tak ingat apa-apa dan tak kenal siapa siapa.

Beberapa waktu lalu, sebelum kesadarannya hilang, berpuluh tahun Tabrani Rab menjadi satu satunya anak Melayu Riau yang menjadi dokter ahli paru paru dan memiliki rumah sakit sendiri. Jika ada masyarakat dari seluruh pelosok Riau yang sakit, kalau punya uang; bayarlah! Tapi jika tak ada uang, boleh pulang tanpa membayar sepeserpun alias gratis.

Tabranilah yang menggagas berdirinya dua Fakultas Kedokteran di Riau. Satu Fak. Kedokteran Universitas Riau dan satunya lagi Fak. Kedokteran Universitas Abdurrab. Diapun memiliki dua Rumah Sakit (Klinik) yang diberinama Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Rab.

TERKAIT
  • Diujung Tanduk Tim Pansel Rapat Ambil Keputusan Cabut SK Dirut BUMD Pelalawan
  • Tumbal
  • Bupati Harris Perintahkan Inspektorat Riksa dan Evaluasi Proses Seleksi Direktur BUMD yang Dipecat?

Selain jadi dokter dan Guru Besar di Universitas Riau, Tabrani Rab adalah seorang tokoh pemberani yang dimiliki tanah Melayu. Dia pernah mengajak seluruh orang Riau untuk memerdekakan diri lepas dari Pemerintahan Republik Indonesia. "Kita sudah terlalu lama dizalimi pemerintah pusat. Kita selalu saja miskin, padahal kita daerah yang kaya. Kekayaan alam Riau diangkut ke pusat dan kita tak dapat apa-apa. Saatnya kita mandiri. Saatnya Riau Merdeka," begitu dia mengajak masyarakat, meski tak semua orang memperdulikan ajakannya.

Tapi Tabrani tak berputus asa. Dia terus bergerak, bergerak terus, berjuang dan berjuang. Dia menuliskan konsep Riau merdeka melalui buku; Menuju Riau yang Berdaulat, setebal 266 halaman. Dia juga membuat pernyataan di berbagai tempat dalam seminar, diskusi, dialog dan sebagainya, jika Riau Merdeka, maka negeri ini akan terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. Negeri ini juga akan lebih kaya dan makmur ketimbang Brunai Darussalam. Sebagai puncaknya, Tabrani Rab didampingi sejumlah aktivis mahasiswa dan beberapa tokoh masyarakat yang sejalan dengannya, membacakan deklarasi Riau Merdeka.

Berikut petikan deklarasi itu: "Sudah lebih setengah abad kami menggantungkan hidup pada republik ini. Selama itu pula minyak kami dijarah. Tak setitik pun menetes di tanah kami. Sungai dan tanah kami tak lagi memberi hidup karena polusi. Sudah lebih seperempat abad tanah kami dijarah sebagai konspirasi pusat dan konglomerat. Maka hari ini, kami putuskan untuk mementukan nasib kami sendiri. Kami telah mulai menukilkan sejarah kami dalam lembaran yang baru akan hak-hak kami, indentitas dan tradisi kami dengan jalan damai. We are beginning to think, we are writing the new chapter of history, to demmand our right, take on our duties, and defend our identity and our tradition, with peace." (Pekanbau 15 Maret 1999).

Deklarasi Riau Merdeka ini sempat membuat Pemerintah Pusat bergetar. Bahkan beberapa tokoh Riau, termasuk Tabrani, bolak balik diperiksa aparat, karena dinilai makar dan melawan pemerintah yang sah. Tapi akhirnya, getaran itu, hanya mengguncang sekejap saja. Sebab, hari hari berikutnya, beberapa orang "melacurkan" diri dan menghadap Presiden RI dengan mengatakan bahwa Tabrani Rab sudah gila. Tabrani hanya mencari sensasi dan uang. Tutup saja mulutnya dengan uang, maka selesailah persoalan Riau Merdeka itu. Astaghfirullah!

Tabrani memang tokoh kontroversial. Tapi dia tidak serendah dugaan orang. Dia tak hanya seorang dokter ahli paru paru. Dia tak hanya sekadar menggagas Riau Merdeka. Dia juga seorang budayawan, penulis ilmiah, peneliti, guru besar, penyair, pekerja sosial dan pecinta yang romantis. Kepeduliannya kepada negerinya, bangsanya, masyarakat Riau dan dunia pendidikan, di atas segala galanya.

Dan, hari ini Tabrani Rab genap 77 tahun. Tapi hari harinya dihabiskan dengan balutan penyakit yang dideritanya. Dia tak lagi garang. Tak lagi menulis, tak lagi bolak balik ke kampus, rumah sakit, mengunjungi teman-temannya di kantor media atau ikut seminar internasional di mancanegara. Tubuhnya layuh dan kaku. Mata dan hatinya tak lagi mengenal para Sakai yang mengunjunginya.

Mari kita berdoa buat kesembuhannya. Kepulihan seorang yang menurut saya sangatlah istimewa bagi negeri ini. Seseorang yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Tapi bagaimana Riau ke depan memiliki harkat, martabat dan marwah tinggi dan setara di depan bangsa lain. Kita memohon kepada Allah SWT, agar mengembalikan kesehatan dan fikirannya. Kalaupun Allah mentakdirkan Tabrani Rab harus pergi untuk selamanya, tapi kembalikanlah ingatannya. Agar dia bisa melihat Riau yang berkilau dengan kepala tegak. Agar dia bisa menulis lagi untuk yang terakhir kali; Riau Merdeka. Alfatihah! (*)


Sumber : Dheni Kurnia; Pengagum Prof. Dr. Ta /  Editor : Assep Putra Sulaiman

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Lucunya Komunikasi Politik Swedia dan Power Turki di Dunia Islam

Yusril: Pemerintah Perlu Mempercepat Vaksinasi ketiga Bagi Nakes

Novrizon: Sebelum Ujian, Peserta akan Jalani Orientasi

Hidup ini Nggak Selamanya Dhuha

Westernisasi: Ancaman yang Terlupa

Babinsa Kodim 0313/KPR Sosialisasi Pentingnya Membangun Mental Dan Moral Generasi Muda

Fitrah Manusia dan Etos Kerja Menuju Sukses

Mendukung Kegiatan TMMD Ke 105 Kodim 0313/ KPR Danramil 09/Langgam Beri Materi Pembekalan Anggota Satgas Karhutla

SBNC Tolak Laporan Keuangan PD Dana Amanah Pelalawan

Tidak Diberi Uang, Diduga YFA Menggugat PSJ

Mengizinkan Penggunaan Mobnas Berlebaran, Hanya di Wilayah Propinsi Riau

SMAN 1 Bandar Seikijang Dapat Pembekalan Wasbang Dari Babinsa

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 624 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved