• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Pendidikan

Kesenian Madihin Inhil

Artikel : Siapa Bilang Bahasa Madihin Kotor?

Redaksi Exc.

Ahad, 10 Mei 2020 15:58:55 WIB
Cetak
Gusminadewi.wordpress.com

SIAPA BILANG BAHASA MADIHIN (SELALU) KOTOR?
Penulis : Gusmina Dewi, S.Pd (Guru SMP Negeri 3 Pulau Burung)

Marwahrakyat.com-- Madihin adalah salah satu kesenian suku Banjar yang melagukan syair dan pantun, dengan alat tarbang sebagai pengiringnya. Kesenian madihin telah lama berkembang pada suku Banjar yang awal mulanya dianggap sebagai hiburan. Selain di Kalimantan Selatan, kesenian ini juga terdapat Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau. Tersebarnya madihin dari Kalimantan ke Tembilahan, karena terjadinya imigrasi besar-besaran di Kalimantan selatan. Tanah Indragiri Hilir tergolong subur, maka dijadikan salah satu tujuan bagi masyarakat untuk berimigrasi. 
Madihin bagi masyarakat Tembilahan disajikan (mode) dinyanyikan, sehingga merupakan perpaduan antara sastra dan musik.  Sebagai sastra lisan yang dinyanyikan,  masyarakat umumnya mengetahui bahwa makna yang terkandung bersifat tabu  dan vulgar (kotor), sehingga dapat dikatakan generasi sekarang anti dengan kesenian ini. Padahal, masyarakat harus menyadari bahwa madihin merupakan sebuah aset kesenian Indragiri Hilir khususnya Tembilahan yang dapat dikembangkan agar kelestarian kesenian tersebut tetap terjaga dan tidak tersingkirkan oleh kesenian modern. Madihin tergolong ksesenian turun-temurun secara lisan yang sangat rentan mengalami kepunahan. 
Berdasarkan penelitian Gusmina Dewi (2018), pada skripsinya yang berjudul “Pertunjukan Madihin Kabupaten Indragiri Hilir: Kajian Sosiologi Sastra.” bahwa bahasa pada madihin selain bersifat tabu juga memiliki fungsi yakni: 1) fungsi pendidikan, 2) fungsi dakwah atau agama, 3) fungsi protes sosial, dan 4) fungsi nasihat. Contoh madihin berfungsi sebagai pendidikan

"kalau  dapat anak lalaki partama maka kali
sakulahnya harus kita hati-hati
tamatakan yang partamanya tamat esdi
yang kadua pulang tamatanakan smp negari
yang katiga ke sma negeri
itulah jalas banar kuliah kan mananti
kapan parlu hajat kuliahkan pakanbaru ibarat ka parupinsi
kapan kurang puas kuliahkan ka jakarta kapan parlu ka luar nagri
karena lalakian kada suah sakit ari-ari"

 Kutipan teks madihin yang dinyanyikan pemadihin di atas menerangkan bahwa orang tua harus memperhatikan anaknya pada bidang pendidikan. Pada awal larik dijelaskan menurut pemadihin bahwa yang berhak mendapat pendidikan tinggi adalah anak laki-laki, orang tua harus memperhatikan sekolah anak laki-laki dengan hati-hati.
maka izin Allah Baliau membariakan
kakanak bibinik ibarat partamaakan
marahak sakulahnya dansanak jangan ditinggiakan
yang panting tu partama harus dibaca Al-quran.

Madihin tersebut menyampaikan fungsi keagamaan dan dakwah yaitu menjelaskan bahwa pada  zaman reformasi saat ini banyak pengaruh yang negatif terhadap anak, maka sebagai orang tua harus menjaga anak dari pengaruh tersebut (tulung anak dilingkar diri). Kemudian dilanjutkan nasihat pemadihin yang menjelaskan bahwa cara yang terbaik untuk menjaga anak dari pengaruh tersebut adalah dengan mengajarkan anak membaca Al-quran pada senja hari (tapi tu pang sanja Al-quran dilajari). Membaca Al-quran pada senja hari  memang merupakan sebuah tradisi orang yang beragama Islam dari dahulu. Begitu pula dengan fungsi madihin lainnya, yang tidak selalu mengandung bahasa yang tabu ataupun vulgar. 


 Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

SAGUSAKU IGI dengan Fitur SBB dan SMS saat tinggal dirumah

Ahok pangkas waktu larangan motor lintasi Thamrin-Merdeka Barat

Vannesa Angela Siswi SMAN 1 Tembilahan Hulu Raih Juara II Pelopor Tingkat Nasional

Ahok tantang penolak Pergub iklan rokok ajukan gugatan di PTUN

Polsanak, Cara Polres Inhil Kenalkan Polisi dan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini

STAY AT HOME TK MELATI, WORK AND LEARN FROM HOME

Semarakkan HUT RI ke-77, TK Pembina Tembilahan Umumkan Pemenang Lomba

Mahasiswa KKN UIN SUSKA RIAU Kelurahan Bagan Besar Timur membuka Bimbingan Bahasa Inggris & Bahasa Arab demi tercapainya pendidikan yang merata

Matangkan Persiapan Konker I PGRI Inhil, Panitia Gelar Rapat Bersama

Sidang Promosi Online, Dosen Asal STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Lulus Doktoral Berpredikat Cumlaude

Pagelaran Apresiasi Seni Drama Arena Tampil dengan Konsep "WONDERFUL INDONESIA"

Hadirkan 3 Doktor, Prodi PGMI STAI Auliaurrasyidin Selenggarakan Bimtek Online

Terkini +INDEKS

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru

02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 598 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 258 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1612 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 722 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 630 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved