• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Reteh Tahun 2022-2024

Redaksi Exc.

Senin, 16 September 2024 02:51:31 WIB
Cetak

INHIL, terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Reteh. Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Reteh guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai penganan Stunting

2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

3. Kelas Ibu hamil

4. Kelas Ibu Balita

5. Pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri

6. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

1. Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Reteh

Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah: 

1. Faktor Lingkungan

Wilayah Kecamatan Reteh di dominasi oleh perairan, mengakibatkan rumah-rumah yang di sekitaran sungai kesulitan untuk memiliki jamban sehat. Bukan hanya jamban, masyarakat juga kesulitan dalam mengakses air bersih. Selain ketersediaan air dan jamban sehat, perilaku atau kebiasaan buang air besar sembarangan dan membuang sampah ke sungai  yang sulit diubah.

2. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terjadinya stunting, masih ada ibu hamil tidak mendapatkan pelayanan sesuai standar, masih ada bayi/balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Oleh Karena itu akan dilakukan aksi stunting ABCDE :

 1) Aktif minum Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri dan Ibu Hamil serta di anjurkan juga untuk calon pengantin

 2) Bumil teratus pemeriksaan kehamilan 

3) Cukupi konsumsi protein hewani 

4) Datang ke Posyandu setiap bulan

 5) Ekslusif ASI 6 bulan

3. Kesehatan Reproduksi

Terkait kesehatan reproduksi masih ditemukan adanya pernikahan dini, sehingga tindak lanjut Pemerintah pada pernikahan dini adalah melakukan MOU dengan Pengadilan Agama, memberi penyuluhan, melakukan bimbingan kepada anak remaja, calon pengantin, penyuluhan dan sosialisasi kesehatan reproduksi, melakukan kunjungan dan memberikaan remaja putri Tablet Tambah Darah (TTD). Untuk Kegiatan TTD pada remaja putri telah dilakukan Aksi Bergizi di Sekolah dengan rangkaian kegiatan : Senam bersama, sarapan pagi bersama, pemeriksaan Hemoglobin (HB), dan minum TTD.

4. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ?Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah Sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan-aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Masih rendahnya masyarakat ber PHBS 

1) Persalinan masih ada ditolong dukun dan tidak di fasilitas kesehatan dan 

2) Tidak Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan tidak memberikan ASI Ekslusif.

2. Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK YANG MASIH BERMASALAH DI Kecamatan Reteh

Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:

1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting

2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang

3. Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Reteh

Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu  dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Kepala DPMPTSP Rohil Menyerahkan Surat Izin Operasional Klinik Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi

Raudatul Atfal dan MDTA Hj. Fatimah Ali Gelar Pelepasan Santri ke IV dan Wisuda 2023/2024 : Jadikan Prestasi!

Kepala Dinkes Inhil Hadiri Milad ke-59 Kabupaten Indragiri Hilir

Pj Bupati Inhil: Festival Literasi Wujudkan Budaya Membaca

Satres Narkoba Polres Inhil Bersama Wartawan Sparing Futsal dan Sosialisasikan Hidup Sehat

DPRD Inhil Laksanakan Paripurna Dalam Rangka PAW Anggota Komisi IV

Dinas Inhil Tekankan Pentingnya Penjaringan Kesehatan untuk Anak Usia Pendidikan Dasar

Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Batang Tuaka Tahun 2024 Hingga 2024

Analisis Hasil Pengukuran Stunting di Kecamatan Kateman Tahun 2024

Hilang Di Hutan Kawasan Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Siswi SMA 4 Pekanbaru ditemukan Selamat

Dinkes Inhil: Pentingnya Vaksinasi dan Langkah Pencegahan Polio Pada Anak

Pemkab Inhil Melalui DP2KBP3A Gelar PUSPA di Kempas

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

Dibaca : 333 Kali
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
Dibaca : 430 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 245 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 936 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 342 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved