• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Tokoh
  • Inhil

Martha Yuli

Wacana Penghapusan Pertalite: Dampak dan Pertimbangan

Editor

Kamis, 07 September 2023 13:25:18 WIB
Cetak

Oleh : Martha Yuli (Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Inhil, Caleg DPRD PROVINSI RIAU DAPIL INDRAGIRI HILIR Nomor Urut 3 dari PKS)

Pertamina, perusahaan minyak dan gas BUMN terbesar di Indonesia, telah menjadi topik pembicaraan dalam beberapa hari terakhir terkait rencananya untuk menghapus Pertalite, salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan oleh kendaraan bermotor di Indonesia. 

Dalam RDP bersama BUMN Pertamina, Rabu (30/08/2023) di Senayan Jakarta, , Komisi VII DPR RI mendengarkan paparan mengenai beberapa progress kerja dan perencanaan yang ada dalam BUMN Pertamina.

TERKAIT
  • Pejuang Subuh Tembilahan Ikut Serta dalam Penyemprotan Massal
  • Parpol PPP Turut Serta Lakukan Penyemprotan Masif di Tembilahan
  • Pendaftaran Nikah Online, Solusi di Tengah Pandemi

Dalam Paparannya, Pertamina menyampaikan wacananya untuk menghadirkan bahan bakar minyak yang ramah dengan lingkungan diantaranya dengan menghadirkan Pertamax green 92 dan Pertamax green 95.

Pertamax Green adalah salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi oleh Pertamina, perusahaan minyak dan gas BUMN terbesar di Indonesia. Pertamax Green terdiri dari dua varian, yaitu Pertamax Green 92 dan Pertamax Green 95. Berikut penjelasan singkat tentang keduanya:

1. Pertamax Green 92:

 Ini adalah varian Pertamax Green dengan indeks oktan 92. Oktan adalah ukuran kemampuan BBM untuk menghindari knocking atau ketukan yang terjadi dalam mesin. Pertamax Green 92 adalah alternatif yang lebih berkualitas dibandingkan dengan Premium (indeks oktan 88). BBM dengan oktan yang lebih tinggi cenderung memberikan performa mesin yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kerusakan mesin akibat knocking.

2. Pertamax Green 95:

Ini adalah varian Pertamax Green dengan indeks oktan 95. Pertamax Green 95 memiliki oktan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pertamax Green 92, sehingga dapat memberikan performa mesin yang lebih baik lagi. Penggunaan Pertamax Green 95 biasanya lebih disarankan untuk kendaraan dengan mesin yang membutuhkan BBM dengan oktan tinggi, seperti beberapa mobil berperforma tinggi.

Pertamax Green adalah salah satu upaya dari Pertamina untuk memberikan pilihan BBM berkualitas yang lebih tinggi kepada konsumen Indonesia. Pilihan antara Pertamax Green 92 dan Pertamax Green 95 bergantung pada jenis kendaraan dan kebutuhan mesin kendaraan Anda. Jika mesin kendaraan Anda dirancang untuk menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi, maka Pertamax Green 95 mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Apa itu Pertalite?

Pertalite adalah salah satu jenis BBM yang diproduksi oleh Pertamina. BBM ini dikenal dengan indeks oktan 90, yang lebih tinggi dibandingkan dengan Premium yang memiliki indeks oktan 88. Karena oktan yang lebih tinggi, Pertalite diyakini memiliki efisiensi yang lebih baik dan memberikan performa mesin yang lebih baik dibandingkan dengan Premium.

Alasan Penghapusan Pertalite

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menyampaikan terdapat dua isu yang mengemuka terkait rencana Pertamina yang bakal mengganti RON 90 menjadi Pertamax Green 92 tersebut.

Pertama, yakni menyangkut mengenai isu lingkungan. Menurut dia, penghapusan Pertalite erat kaitannya dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini bisa dilaksanakan dengan mendorong pergeseran penggunaan BBM Euro 4 yang setara dengan RON 92.

Dampak Ekonomi Masyarakat

Penghapusan Pertalite memiliki dampak langsung pada konsumen dan pemilik kendaraan. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

1. Kenaikan Harga BBM:

Dengan pilihan BBM yang lebih sedikit, harga BBM mungkin mengalami peningkatan. Ini dapat mempengaruhi biaya operasional harian bagi pemilik kendaraan.

2. Perubahan Perilaku Konsumen:

Pengguna Pertalite mungkin beralih ke jenis BBM lainnya, seperti Pertamax. Hal ini dapat mengubah perilaku konsumen dan preferensi mereka terhadap BBM.

3. Pengaruh Terhadap Anggaran Rumah Tangga:

Kenaikan harga BBM dapat berdampak pada anggaran rumah tangga, terutama bagi mereka yang bergantung pada mobil atau sepeda motor dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Lingkungan

Penghapusan Pertalite juga memiliki dampak pada lingkungan. Beberapa dampaknya termasuk:

1. Emisi Gas Rumah Kaca:

Jenis BBM dengan oktan yang lebih tinggi cenderung menghasilkan emisi yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, perubahan dalam preferensi BBM dapat memengaruhi tingkat emisi gas rumah kaca.

2. Konsumsi Bahan Bakar:

Kendaraan yang menggunakan BBM dengan oktan yang lebih rendah mungkin cenderung lebih boros bahan bakar, yang dapat meningkatkan konsumsi BBM secara keseluruhan.

Pertimbangan yang Perlu Dipertimbangkan

Dalam mengambil keputusan tentang penghapusan Pertalite, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat:

1. Dampak Sosial Ekonomi:

Penting untuk mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat, terutama yang rentan secara ekonomi.

2. Efisiensi Energi dan Lingkungan:

Perbandingan antara berbagai jenis BBM dalam hal efisiensi energi dan dampak lingkungan harus dievaluasi secara cermat.

3. Alternatif yang Tersedia: Perlunya mempertimbangkan alternatif bahan bakar dan bagaimana masyarakat dapat diarahkan ke pilihan yang lebih ramah lingkungan.

4. Transparansi dan Keterlibatan Publik:

Penting untuk melibatkan masyarakat dalam diskusi tentang perubahan dalam penyediaan BBM.

Penghapusan Pertalite adalah kebijakan yang kompleks dengan dampak yang bervariasi pada berbagai sektor masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi yang cermat dan mempertimbangkan solusi yang paling baik untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan.


 Editor : JM

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Surat Permohonan Penertiban 1 Juta Hektar Lahan di Riau Akan Melayang

Membangun Semangat Pencegahan Korupsi

Tiada Masa Depan Tanpa Hari Kemarin

SMAN 1 Bandar Seikijang Dapat Pembekalan Wasbang Dari Babinsa

Hilirisasi Nikel, Selebritas dan Jokowi

Keberanian dan Integritas: Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tengah Krisis Kepercayaan

Aktivis Pelalawan, Diskusi Pelaksanaan Seminar AMDAL Mengambil Pengalaman Pahit dari PT. Indo Rayon

Wartawan Riau Mulai Mendaftar Jadi Anggota PWI, Pendaftaran Gratis hingga 12 April

Seruan dari Seorang Muslim Uighur kepada Umat Islam

Yusril: Pemerintah Perlu Mempercepat Vaksinasi ketiga Bagi Nakes

Muskab FPTI Inhil 2025, Dr Sahrudin Ketua Terpilih Lanjutkan Kepemimpinan!

Sinergi Masyarakat Desa Balung Dan Satgas TNI TMMD Membangun 5 Jembatan Penghubung

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 624 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved