• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Fokus Indragiri
  • Inhil

Panggil Aku Duanu : Mangrove, Martabat, dan Perjuangan di Pesisir

Redaksi Exc.

Jumat, 15 Agustus 2025 16:44:40 WIB
Cetak

Panggil Aku Duanu : Mangrove, Martabat, dan Perjuangan di Pesisir

Oleh :  Zainal Arifin Hussein
Aktivis BDPN / Dosen Ekonomi UNISI

INHIL, Marwahrakyat.com - Di pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ada sebuah komunitas yang telah hidup, berlayar, dan menjaga laut selama berabad-abad Suku Duanu. Mereka bukan pendatang baru di sini. Sejak masa kerajaan, Duanu telah menjadi bagian dari sejarah panjang penjagaan perairan dan hutan bakau. Namun, kisah mereka jarang sekali sampai ke panggung nasional.

Sejak tahun 1999, komunitas ini mendeklarasikan diri sebagai Suku Duanu, meninggalkan sebutan “Orang Laut” yang selama ini disematkan kepada mereka. Bukan tanpa alasan. “Orang Laut” kerap menjadi label yang sarat stigma: kotor, tak berpendidikan, rendah ilmu. Stigma ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga menimbulkan diskriminasi sistemik. Anak-anak Duanu yang bersekolah sering menjadi korban bullying. Perempuan Duanu pun kerap mendapat pandangan negatif di ruang publik.

“Panggil kami Duanu,” adalah pernyataan identitas sekaligus perlawanan damai. Mereka ingin diakui sebagai masyarakat adat dengan martabat penuh, bukan sekadar catatan kaki di sejarah daerah.

Kearifan lokal Duanu begitu kuat dan relevan untuk masa kini. Mereka memiliki prinsip yang diwariskan turun-temurun: “Hoyyu Barau Untuk Bertedoh, Usah Ditebang Bia Nyu Tumboh” Hutan bakau untuk berteduh, jangan ditebang, biarkan tumbuh. Aturan adat mereka melarang meracun ikan, melarang menebang mangrove sembarangan, dan melarang mengambil kerang dengan alat merusak. Semua itu demi satu tujuan,  keberlanjutan sumber daya alam.

Ironisnya, justru saat mereka setia menjaga, ancaman datang dari luar. Penggunaan alat tangkap merusak seperti sondong dan trawl mini, racun ikan di sungai, serta minimnya pengawasan membuat ekosistem pesisir rusak. Ketika mangrove hilang, kebun masyarakat yang berada di belakangnya ikut lenyap tergerus abrasi dan intrusi air laut. Bagi Duanu, itu berarti hilangnya sumber nafkah yang telah menopang mereka selama generasi.

Duanu bukan sekadar pelaut. Mereka adalah benteng alami yang melindungi kebun-kebun rakyat dari ancaman abrasi. Peran ini seharusnya membuat kita semua bersyukur akan keberadaan mereka. Pemerintah daerah dan nasional semestinya mengutamakan perlindungan wilayah pesisir dari izin-izin perusahaan yang merusak. Skema perhutanan sosial perlu menjadi prioritas, agar masyarakat adat seperti Duanu bisa menjadi pengelola utama wilayahnya sendiri.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, yang jatuh setiap 9 Agustus, berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Dua momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga dari stigma, diskriminasi, dan perampasan ruang hidup. Duanu berhak merdeka dari bullying dan narasi negatif.

Di tangan Duanu, pelestarian mangrove bukan sekadar wacana. Ini adalah kehidupan. Dan di tangan kita semua, masa depan mereka dan pesisir Indonesia akan ditentukan. Jika mereka mampu menjaga selama berabad-abad dengan kearifan lokal, tidakkah kita malu jika dengan semua pendidikan dan teknologi kita justru gagal melindunginya?

Mereka bukan hanya penjaga laut, tetapi juga penjaga martabat kita sebagai bangsa yang mengaku beradab. Maka, mari kita mulai memanggil mereka dengan nama yang mereka pilih : Duanu.


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

PD Salimah Inhil Gelar Rakorda, Perkuat dan Solidkan Kepengurusan

Seorang Guru Ngaji di Desa Concong Luar di Temukan Tewas Tergantung

Prestasi, Dirut PDAM Tirta Indragiri Inhil Terpilih Jadi Ketua Perpamsi Riau - Kepri

DP2KBP3A Gelar Pelatihan Home Industri di Sei. Beringin

Semarakkan HUT RI Ke 77, Polres Inhil Gelar Aneka Macam Perlombaan

Dandim 0314/Inhil Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2023

Pemkab Inhil Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Ustadz Sahrul Aidi Komisi V Terima Usulan Strategis

DP2KBP3A Inhil Fasilutasi Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting

Pemdes Sei. Intan Salurkan BPNT dan PKH 2025

Kompak, Tim Gabungan Polres, TNI, KKP dan Dinkes Laksanakan Penyemprotan di Panti Asuhan

Bank Mini Syariah STAI Auliaurrasyidin Berbagi Kebaikan Ramadhan di Parit Gumpung Seberang Tembilahan

Kuburan massal 1.700 calon tentara muda Irak ditemukan

Terkini +INDEKS

KNPI Inhil Mengguncang! Tutup Rangkaian HUT KNPI ke-53, Mahmudin: Tunggu Gebrakan Kami Selanjutnya!

30 Juli 2026
Dinas PMD Dukung Sinergi dalam Rakor Pelaksanaan TMMD
29 Juli 2026
Kadis PMD Inhil Haidir Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan VI Tanun 2026
29 Juli 2026
Perjuangan Samsuri Daris Berbuah Hasil, Perbaikan jalan dan Jembatan di Parit Landang Dilanjutkan ke Parit Tamrak
29 Juli 2026
Kick Off Perdana Turnamen Futsal SAHABAT HATI CUP 3 Organize by INHIL STORY Dimulai
29 Juli 2026
Menteri Dody: Laporan Whistleblowing Baru Diteruskan Kalau Ada Bukti Awal
28 Juli 2026
Ekselensia Leadership Camp YES Pekanbaru x YES Dumai Bekali Awardee dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Kolaborasi
28 Juli 2026
Pasca Bupati Cup 2026, KONI Inhil Gelar Rapat Sekaligus Silahturahmi dengan ASKAB PSSI Inhil
27 Juli 2026
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
50 Siswa Kurang Mampu SD Negeri 008 Tembilahan Hilir Terima Beasiswa, Inhil Pintar Terus Hadir Membantu Dunia Pendidikan
25 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS


Perjuangan Samsuri Daris Berbuah Hasil, Perbaikan jalan dan Jembatan di Parit Landang Dilanjutkan ke Parit Tamrak

Dibaca : 814 Kali
Pasca Bupati Cup 2026, KONI Inhil Gelar Rapat Sekaligus Silahturahmi dengan ASKAB PSSI Inhil
Dibaca : 385 Kali
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
Dibaca : 1462 Kali
Komite Hukum PSSI Inhil Mulai Telaah Hukum Penyelenggaraan Bupati Cup 2026
Dibaca : 1701 Kali
Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Nilai Program MBG Belum Sentuh Maksimal Daerah 3T seperti Inhil
Dibaca : 287 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved