• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Pendidikan

Kesenian Madihin Inhil

Artikel : Siapa Bilang Bahasa Madihin Kotor?

Redaksi Exc.

Ahad, 10 Mei 2020 15:58:55 WIB
Cetak
Gusminadewi.wordpress.com

SIAPA BILANG BAHASA MADIHIN (SELALU) KOTOR?
Penulis : Gusmina Dewi, S.Pd (Guru SMP Negeri 3 Pulau Burung)

Marwahrakyat.com-- Madihin adalah salah satu kesenian suku Banjar yang melagukan syair dan pantun, dengan alat tarbang sebagai pengiringnya. Kesenian madihin telah lama berkembang pada suku Banjar yang awal mulanya dianggap sebagai hiburan. Selain di Kalimantan Selatan, kesenian ini juga terdapat Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau. Tersebarnya madihin dari Kalimantan ke Tembilahan, karena terjadinya imigrasi besar-besaran di Kalimantan selatan. Tanah Indragiri Hilir tergolong subur, maka dijadikan salah satu tujuan bagi masyarakat untuk berimigrasi. 
Madihin bagi masyarakat Tembilahan disajikan (mode) dinyanyikan, sehingga merupakan perpaduan antara sastra dan musik.  Sebagai sastra lisan yang dinyanyikan,  masyarakat umumnya mengetahui bahwa makna yang terkandung bersifat tabu  dan vulgar (kotor), sehingga dapat dikatakan generasi sekarang anti dengan kesenian ini. Padahal, masyarakat harus menyadari bahwa madihin merupakan sebuah aset kesenian Indragiri Hilir khususnya Tembilahan yang dapat dikembangkan agar kelestarian kesenian tersebut tetap terjaga dan tidak tersingkirkan oleh kesenian modern. Madihin tergolong ksesenian turun-temurun secara lisan yang sangat rentan mengalami kepunahan. 
Berdasarkan penelitian Gusmina Dewi (2018), pada skripsinya yang berjudul “Pertunjukan Madihin Kabupaten Indragiri Hilir: Kajian Sosiologi Sastra.” bahwa bahasa pada madihin selain bersifat tabu juga memiliki fungsi yakni: 1) fungsi pendidikan, 2) fungsi dakwah atau agama, 3) fungsi protes sosial, dan 4) fungsi nasihat. Contoh madihin berfungsi sebagai pendidikan

"kalau  dapat anak lalaki partama maka kali
sakulahnya harus kita hati-hati
tamatakan yang partamanya tamat esdi
yang kadua pulang tamatanakan smp negari
yang katiga ke sma negeri
itulah jalas banar kuliah kan mananti
kapan parlu hajat kuliahkan pakanbaru ibarat ka parupinsi
kapan kurang puas kuliahkan ka jakarta kapan parlu ka luar nagri
karena lalakian kada suah sakit ari-ari"

 Kutipan teks madihin yang dinyanyikan pemadihin di atas menerangkan bahwa orang tua harus memperhatikan anaknya pada bidang pendidikan. Pada awal larik dijelaskan menurut pemadihin bahwa yang berhak mendapat pendidikan tinggi adalah anak laki-laki, orang tua harus memperhatikan sekolah anak laki-laki dengan hati-hati.
maka izin Allah Baliau membariakan
kakanak bibinik ibarat partamaakan
marahak sakulahnya dansanak jangan ditinggiakan
yang panting tu partama harus dibaca Al-quran.

Madihin tersebut menyampaikan fungsi keagamaan dan dakwah yaitu menjelaskan bahwa pada  zaman reformasi saat ini banyak pengaruh yang negatif terhadap anak, maka sebagai orang tua harus menjaga anak dari pengaruh tersebut (tulung anak dilingkar diri). Kemudian dilanjutkan nasihat pemadihin yang menjelaskan bahwa cara yang terbaik untuk menjaga anak dari pengaruh tersebut adalah dengan mengajarkan anak membaca Al-quran pada senja hari (tapi tu pang sanja Al-quran dilajari). Membaca Al-quran pada senja hari  memang merupakan sebuah tradisi orang yang beragama Islam dari dahulu. Begitu pula dengan fungsi madihin lainnya, yang tidak selalu mengandung bahasa yang tabu ataupun vulgar. 


 Editor : Hendro

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

PIAUD STAI AULIAURRASYIDIN JUARA TINGKAT NASIONAL

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2020/2021

Pramuka Siaga SDIT As-shofa Gelar Persari

MoA Program Studi PIAUD STAI Auliaurrasyidin & TK Al-Husniah Tembilahan

HUT Ke-77 PGRI, Bupati Inhil HM WARDAN Ajak Guru Bersinergi

Hadirkan Sepuluh Doktor Sebagai Pembicara, PAI STAI Auliaurrasyidin Taja Webinar Nasional

Gandeng BRKS dan MES, STAI Auliaurrasyidin Taja Seminar Perbankan Profesional

Jalankan Program Goes to School, PWI Meranti Datangi 5 Sekolah

26 Mahasiswa STMIK In Pekanbaru Ikut Yudisium dan Wisuda Angkatan ke III

Nursihan dan Mirnawati LDK Al-Muqtadir Raih Penghargaan Mahasiswa Terbaik di Yudisium FIAI Unisi

Kemenag Selenggarakan Pelatihan Teknis untuk Madrasah Quran Hadits serta Aqidah Ahlaq

Maksimalkan Potensi Desa, Mahasiswa dan Dosen Unisi Taja Pelatihan Nuget Ikan

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 625 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved