• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Publikasi Hasil Pengukuran Kasus Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022-2024

Redaksi Exc.

Sabtu, 07 September 2024 18:58:26 WIB
Cetak

Inhil - Grafik Jumlah Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022, 2023 dan 2024 dan Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Gaung. 

Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Gaung guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai pencegahan dan penanganan Stunting

2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

3. Kelas Ibu hamil

4. Kelas Ibu Balita

5. Pemberian dan Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri

6. Pemberian vitamin A pada bayi dan balita

7. Pemberian obat cacing

Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Gaung, Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah: 

1. Paparan asap rokok

Banyak balita yang terpapar asap rokok dilingkungan rumah karena adanya perokok aktif dalam keluarga, sehingga berisiko memperburuk kondisi stunting membuat daya tahan tubuh anak menurun.

2. Tingkat pendidikan orang tua balita masih rendah

Tingkat Pendidikan orang tua  balita yang  masih rendah berdampak pada kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya kecukupan gizi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat menghambat akses terhadap informasi kesehatan yang memadai.

3. Pernikahan dini

Remaja yang menikah belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kehamilan dan perawatan gizi bayi. Tubuh ibu akan bersaing untuk mendapatkan gizi dengan bayi yang dikandungnya. Organ reproduksi remaja, seperti rahim, belum terbentuk sempurna sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin. Secara fisik, psikologi, ekonomi remaja belum siap untuk menghadapi kehamilan dan merawat anak.

4. Belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Masih banyak orangtua tidak mau membawa anaknya untuk diberikan imunisasi dengan alasan khawatir terhadap efek sampingnya. Imunisasi yang tidak lengkap menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang berpengaruh terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak.

5. Tidak mendapat ASI Ekslusif

Masih banyak ibu balita tidak memberikan anaknya ASI Eksklusif dengan berbagai alasan salah satunya larangan kerabat terdekat, suami , dll. Terkadang orangtua lebih memberikan anaknya susu formula dibandingkan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

6. Tidak memiliki jamban sehat

Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Masyarakat cenderung memilih BAB/BAK ke sungai, hal ini tentu menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak karena dapat terjadinya gangguan pencernaan seperti diare.

7. Sarana air bersih yang kurang

Ada beberapa desa yang belum memenuhi standar akses air bersih. Masyarakat lebih memilih MCK (Mandi Cuci Kakus) di sungai.  Kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi salah satu faktor memperburuk status kesehatan balita karena berisiko terkena penyakit terkait sanitasi dan kebersihan.

8. Penyakit Kronis

Adanya balita dengan riwayat penyakit kronis juga menjasi salah satu faktor memperburuk kondisi stunting. Karena penyakit tersebut mempengaruhi penyerapan gizi dan menghambat tumbuh kembang anak.

2. Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK yang masih bermasalah di Kecamatan Gaung.

Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:

1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting

2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang

3. Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Gaung

Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu  dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.

 

Publikasi Hasil Pengukuran Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Tahun 2022-2024

Grafik Jumlah Balita Stunting Kecamatan Gaung Tahun 2022, 2023 dan 2024 dan Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan balita stunting di Kecamatan Gaung. 

Berbagai upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Gaung guna menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di masa 1.000 HPK antara lain:

1. Koordinasi dengan lintas sektor mengenai pencegahan dan penanganan Stunting

2. Penyuluhan, sosialisasi ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

3. Kelas Ibu hamil

4. Kelas Ibu Balita

5. Pemberian dan Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri

6. Pemberian vitamin A pada bayi dan balita

7. Pemberian obat cacing

Faktor determinan yang memerlukan perhatian di Kecamatan Gaung, Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita adalah: 

1. Paparan asap rokok

Banyak balita yang terpapar asap rokok dilingkungan rumah karena adanya perokok aktif dalam keluarga, sehingga berisiko memperburuk kondisi stunting membuat daya tahan tubuh anak menurun.

2. Tingkat pendidikan orang tua balita masih rendah

Tingkat Pendidikan orang tua  balita yang  masih rendah berdampak pada kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya kecukupan gizi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat menghambat akses terhadap informasi kesehatan yang memadai.

3. Pernikahan dini

Remaja yang menikah belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kehamilan dan perawatan gizi bayi. Tubuh ibu akan bersaing untuk mendapatkan gizi dengan bayi yang dikandungnya. Organ reproduksi remaja, seperti rahim, belum terbentuk sempurna sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin. Secara fisik, psikologi, ekonomi remaja belum siap untuk menghadapi kehamilan dan merawat anak.

4. Belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Masih banyak orangtua tidak mau membawa anaknya untuk diberikan imunisasi dengan alasan khawatir terhadap efek sampingnya. Imunisasi yang tidak lengkap menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang berpengaruh terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak.

5. Tidak mendapat ASI Ekslusif

Masih banyak ibu balita tidak memberikan anaknya ASI Eksklusif dengan berbagai alasan salah satunya larangan kerabat terdekat, suami , dll. Terkadang orangtua lebih memberikan anaknya susu formula dibandingkan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

6. Tidak memiliki jamban sehat

Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Masyarakat cenderung memilih BAB/BAK ke sungai, hal ini tentu menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak karena dapat terjadinya gangguan pencernaan seperti diare.

7. Sarana air bersih yang kurang

Ada beberapa desa yang belum memenuhi standar akses air bersih. Masyarakat lebih memilih MCK (Mandi Cuci Kakus) di sungai.  Kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi salah satu faktor memperburuk status kesehatan balita karena berisiko terkena penyakit terkait sanitasi dan kebersihan.

8. Penyakit Kronis

Adanya balita dengan riwayat penyakit kronis juga menjasi salah satu faktor memperburuk kondisi stunting. Karena penyakit tersebut mempengaruhi penyerapan gizi dan menghambat tumbuh kembang anak.

2. Perilaku kunci rumah tangga 1.000 HPK yang masih bermasalah di Kecamatan Gaung.

Dari hasil monitoring pelayanan Ibu Hamil, PHBS Rumah Tangga, dan pola asuh pada balita masih membutuhkan pembinaan berupa:

1. Pemberian PMT pada bumil KEK, balita gizi kurang, gizi buruk dan Stunting

2. Pemberian susu bagi balita gizi kurang

3. Kelompok Sasaran Beresiko di Kecamatan Gaung

Kelompok beresiko Stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya Remaja Putri, CATIN, Ibu Hamil, Bayi dan Bawah dua tahun ( BADUTA). Mempersiapkan remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu  dengan memberikan TTD dan menjadi calon pengantin pada usia idealnya, agar nantinya hamil dalam keadaan sehat dan melahirkan bayi yang sehat juga. Bayi yang lahir juga harus mendapatkan IMD dan Asi Eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.


[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Diskominfopers Kab. Inhil Sembelih 3 ekor Hewan Qurban

Dinkes Inhil: Peran Keluarga Sangat Penting Dalam Mencegah Stunting

Kadinkes Inhil Ikuti Rakor Virtual Terkait Polio

Pj Bupati Inhil Herman Katakan Jangan Puas Dengan Capaian 188 Persen Saat Buka Rembuk Stunting Tahun 2024

Dirjen PHU Kemenag RI Resmi Buka Orientasi dan Pembekalan PPIH Arab Saudi Terintegrasi 1446 H

Rapat Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Kelurahan dan Desa Dipimpin Langsung Oleh Ferry H Parya

Kemenag Kab Indragiri Hilir: Apresiasi Dengan Penuh Bangga atas Hadirnya Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Thaha

Pj Bupati Inhil Herman Nobar Bersama Masyarakat Dukung Kesebelasan Timnas U23

H.Fuad Ahmad,SH,MH.Calon Bupati Rohil Maju Untuk Rokan Hilir Tuk Lebih Baik

Cawabup Yuliantini Apresiasi dan Suport Lomba Merangkai Bunga dari Limbah Rumah Tangga

Tinjau Pelaksanaan UAS di SMPN 1 Bangko, Bupati Rohil Berikan Motivasi Kepala Siswa

Sambut Ramadhan; Ahmad Ependi bersama masyarakat Goro Lingkungan

Terkini +INDEKS

Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

18 Mei 2026
Kwarcab Inhil Matangkan Persiapan Seleksi Jamnas XII 2026
15 Mei 2026
Kejar Kemandirian Fiskal, Ahmad Tarmizi Instruksikan Anggota DPRD Fraksi PKS se-Riau Bantu Pemda Gali Potensi PAD
15 Mei 2026
Sambangi Pengadilan Negeri Tembilahan, KNPI Inhil: Kita Perkuat Literasi Hukum Pemuda Dan Masyarakat
11 Mei 2026
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
11 Mei 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
11 Mei 2026
Hadiri Kegiatan Penunjukan Duta Anti Narkoba dan Revitalisasi Kampung Tangguh, Mahmudin: Ini Bukti Kongkret Polres Inhil Dalam Memberantas Peredaran Narkotika
09 Mei 2026
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
08 Mei 2026
Penjaskesrek Unisi MoU dengan SSB Bina Mandiri, Kembangkan Sepakbola Berbasis Akademis
08 Mei 2026
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
07 Mei 2026

Terpopuler +INDEKS


Total Hadiah 200 Juta Meriahkan Milad Inhil, Piala Bupati Cup 2026 Siap Digelar

Dibaca : 368 Kali
Grande! Kuda Hitam Juventini Melaju Kencang Sampai Final, Tundukkan Aka MAA 1-0
Dibaca : 680 Kali
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik, DPRD Riau: Langkah Maju, Tapi Belum Menyentuh Wilayah 3T
Dibaca : 349 Kali
Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)
Dibaca : 502 Kali
UMKM Binaan KDMP Karya Tunas Jaya Mengikuti Pelatihan PKP Dinkes Inhil
Dibaca : 364 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved