• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Tokoh
  • Inhil

Martha Yuli

Wacana Penghapusan Pertalite: Dampak dan Pertimbangan

Editor

Kamis, 07 September 2023 13:25:18 WIB
Cetak

Oleh : Martha Yuli (Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Inhil, Caleg DPRD PROVINSI RIAU DAPIL INDRAGIRI HILIR Nomor Urut 3 dari PKS)

Pertamina, perusahaan minyak dan gas BUMN terbesar di Indonesia, telah menjadi topik pembicaraan dalam beberapa hari terakhir terkait rencananya untuk menghapus Pertalite, salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan oleh kendaraan bermotor di Indonesia. 

Dalam RDP bersama BUMN Pertamina, Rabu (30/08/2023) di Senayan Jakarta, , Komisi VII DPR RI mendengarkan paparan mengenai beberapa progress kerja dan perencanaan yang ada dalam BUMN Pertamina.

TERKAIT
  • Pejuang Subuh Tembilahan Ikut Serta dalam Penyemprotan Massal
  • Parpol PPP Turut Serta Lakukan Penyemprotan Masif di Tembilahan
  • Pendaftaran Nikah Online, Solusi di Tengah Pandemi

Dalam Paparannya, Pertamina menyampaikan wacananya untuk menghadirkan bahan bakar minyak yang ramah dengan lingkungan diantaranya dengan menghadirkan Pertamax green 92 dan Pertamax green 95.

Pertamax Green adalah salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi oleh Pertamina, perusahaan minyak dan gas BUMN terbesar di Indonesia. Pertamax Green terdiri dari dua varian, yaitu Pertamax Green 92 dan Pertamax Green 95. Berikut penjelasan singkat tentang keduanya:

1. Pertamax Green 92:

 Ini adalah varian Pertamax Green dengan indeks oktan 92. Oktan adalah ukuran kemampuan BBM untuk menghindari knocking atau ketukan yang terjadi dalam mesin. Pertamax Green 92 adalah alternatif yang lebih berkualitas dibandingkan dengan Premium (indeks oktan 88). BBM dengan oktan yang lebih tinggi cenderung memberikan performa mesin yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kerusakan mesin akibat knocking.

2. Pertamax Green 95:

Ini adalah varian Pertamax Green dengan indeks oktan 95. Pertamax Green 95 memiliki oktan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pertamax Green 92, sehingga dapat memberikan performa mesin yang lebih baik lagi. Penggunaan Pertamax Green 95 biasanya lebih disarankan untuk kendaraan dengan mesin yang membutuhkan BBM dengan oktan tinggi, seperti beberapa mobil berperforma tinggi.

Pertamax Green adalah salah satu upaya dari Pertamina untuk memberikan pilihan BBM berkualitas yang lebih tinggi kepada konsumen Indonesia. Pilihan antara Pertamax Green 92 dan Pertamax Green 95 bergantung pada jenis kendaraan dan kebutuhan mesin kendaraan Anda. Jika mesin kendaraan Anda dirancang untuk menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi, maka Pertamax Green 95 mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Apa itu Pertalite?

Pertalite adalah salah satu jenis BBM yang diproduksi oleh Pertamina. BBM ini dikenal dengan indeks oktan 90, yang lebih tinggi dibandingkan dengan Premium yang memiliki indeks oktan 88. Karena oktan yang lebih tinggi, Pertalite diyakini memiliki efisiensi yang lebih baik dan memberikan performa mesin yang lebih baik dibandingkan dengan Premium.

Alasan Penghapusan Pertalite

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menyampaikan terdapat dua isu yang mengemuka terkait rencana Pertamina yang bakal mengganti RON 90 menjadi Pertamax Green 92 tersebut.

Pertama, yakni menyangkut mengenai isu lingkungan. Menurut dia, penghapusan Pertalite erat kaitannya dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini bisa dilaksanakan dengan mendorong pergeseran penggunaan BBM Euro 4 yang setara dengan RON 92.

Dampak Ekonomi Masyarakat

Penghapusan Pertalite memiliki dampak langsung pada konsumen dan pemilik kendaraan. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

1. Kenaikan Harga BBM:

Dengan pilihan BBM yang lebih sedikit, harga BBM mungkin mengalami peningkatan. Ini dapat mempengaruhi biaya operasional harian bagi pemilik kendaraan.

2. Perubahan Perilaku Konsumen:

Pengguna Pertalite mungkin beralih ke jenis BBM lainnya, seperti Pertamax. Hal ini dapat mengubah perilaku konsumen dan preferensi mereka terhadap BBM.

3. Pengaruh Terhadap Anggaran Rumah Tangga:

Kenaikan harga BBM dapat berdampak pada anggaran rumah tangga, terutama bagi mereka yang bergantung pada mobil atau sepeda motor dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Lingkungan

Penghapusan Pertalite juga memiliki dampak pada lingkungan. Beberapa dampaknya termasuk:

1. Emisi Gas Rumah Kaca:

Jenis BBM dengan oktan yang lebih tinggi cenderung menghasilkan emisi yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, perubahan dalam preferensi BBM dapat memengaruhi tingkat emisi gas rumah kaca.

2. Konsumsi Bahan Bakar:

Kendaraan yang menggunakan BBM dengan oktan yang lebih rendah mungkin cenderung lebih boros bahan bakar, yang dapat meningkatkan konsumsi BBM secara keseluruhan.

Pertimbangan yang Perlu Dipertimbangkan

Dalam mengambil keputusan tentang penghapusan Pertalite, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat:

1. Dampak Sosial Ekonomi:

Penting untuk mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat, terutama yang rentan secara ekonomi.

2. Efisiensi Energi dan Lingkungan:

Perbandingan antara berbagai jenis BBM dalam hal efisiensi energi dan dampak lingkungan harus dievaluasi secara cermat.

3. Alternatif yang Tersedia: Perlunya mempertimbangkan alternatif bahan bakar dan bagaimana masyarakat dapat diarahkan ke pilihan yang lebih ramah lingkungan.

4. Transparansi dan Keterlibatan Publik:

Penting untuk melibatkan masyarakat dalam diskusi tentang perubahan dalam penyediaan BBM.

Penghapusan Pertalite adalah kebijakan yang kompleks dengan dampak yang bervariasi pada berbagai sektor masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi yang cermat dan mempertimbangkan solusi yang paling baik untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan.


 Editor : JM

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

3 Fraksi lakukan rotasi, ini wajah baru anggota Komisi III

Tim Pansel Direktur BUMD Tuah Sekata Pelalawan Belum Juga Terbentuk, Ada Apa!

Buya Muhammad Gazali Menolak Tegas Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20

Novrizon: Sebelum Ujian, Peserta akan Jalani Orientasi

FORMASI Riau Ingatkan Tim Seleksi Perusda Rohul Jaya Syarat Integritas Ditambahkan Sesuai Permendagri

Ahok: Kok DPRD takut banget sih sama saya?

Hasrat Menjadi Pemimpin

Kesah Miris Gedung Pelayanan Disdukcapil Pelalawan

Pekanbaru Dan Mindset Ibukota

Mendukung Kegiatan TMMD Ke 105 Kodim 0313/ KPR Danramil 09/Langgam Beri Materi Pembekalan Anggota Satgas Karhutla

Dandim 0313/KPR, Cek Kesiapan Sasaran TMMD 105 Di Desa Balung

KPK Usut Green House SYL

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu

Dibaca : 408 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 238 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 927 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 335 Kali
Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan
Dibaca : 1183 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved