• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Publikasi Hasil Pengukuran Kasus Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022-2024

Redaksi Exc.

Sabtu, 07 September 2024 18:58:26 WIB
Cetak

Inhil - Grafik Jumlah Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022, 2023 dan 2024 dan Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Gaung. 

Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Gaung guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai pencegahan dan penanganan Stunting

2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

3. Kelas Ibu hamil

4. Kelas Ibu Balita

5. Pemberian dan Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri

6. Pemberian vitamin A pada bayi dan balita

7. Pemberian obat cacing

Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Gaung, Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah: 

1. Paparan asap rokok

Banyak balita yang terpapar asap rokok dilingkungan rumah karena adanya perokok aktif dalam keluarga, sehingga berisiko memperburuk kondisi stunting membuat daya tahan tubuh anak menurun.

2. Tingkat pendidikan orang tua balita masih rendah

Tingkat Pendidikan orang tua  balita yang  masih rendah berdampak pada kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya kecukupan gizi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat menghambat akses terhadap informasi kesehatan yang memadai.

3. Pernikahan dini

Remaja yang menikah belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kehamilan dan perawatan gizi bayi. Tubuh ibu akan bersaing untuk mendapatkan gizi dengan bayi yang dikandungnya. Organ reproduksi remaja, seperti rahim, belum terbentuk sempurna sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin. Secara fisik, psikologi, ekonomi remaja belum siap untuk menghadapi kehamilan dan merawat anak.

4. Belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Masih banyak orangtua tidak mau membawa anaknya untuk diberikan imunisasi dengan alasan khawatir terhadap efek sampingnya. Imunisasi yang tidak lengkap menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang berpengaruh terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak.

5. Tidak mendapat ASI Ekslusif

Masih banyak ibu balita tidak memberikan anaknya ASI Eksklusif dengan berbagai alasan salah satunya larangan kerabat terdekat, suami , dll. Terkadang orangtua lebih memberikan anaknya susu formula dibandingkan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

6. Tidak memiliki jamban sehat

Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Masyarakat cenderung memilih BAB/BAK ke sungai, hal ini tentu menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak karena dapat terjadinya gangguan pencernaan seperti diare.

7. Sarana air bersih yang kurang

Ada beberapa desa yang belum memenuhi standar akses air bersih. Masyarakat lebih memilih MCK (Mandi Cuci Kakus) di sungai.  Kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi salah satu faktor memperburuk status kesehatan balita karena berisiko terkena penyakit terkait sanitasi dan kebersihan.

8. Penyakit Kronis

Adanya balita dengan riwayat penyakit kronis juga menjasi salah satu faktor memperburuk kondisi stunting. Karena penyakit tersebut mempengaruhi penyerapan gizi dan menghambat tumbuh kembang anak.

2. Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK yang masih bermasalah di Kecamatan Gaung.

Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:

1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting

2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang

3. Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Gaung

Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu  dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.

 

Publikasi Hasil Pengukuran Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Tahun 2022-2024

Grafik Jumlah Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022, 2023 dan 2024 dan Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Gaung. 

Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Gaung guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai pencegahan dan penanganan Stunting

2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

3. Kelas Ibu hamil

4. Kelas Ibu Balita

5. Pemberian dan Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri

6. Pemberian vitamin A pada bayi dan balita

7. Pemberian obat cacing

Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Gaung, Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah: 

1. Paparan asap rokok

Banyak balita yang terpapar asap rokok dilingkungan rumah karena adanya perokok aktif dalam keluarga, sehingga berisiko memperburuk kondisi stunting membuat daya tahan tubuh anak menurun.

2. Tingkat pendidikan orang tua balita masih rendah

Tingkat Pendidikan orang tua  balita yang  masih rendah berdampak pada kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya kecukupan gizi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat menghambat akses terhadap informasi kesehatan yang memadai.

3. Pernikahan dini

Remaja yang menikah belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kehamilan dan perawatan gizi bayi. Tubuh ibu akan bersaing untuk mendapatkan gizi dengan bayi yang dikandungnya. Organ reproduksi remaja, seperti rahim, belum terbentuk sempurna sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin. Secara fisik, psikologi, ekonomi remaja belum siap untuk menghadapi kehamilan dan merawat anak.

4. Belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Masih banyak orangtua tidak mau membawa anaknya untuk diberikan imunisasi dengan alasan khawatir terhadap efek sampingnya. Imunisasi yang tidak lengkap menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang berpengaruh terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak.

5. Tidak mendapat ASI Ekslusif

Masih banyak ibu balita tidak memberikan anaknya ASI Eksklusif dengan berbagai alasan salah satunya larangan kerabat terdekat, suami , dll. Terkadang orangtua lebih memberikan anaknya susu formula dibandingkan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

6. Tidak memiliki jamban sehat

Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Masyarakat cenderung memilih BAB/BAK ke sungai, hal ini tentu menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak karena dapat terjadinya gangguan pencernaan seperti diare.

7. Sarana air bersih yang kurang

Ada beberapa desa yang belum memenuhi standar akses air bersih. Masyarakat lebih memilih MCK (Mandi Cuci Kakus) di sungai.  Kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi salah satu faktor memperburuk status kesehatan balita karena berisiko terkena penyakit terkait sanitasi dan kebersihan.

8. Penyakit Kronis

Adanya balita dengan riwayat penyakit kronis juga menjasi salah satu faktor memperburuk kondisi stunting. Karena penyakit tersebut mempengaruhi penyerapan gizi dan menghambat tumbuh kembang anak.

2. Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK yang masih bermasalah di Kecamatan Gaung.

Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:

1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting

2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang

3. Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Gaung

Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu  dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pedomani Perpres dan RAN-PASTI, ada 5 Tematik yang Harus Dikawal Bersama

Dukung Talenta Digital! Diskominfo Rohil Bantu Dukung E-Sports Player

Tudingan Plagiat, Tokoh Masyarakat Inhil Minta Tidak Langsung Menyalahkan.

Wakil Ketua DPRD Inhil Edi Gunawan Mengikuti Apel Hut RI Ke-78

PKM Sungai Piring Lakukan Pemberian Obat Cacing untuk Anak SD

Bupati Inhil HM WARDAN Tinjau Logistik Pemilu 2024

Dinkes Inhil Peringatkan Bahaya Rokok

UPT Puskesmas Sungai Piring Gelar Prolanis di Desa Sungai Rawa

Wakil Ketua DPRD Inhil Edi Gunawan Mengikuti Apel Hut RI Ke-78

Analisis Data Pengukuran Stunting Kelurahan Concong Tengah Tahun 2022-2024

Infrastruktur Tetap Menjadi Perhatian Prioritas Pj.Bupati Inhil Herman

Buya Gazali Ajak Masyarakat Riau Dukung Perjuangan Hamas dan Rakyat Palestina

Terkini +INDEKS

Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi

01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026
PPWI Inhil Pertanyakan Pajak Perkebunan, Bappenda Malah Minta Data, Apa kerjanya?
05 September 2026
Atlet Taekwondo Inhil Marsel Romansa Raih Juara Umum 2 di Kejuaraan Piala Kodam XIX Tuanku Tambusai
02 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 598 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 258 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1612 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 721 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 630 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved