• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Nasional
  • Info

Dinilai Kurang Adil, PKS Desak Pemerintah Evaluasi Soal Hilirisasi Nikel

Redaksi Exc.

Ahad, 01 Agustus 2021 15:24:18 WIB
Cetak

Marwahrakyat.com, Jakarta (31/7) - Anggota Komisi VII DPR RI mendesak Pemerintah melakukan evaluasi komprehensif  terhadap program hilirisasi nikel nasional.

Mulyanto menilai bahwa manfaat dari seluruh rantai nilai program hilirisasi nikel yang berjalan sekarang tidak adil dan hanya menguntungkan pihak investor asing. 

Padahal janjinya, kata Mulyanto, Pemerintah akan memaksimalkan pendapatan negara dari kerjasama hilirisasi nikel ini. 

"Berdasarkan hitung-hitungan ekonom Faisal Basri dari seluruh rantai nilai proyek hilirisasi nikel ini, Indonesia hanya mendapat keuntungan maksimal 10 persen. Sementara sisanya 90 persen dinikmati oleh investor asing. 

Dalam jangka pendek belum terasa manisnya program hilirisasi nikel ini bagi masyarakat.  Yang terasa masih pahitnya saja.  Misalnya masyarakat tidak bisa menikmati harga nikel internasional yang tinggi, serta datangnya TKA yang ditengarai adalah para pekerja kasar dengan visa turis bukan visa pekerja.   Belum lagi pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah proses pengolahan. 

Padahal amanat konstitusi jelas, bahwa Negara melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan kekayaan alamnya untuk kemajuan dan kesejahteraan Rakyat Indonesia. Prinsip ini juga harus dilaksanakan oleh Pemerintah saat bermitra dengan China termasuk yang terkait dengan hilirisasi nikel ini," tegas Mulyanto. 

Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini menilai sebenarnya hilirisasi nikel ini adalah program sangat bagus. Harapannya Indonesia dapat mengekspor barang jadi dengan nilai tambah tinggi. Dengan demikian, penerimaan Negara akan meningkat. Selain itu dengan pengoperasian industri smelter ini dapat diserap banyak tenaga kerja lokal.  

Namun kenyataan hilirisasi yang terjadi masih menghasilkan nilai tambah yang rendah. Sebanyak 80 persen produk yang dihasilkan industri smelter nasional baru sebatas bahan setengah jadi berupa feronikel yang berkadar rendah (NPI). Sementara hasil pengolahan berupa stainless steel (SS) hanya 20 persen. 

"Sampai sekarang bahan nikel murni untuk industri baterai belum ada. Karena itu nilai tambah industri smelter ini hanya mencapai 3-4 kali dari bahan mentahnya. Tidak sebesar 19 kali sebagaimana yang dijanjikan Pemerintah.

Tadinya kita berharap Tesla memilih tambang di Indonesia untuk industri baterai mereka, karena cadangan nikel kita yang besar dan harga yang relative murah. Namun faktanya, berdasarkan hitung-hitungan bisnis riil, mereka lebih memilih mitra tambang nikel di Australia ketimbang kita," ujar Mulyanto. 

Mantan Sekretaris Kemenristek era Presiden SBY ini melihat saat ini yang aktif bicara hilirisasi nikel hanyalah Menteri ESDM dan Menko Marinves. Sementara Menteri Perindustrian malah tidak menonjol perannya. Padahal isu hilirisasi ini terkait erat dengan industrialisasi.  

"Pemerintah kurang kompak dalam program ini. Namanya saja hilirisasi nikel, namun prakteknya masih tidak terlalu jauh dari hulu.  Pemerintah perlu melakukan evaluasi komprehensif soal ini. 

Kalau format hilirisasinya seperti ini, saya setuju dengan apa yang dikatakan ekonom Faisal Basri bahwa Indonesia hanya sekedar menjadi ekstensi proyek industrialisasi di Cina. 

Mereka yang menikmati nilai tambah yang tinggi, karena harga nikel yang jauh lebih murah dari harga internasional; berbagai isentif dan kemudahan investasi termasuk soal TKA; serta akhirnya menerima bahan setengah jadi dengan harga murah dan terjamin sebagai bahan baku proyek industrialisasi mereka.  Inikan mengenaskan”, tandas Mulyanto


 Editor : **//FL

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Kapolri : Momentum HUT RI jadi Upaya Percepat Vaksinasi

Satgas Covid-19 Inhil: 2 Warga Positif Covid-19

Pemerintah Kelurahan TagaRaja Mengucapkan Terimakasih Atas Pengabdian Mahasiswa KKN

Safari Ramadhan PKS Riau, Bukber dan Perkuat Silaturahmi di Inhil

Panglima TNI dan Kapolri Ajak Civitas Akademik, Pemuda hingga Ormas Terlibat Aktif Percepat Vaksinasi

Syahrul Aidi Desak Dubes Prioritaskan Ekspor Potensi Desa dan Lindungi WNI di Negara Konflik

Bupati Inhil HM Wardan Imbau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Penyembelihan Hewan Kurban

Provost Polres Inhil Melaksanakan Kegiatan Pendisplinan Pemakaian Masker Bagi Anggota Polri

Siapa Fatimah Azzahra? Sosok Viral 19 Tahun yang jadi Calon Istri Prof UAS

Wasekjend PB HMI; Ancaman Covid, Saat Yang Tepat Untuk Pemberdayaan Petani

Mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta Resah, Rektor Bubarkan UKM Girigahana

BEM SI Ancam Akan Turun Kejalan, Sebagai Bentuk Dukungan Kepada BEM UI soal Jokowi Lip Service

Terkini +INDEKS

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru

02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 598 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 258 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1612 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 722 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 630 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved