• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Strategi Dinkes Inhil Dalam Menangani Stunting di Sungai Batang

Redaksi Exc.

Rabu, 16 Oktober 2024 05:47:39 WIB
Cetak

INHIL - Dalam upaya mengurangi prevalensi stunting di Kecamatan Sungai Batang, Dinas Kesehatan(Dinkes) Indragiri Hilir(Inhil) melakukan berbagai intervensi yang menunjukkan hasil positif. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, SKM, MKL, langkah-langkah yang diambil telah membawa penurunan jumlah balita stunting meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Stunting, yang didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis, merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Data dari grafik sebaran stunting di Kecamatan Sungai Batang menunjukkan bahwa prevalensi stunting mengalami peningkatan dari 12 kasus pada tahun 2022 menjadi 15 kasus pada tahun 2023, dan meningkat menjadi 16 kasus pada tahun 2024. Meskipun terjadi peningkatan jumlah kasus, intervensi yang dilakukan oleh pemerintah setempat telah mulai membuahkan hasil.

“Periode 1000 hari pertama kehidupan adalah kunci dalam penanganan stunting. Oleh karena itu, kami memprioritaskan program-program yang fokus pada intervensi gizi dan kesehatan,” ungkap Rahmi Indrasuri.

Berbagai upaya yang telah dilakukan mencakup:

1.    Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan.

2.    Pendampingan ASI eksklusif dan kunjungan untuk ibu hamil serta balita bermasalah gizi.

3.    Pelatihan penyiapan makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi kader.

4.    Pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri. 

5.    Pembinaan pelaksanaan aksi bergizi di sekolah SMP dan SMA di Kecamatan Sungai Batang.

6.    Sosialisasi 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

7.    Program imunisasi seperti Crash Program Polio, BIAN, Kejar, dan PIN Polio tahap 1 dan 2.

8.    Penetapan Bunda PAUD dan orang tua asuh stunting.

 9.    Komitmen percepatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS).

Namun, masih terdapat faktor determinan yang menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita di Kecamatan Sungai Batang, antara lain:

1.    Tidak Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap: 35,7% balita stunting tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, meningkatkan risiko terhadap penyakit.

 2.    Terpapar Asap Rokok: 100% balita terpapar asap rokok di lingkungan rumah, yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

3.    Rendahnya Tingkat Pendidikan Orang Tua: 61,5% ayah dan 57,1% ibu balita memiliki tingkat pendidikan yang rendah, berdampak pada pemahaman nutrisi.

 4.    Belum Mendapat MP-ASI: 21,4% balita stunting belum mendapatkan Makanan Pendamping ASI yang sesuai.

 5.    Pemahaman Tentang Stunting yang Masih Kurang: 64,28% orang tua tidak memahami pentingnya gizi seimbang.

 6.    Tidak Mendapat ASI Eksklusif: 50% balita stunting tidak mendapatkan ASI eksklusif.

7.    Tidak Memiliki Jamban Sehat: 28,57% anak tinggal tanpa jamban sehat. 

8.    Kurangnya Akses Air Bersih: 28,57% anak tidak memiliki akses air bersih.

“Untuk meningkatkan hasil, kami perlu kerjasama lintas program dan lintas sektor. Komitmen dari semua pemangku kebijakan sangat penting agar program-program ini dapat berjalan lebih efektif,” tambah Rahmi.

Dinas Kesehatan Indragiri Hilir terus berupaya untuk memperkuat kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha dalam rangka mengatasi masalah stunting, yang tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak saat ini tetapi juga masa depan mereka. (Adv)


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Wabup Inhil Buka Rembuk Stunting di Aula Bappeda

Rembuk Stunting DP2KBP3A Inhil Dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Dra Mardalena Wati MSi

KPU Inhil Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke Wilayah Perairan

Dinkes Inhil: Ayo Terapkan Pola Makan Sehat

Cegah Kebocoran Data, Tangkal Ancaman Siber di Era Digital Ala Relawan Perisai

Dua Hadiah Utama Mobil Disiapkan BRI Tembilahan pada Acara Penarikan Undian Simpedes

Puskesmas Mandah Gelar Penyuluhan Sanitasi Lingkungan di Sekolah

KNPI Inhil bersama OKP/Ormas dan Ormawa Se-Inhil Bersilaturahmi Sekaligus Sarapan Bersama Pj. Bupati Inhil Di Kediaman

Live di ANTV, Bupati Ajak Masyarakat Rohil Dukung Atlet MMA di Semi Final

Peningkatan Stunting di 5 Desa pada Tahun 2023, Penurunan Signifikan pada 2024 di Kecamatan Teluk Belengkong

Lantik Pejabat Eselon, Sekda Rohil : Jabatan Bukan Abadi, Tapi Bagi Mereka yang Berprestasi

Rapat Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Kelurahan dan Desa Dipimpin Langsung Oleh Ferry H Parya

Terkini +INDEKS

Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

18 Mei 2026
Kwarcab Inhil Matangkan Persiapan Seleksi Jamnas XII 2026
15 Mei 2026
Kejar Kemandirian Fiskal, Ahmad Tarmizi Instruksikan Anggota DPRD Fraksi PKS se-Riau Bantu Pemda Gali Potensi PAD
15 Mei 2026
Sambangi Pengadilan Negeri Tembilahan, KNPI Inhil: Kita Perkuat Literasi Hukum Pemuda Dan Masyarakat
11 Mei 2026
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
11 Mei 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
11 Mei 2026
Hadiri Kegiatan Penunjukan Duta Anti Narkoba dan Revitalisasi Kampung Tangguh, Mahmudin: Ini Bukti Kongkret Polres Inhil Dalam Memberantas Peredaran Narkotika
09 Mei 2026
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
08 Mei 2026
Penjaskesrek Unisi MoU dengan SSB Bina Mandiri, Kembangkan Sepakbola Berbasis Akademis
08 Mei 2026
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
07 Mei 2026

Terpopuler +INDEKS


Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

Dibaca : 391 Kali
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
Dibaca : 680 Kali
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
Dibaca : 353 Kali
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
Dibaca : 505 Kali
UMKM Binaan KDMP Karya Tunas Jaya Mengikuti Pelatihan PKP Dinkes Inhil
Dibaca : 364 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved