• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Tekno-Sains

Artikel Citizen Inhil

Minyak Kelapa Sebagai Senjata Pembunuh Bakteri dan Virus

Redaksi Exc.

Ahad, 19 Juli 2020 13:49:15 WIB
Cetak
Minyak Kelapa / Internet

 

Oleh : Abdul Khoir S.Pd

Marwahrakyat.com -- Zaman now, orang yang sekarat karena menderita penyakit yang diprediksi oleh ilmu pengetahuan 60 tahun yang lalu yang sudah dikatakan hilang dipermukaan bumi, kini muncul kembali. Penyakit menular seperti TBC, pneumonia dan penyakit yang menular melalui seksual, kemarin sudah dianggap telah ditaklukkan dengan pemakaian antibiotik, sekarang telah kembali lagi yang lebih menakutkan, sekarang penyakit menular menjadi pembunuh terkemuka ketiga untuk orang Amerika, setelah kanker dan sakit jantung dan hal ini telah menjadi ancaman global. Penduduk dunia tidak akan pernah kebal terhadap infeksi, karena bakteri infeksi akan muncul kembali yang lebih resistan. Demikian menurut tulisan Dr. Joshua Lederberg, pemenang hadiah nobel untuk riset dalam susunan ginetik mikroba, pada sebuah editorial dalam Journal of the American Medical Association.

Para ahli mengatakan pemakaian antibiotik akan mendorong perkembangbiakan bakteri yang tahan terhadap antibiotik. pada tahun 1946 hanya 5 tahun setelah pinisilin digunakan secara luas, dokter menemukan bakteri stephyloccocus  yang tidak peka terhadap pinisilin, Pharmacologis mengembangkan antibiotik baru, namun muncul kembali bakteri baru yang tahan terhadap antibiotik tersebut dan begitu seterusnya sehingga secara perlahan bencana seperti TBC, bakteri pneumonia, septimecia, sipilis, gonorrhea dan bakteri infeksi lainnya telah dapat ditaklukkan sementara. Masih ada orang yang meninggal karena penyakit ini, namun tidak begitu banyak. Beberapa tahun terakhir ini bakteri yang menyebabkan penyakit telah muncul kembali dengan akibat yang lebih kuat. Oleh karena itu kita sekarang berada dalam era baru untuk memerangi bakteri dan era itu disebut sebagai era “bakteri super”

Antibiotik masih berfungsi untuk memerangi kebanyakan infeksi bakteri, namun virus merupakan persoalan lain. Mereka semua dalam satu pengertian, merupakan superbakteri karena dalam hal ini tidak ada obat yang dapat membunuh secara efektif. Atibiotik hanyalah bermanfaat melawan bakteri, bukan virus. Sampai saat ini tidak ada obat yang telah dikembangkan sehingga bisa membunuh virus secara efektif dan menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan. Obat antivirus mungkin mengurangi keparahan infeksi namun tidak menghilangkan sama sekali. Ketika seseorang mendapatkan infeksi virus seperti demam, flu, herpes atau mononukleus, hanya sedikit hal yang bisa dilakukan oleh dokter. Satu-satunya pilihan dokter adalah membantu agar sedikit lebih baik dengan mengurangi keparahan gejalanya pada saat tubuh memerangi infeksi.

Senjata paling efektif untuk memerangi virus adalah vaksin, namun vaksin digubakan untuk mencegah penyakit bukan untuk menyembuhkannya. Vaksin menggunakan virus mati atau virus diperlemah dimasukkan kedalam tubuh. Tubuh mengenali vaksin sebagai infeksi virus dan memberikan serangan sengit dengan memproduksi senyawa “antivirus”nya sendiri yang dinamakan antibodi. Namun vaksin ini mempunyai potensi untuk mengakibatkan infeksi dan penyakit lainnya, sehingga sesorang tidak benar-benar aman. Virus terus bermutasi dengan keturunan baru muncul sehingga kebanyakan vaksin tidak lagi tersedia. Satu-satunya perlindungan yang sbenarnya terhadap infeksi virus adalah pertahanan alami tubuh sendiri. 

Pada zaman superbakteri pengobatan tidak bisa dipercayai lagi untuk melindungi terhadap semua infeksi organisme, dibutuhkan sesuatu yang lebih untuk menigkatkan sistem kekebalan dan membantu memerangi penyerangan bakteri dan virus yang berkembang saat ini.

Pengaruh anti mikrobial minyak kelapa berasal dari komposisi MCFA. Uniknya, semua asam lemak ini ketika dirubah menjadi asam lemak bebas ata monogliserid memperlihatkan sifat anti mikrobial. Para peneliti baru baru ini menghasilkan formulasi yang didapatkan dari MCFA dalam minyak kelapa untuk menghasilkan suplemen dieter antimikrobial terkonsentrasi dan pharmaceutical.

Minyak kelapa tersusun dari 48% asam laurat (asam lemak jenuh 12 rantai C), 7% asam kaprat (lemak jenuh 10 rantai C), 8% asam kaprilat (lemak jenuh 8 rantai C), dan 0,05% asam kaproat (asam lemak jenuh 6 rantai C). Asam lemak rantai sedang ini memberikan sifat antimikrobial mengejutkan untuk minyak kelapa dan biasanya bebas dari minyak sayur dan hewan lainnya kecuali mentega.

Air susu ibu (ASI) dan susu binatang mamalia lainnya semuanya mengandung sejumlah MCFA. Oleh karena itu mentega yang dibuat dari lemak susu juga mengandung MCFA. Susu yang mengandung asam lemak rantai sedang melindungi bayi yang baru lahir dari bakteri berbahaya, usia yang sangat rentan dalam kehidupan sebab sistem kekebalanya masih berkembang. Seorang ibu yang mengkonsumsi minyak kelapa akan mempunyai lebih banyak MCFA dalam susunya untuk membantu melindungi dan memberi gizi bayinya. 

Bagian 1, Selesai


 Editor : **

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Siapa Dibalik Peretasan Akun Twitter Tokoh-Tokoh Dunia Kemarin?

IDI Inhil Bagikan Tips Tingkatkan Imun Tubuh, Begini Caranya

Horee...Pembangunan Infrastruktur Program Internet Murah Bupati Rohil Untuk Masyarakat Dimulai

Lindungi Masyarakat, BPOM Intensif Awasi Peredaran Pangan Ramadhan- Idul Fitri

Jack Miller, proyek jangka panjang Honda

Banyak warga masih dolbon, renovasi toilet DPRD Banten telan Rp 1 M

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Riau, RAPP Kembali Serahkan Beasiswa Pendidikan

Lindungi Masyarakat, BPOM Intensif Awasi Peredaran Pangan Ramadhan- Idul Fitri

Horee...Pembangunan Infrastruktur Program Internet Murah Bupati Rohil Untuk Masyarakat Dimulai

Banyak warga masih dolbon, renovasi toilet DPRD Banten telan Rp 1 M

Baru enam hari jadi wanita tertua sejagat, nenek ini meninggal dunia

IDI Inhil Bagikan Tips Tingkatkan Imun Tubuh, Begini Caranya

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu

Dibaca : 408 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 238 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 927 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 335 Kali
Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan
Dibaca : 1183 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved