• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Fokus Indragiri
  • Inhil

Panggil Aku Duanu : Mangrove, Martabat, dan Perjuangan di Pesisir

Redaksi Exc.

Jumat, 15 Agustus 2025 16:44:40 WIB
Cetak

Panggil Aku Duanu : Mangrove, Martabat, dan Perjuangan di Pesisir

Oleh :  Zainal Arifin Hussein
Aktivis BDPN / Dosen Ekonomi UNISI

INHIL, Marwahrakyat.com - Di pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ada sebuah komunitas yang telah hidup, berlayar, dan menjaga laut selama berabad-abad Suku Duanu. Mereka bukan pendatang baru di sini. Sejak masa kerajaan, Duanu telah menjadi bagian dari sejarah panjang penjagaan perairan dan hutan bakau. Namun, kisah mereka jarang sekali sampai ke panggung nasional.

Sejak tahun 1999, komunitas ini mendeklarasikan diri sebagai Suku Duanu, meninggalkan sebutan “Orang Laut” yang selama ini disematkan kepada mereka. Bukan tanpa alasan. “Orang Laut” kerap menjadi label yang sarat stigma: kotor, tak berpendidikan, rendah ilmu. Stigma ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga menimbulkan diskriminasi sistemik. Anak-anak Duanu yang bersekolah sering menjadi korban bullying. Perempuan Duanu pun kerap mendapat pandangan negatif di ruang publik.

“Panggil kami Duanu,” adalah pernyataan identitas sekaligus perlawanan damai. Mereka ingin diakui sebagai masyarakat adat dengan martabat penuh, bukan sekadar catatan kaki di sejarah daerah.

Kearifan lokal Duanu begitu kuat dan relevan untuk masa kini. Mereka memiliki prinsip yang diwariskan turun-temurun: “Hoyyu Barau Untuk Bertedoh, Usah Ditebang Bia Nyu Tumboh” Hutan bakau untuk berteduh, jangan ditebang, biarkan tumbuh. Aturan adat mereka melarang meracun ikan, melarang menebang mangrove sembarangan, dan melarang mengambil kerang dengan alat merusak. Semua itu demi satu tujuan,  keberlanjutan sumber daya alam.

Ironisnya, justru saat mereka setia menjaga, ancaman datang dari luar. Penggunaan alat tangkap merusak seperti sondong dan trawl mini, racun ikan di sungai, serta minimnya pengawasan membuat ekosistem pesisir rusak. Ketika mangrove hilang, kebun masyarakat yang berada di belakangnya ikut lenyap tergerus abrasi dan intrusi air laut. Bagi Duanu, itu berarti hilangnya sumber nafkah yang telah menopang mereka selama generasi.

Duanu bukan sekadar pelaut. Mereka adalah benteng alami yang melindungi kebun-kebun rakyat dari ancaman abrasi. Peran ini seharusnya membuat kita semua bersyukur akan keberadaan mereka. Pemerintah daerah dan nasional semestinya mengutamakan perlindungan wilayah pesisir dari izin-izin perusahaan yang merusak. Skema perhutanan sosial perlu menjadi prioritas, agar masyarakat adat seperti Duanu bisa menjadi pengelola utama wilayahnya sendiri.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, yang jatuh setiap 9 Agustus, berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Dua momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga dari stigma, diskriminasi, dan perampasan ruang hidup. Duanu berhak merdeka dari bullying dan narasi negatif.

Di tangan Duanu, pelestarian mangrove bukan sekadar wacana. Ini adalah kehidupan. Dan di tangan kita semua, masa depan mereka dan pesisir Indonesia akan ditentukan. Jika mereka mampu menjaga selama berabad-abad dengan kearifan lokal, tidakkah kita malu jika dengan semua pendidikan dan teknologi kita justru gagal melindunginya?

Mereka bukan hanya penjaga laut, tetapi juga penjaga martabat kita sebagai bangsa yang mengaku beradab. Maka, mari kita mulai memanggil mereka dengan nama yang mereka pilih : Duanu.


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pecahkan Rekor Qurban di Inhil, Masjid Raudhatul Jannah Kayu Jati Sembelih 40 Ekor Hewan Qurban pada Idul Adha 1447 H

Bupati Indragiri Hilir Diwakili Staf Ahli Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ad-Da’wah Kampung Jawa

Wakil Bupati Inhil Tinjau Operasi Pasar Murah dan Pelayanan Kependudukan

Terdepan! Yayasan Ibnu Thaha Adakan Konsolidasi Persiapan Festival Anak Sholeh 2024.

Polsek KSKP Amankan Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Pelabuhan Lasdap Tembilahan

LDK Al Muqtadir Raih Prestasi Juara 1 UKM Terbaik di Milad Unisi

Sukseskan Pemilu 2024, KPU Inhil Jalin Kerjasama Bersama KNPI Inhil

Polda Riau Tingkatkan Penyekatan dan Pembubaran! 223 Personel Diturunkan

Babinkamtibmas ; Yang Beli Hewan Qurban,Waspada Hewan Ber- PMK

Dengan Pererat Ukuwah, PKS Inhil Kokohkan Struktural

Bupati Inhil Serahkan Bantuan Bibit Hortikultura Kelima Kelompok Tani di Sungai Ara

Polsek Tembilahan Hulu, IDI, dan UPT Puskesmas Laksanakan Penyuluhan dan Penyemprotan Disinfektan

Terkini +INDEKS

Hj. Katerina Susanti dan Duta Ekonomi Syariah STAI Auliaurrasyidin Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif Inhil

06 Juni 2026
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
06 Juni 2026
Ekonomi Syariah STAI Auliaurrasyidin dan Duta Ekonomi Syariah Sinergi dengan DPAD Inhil untuk Penguatan Budaya Literasi Ekonomi Syariah
05 Juni 2026
Super Badik akan Meriahkan Bupati Cup Inhil 2026
05 Juni 2026
Sepakat Mufakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
04 Juni 2026
Ahmad Ependi Sei. Intan Serahkan Insentif RT RW dan KPM Kesehatan
04 Juni 2026
Pergantian Tampuk Kepemimpinan BGN: Antara Badai Kepercayaan Publik, Kompetensi Akademis, dan Degradasi Moral Birokrasi
03 Juni 2026
Rapat dengan Menteri Ekraf, Anggota DPR Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU Bagi Pelaku Kreatif
03 Juni 2026
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Ajak Masyarakat Berkurban dengan Ramah Lingkungan di Kampar
02 Juni 2026
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
01 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


Hj. Katerina Susanti dan Duta Ekonomi Syariah STAI Auliaurrasyidin Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif Inhil

Dibaca : 313 Kali
Sepakat Mufakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
Dibaca : 490 Kali
Bank Mini Syariah STAI Auliaurrasyidin Potong Dua Ekor Sapi Kurban
Dibaca : 327 Kali
Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar
Dibaca : 555 Kali
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
Dibaca : 739 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved