Edukasi Politik
Kampanye Cerdas, Kampanye Berkualitas: Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula
Oleh: Nadia Deby Sukanti, S. Sos (Pemerhati Sosial)
Marwahrakyat.com -- Di tengah maraknya kampanye yang hanya mengandalkan janji kosong dan serangan terhadap lawan politik, penggunaan atribut kampanye yang berlebihan, sudah saatnya kita beralih ke kampanye yang cerdas dan berkualitas. Kampanye yang tidak hanya fokus pada popularitas semata, tetapi juga pada substansi, transparansi, dan visi yang jelas untuk kemajuan bangsa."
Kampanye masa kini harus mampu mendistraksi masyarakat untuk dapat meyakinkan mereka kepada siapa pilihan mereka. Maka perlu dilakukan “Kampanye Cerdas" dan “Kampanye Berkualitas”.
Kampanye cerdas adalah kampanye yang berbasis pada data melalui pemanfaatan teknologi, memberikan informasi yang jelas, melakukan diskursus mengenai isu-isu penting ditengah-tengah masyarakat. Sementara kampanye berkualitas adalah kampanye yang mendidik pemilih, menghadirkan pendidikan politik bagi masyarakat terkhusus anak muda sebagai pemilih pemula, kemudian dilakukan secara terintegrasi. Kedua konsep ini jika berjalan beriringan akan melahirkan proses demokrasi yang lebih sehat dalam agenda pilkada 2024.
Ada beberapa karekteria pada Kampanye Cerdas dan Berkualitas, diantaranya:
1. Kampanye yang menghadirkan diskusi yang berisikan data dan usulan kebijakan bukan sekedar janji-janji manis belaka
2. Memprioritaskan edukasi politik yang mendiskusikan tentang isu-isu penting serta memberikan solusi terbaik
3. Meningkatkan Pendidikan politik bagi masyarakat serta pemilih pemula melalui pemanfatan media online dan media sosial.
4. Menjauhi kampanye negatif, pemecah belah antar masyarakat dengan melakukan black campaign atau negative campaign. Menghadirkan kampanye yang saling menjaga integritas tanpa saling menjatuhkan.
Mewujudkan kampanye cerdas dan berkualitas tidak mudah. Karena persoalan ini berbicara tentang budaya politik yang sudah melekat. Dilain sisi kurangnya literasi politik pemilih menjadi tantangan bagi setiap pasangan calon, apatisme generasi muda sebagai pemilih pemula, kurang pahamnya masyarakat akan isu-isu penting dan ketertarikan pada politik identitas serta janji instan. Kemudian ongkos kampanye yang tinggi, politik uang merajalela yang merusak demokrasi karena “Suara Anda dibeli, maka jangan tagih janji-janjinya, karena suara Anda sudah dibayar dengan uang”. Penyebaran media sosial dan Informasi palsu, setiap paslon harus bersaing dangan informasi palsu dan hoaks yang lebih cepat viral akibat ulah segelintir oknum yang ingin memproleh keuntungan dalam momen pilkada 2024.
Pemilu 2024 kemarin telah memperlihatkan beberapa contoh kampanye cerdas dan berkualitas. Setiap paslon memanfaatkan media sosial untuk melakukan dialog virtual kepada publik. Melakukan laporan secara detil, menghadirkan diskursus di setiap kampanye. Kampanye Cerdas dan Berkualitas ini harus didukung dengan pemberian pendidikan politik yang baik melalui lembaga pendidikan yang berperan aktif terhadap pemilih pemula dengan meningkatkan literasi politik pemilih.
Lembaga KPU dan Bawaslu yang memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap kampanye hitam dan politik uang, serta mengajak masyarakat bukan sebatas pemilih tapi juga menjadi pengawas dalam pilkada 2024 dengan menjamin perlindungan bagi pelapor. Kemudian melakukan kolaborasi dengan media massa dan platfrom digital yang menjadi peran dalam memastikan kampanye yang berkualitas ini tersebar luas dan memangkas tuntas penyebaran hoaks.
Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa Pilkada bukan sekedar ajang perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi proses pendidikan politik yang mendewasakan bangsa. Sudah saatnya kita memilih kampanye yang cerdas, kampanye yang berkualitas.

Berita Lainnya
Selangkah Ke-Nasional,Desa Sungai Intan Pematangan Penilaian Percontohan Desa Anti Korupsi KPK-RI
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Kecamatan Gaung Dukung Haji Herman-Yuliantini
Hebat! Paslon 04 Komitmen Berantas Perjudian dan Tempat Maksiat
Diarak dan Disambut Ratusan Warga, Haji Herman Didukung Penuh untuk Jadi Bupati Inhil 2024-2029
Potensi Defisit 2024, Abdullah: Tak Ada Tunda Bayar di Era Syamsuar.
Ahmad Tarmizi: Pilihlah Pemimpin dengan Mata Hati, Bukan dengan Mata Uang
Penuh Kedekatan H Herman Duduk Bersama Ibu-ibu Habsyi
Gagasan 5 Rumah Perjuangan PKS, Bukan Sekedar Proker
Martha Yuli Yakin Wujudkan Visi BPKK PKS, Kuatkan Peran Keluarga dan Perempuan
Kapolsek Rino Menggelar Syukuran dan Pelepasan Purnabhakti Dua Personil Polsek Tembilahan Hulu
Rakernas PKS : Picu Kolaborasi Bangun Negeri!
Rapat Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi BUMDesa Se Kecamatan Tembilahan Hulu Tahun 2024