H Darnawati
Dikenal Sosok Humoris, Hj Darnawati Minta Maaf dan Klarifikasi Isu Bayar Media: “Tidak Benar itu, Hanya Candaan"
MR, Inhil -- Di tengah riuhnya dinamika politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), muncul satu kabar yang menyita perhatian publik: dugaan bahwa salah satu anggota dewan berupaya menyuap media. Tudingan itu berasal dari tangkapan layar percakapan di Grup WhatsApp DPRD Inhil yang kemudian beredar luas.
Namun, Hj. Darnawati anggota DPRD Inhil sekaligus Ketua Partai Perindo Inhil langsung angkat suara. Dengan nada santai dan penuh tawa, ia menegaskan bahwa pesan yang dianggap kontroversi itu murni candaan, tanpa ada niat serius sedikit pun.
“Hehehe… tak ada itu, dek. Itu hanya canda-canda saja di grup sama Hj. Tina,” ujarnya sambil tertawa kecil ketika dimintai klarifikasi.
Darnawati menjelaskan bahwa percakapan tersebut terjadi di tengah obrolan ringan mengenai sikap salah satu anggota dewan lain, Samino, yang menolak rencana pinjaman Rp200 miliar oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.
Menurutnya, situasi obrolan saat itu sangat cair dan penuh gurauan, sehingga kalimat membayar media sebenarnya hanya spontanitas untuk mencairkan suasana, bukan menyuap media.
“Biasalah, kami di grup itu kadang bercanda. Saya memang orangnya suka melucu kalau suasana tegang, supaya cair,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan, rencana, atau niat sedikit pun untuk melakukan pembayaran apalagi bentuk suap kepada media.
“Kalau soal bayar media, ya itu tak ada sama sekali. Cuma gurauan saja. Nggak serius itu, dek,” katanya.
Darnawati juga menjelaskan bahwa dalam konteks pembahasan pinjaman Rp200 miliar, ia justru termasuk yang mendukung pemerintah jika kebijakan tersebut benar-benar bisa mempercepat pembangunan Inhil.
“Saya ini paling setuju kalau pemerintah meminjam demi pembangunan. Karena buat saya, selama itu bermanfaat untuk Inhil, kenapa tidak?” ujarnya.
Sosok yang Dikenal Humoris di Internal DPRD
Di lingkungan DPRD, Darnawati memang dikenal sebagai sosok yang ramah, humoris, dan sering mencairkan keadaan saat suasana diskusi mulai memanas. Beberapa anggota dewan bahkan menyebut bahwa tawa dan candaan Darnawati kerap membuat suasana rapat terasa lebih ringan.
Karena itu, ia menyayangkan jika percakapan internal yang bernuansa gurauan malah diartikan lain ketika keluar ke publik.
“Kadang orang lihat teks tanpa tahu suasananya, jadinya disalahpahami. Padahal kalau dengar langsung, pasti orang ikut ketawa,” ujarnya lagi.
Pernyataan Permintaan Maaf Hj. Darnawati
“Saya, Hj. Darnawati, dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, rekan-rekan media, serta seluruh pihak yang mungkin merasa kurang nyaman atas beredarnya percakapan saya di Grup WhatsApp DPRD Inhil,"katanya.
Ia sampaikan bahwa pesan tersebut sama sekali tidak memiliki niat buruk atau maksud untuk melakukan tindakan yang merendahkan profesi wartawan maupun memengaruhi pemberitaan. Kalimat itu murni candaan yang ia lontarkan untuk mencairkan suasana diskusi internal DPRD Inhil.

Berita Lainnya
Ketua Komisi III DPRD Inhil Hadiri Peresmian Jembatan Garuda Secara Virtual
Bupati Herman Hadiri Paripurna 2026, APBD Inhil Disahkan
PKS Riau Launching Posko Mudik 2026: Sediakan Berbagai Layanan Gratis
Majelis Al-Kahfi Provinsi Riau Hadirkan Ustadz Herman Budianto, Bahas Pengalaman Kemanusiaan di Gaza - Palestina
Pansus DPRD Inhil, Perkuat Penyusunan Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter dengan Kunjungan ke Kanwilkemenkumham Riau
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Sabak Auh Cek 1 Hektare Lahan Jagung Pipil di Siak
Bupati Inhil Tegaskan: Rotasi Pejabat Tidak Dipungut Biaya, Jika Ada Lapor Polisi!
Ketika Tiket, Sponsor, dan Transparansi Menjadi Pertandingan Sesungguhnya
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
Perkuat Ekonomi dan Lestarikan Lingkungan, Pertagas Tanam 1500 Pohon Buah di Hutan Adat Suku Sakai*