• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Internasional
  • Info

Abdul Rauf: Reformasi Birokrasi-Imigrasi Dipersimpangan Makna

Redaksi Exc.

Selasa, 13 September 2022 14:57:35 WIB
Cetak

Abdul Rauf: Reformasi Birokrasi-Imigrasi Dipersimpangan Makna

Jakarta,  Marwahrakyat.com - Indonesia adalah bangsa Raksasa, sulit menemukan tandingannya, hampir dimiliki semua, Sumber Daya alam ( SDA ) Melimpah bahkan kebanjiran hingga meluap ke negara tetangga sampai diujung dunia, negara bergelar Maritim, barat memperebutkan diasia disegani, 714 Suku bangsa dan 1001 Bahasa, 17.000 Pulau terbentang dari Sabang sampai merauke, Miangas hingga Pulau Rote, kurang apa Negriku?

Tujuh Puluh Tujuh tahun Indonesia mendeklarasikan diri Merdeka dari Penjajah, namun terkesan dan patut dicurigai Penjajahan dalam konteks aplikatif kepemerintahan tetap saja berlansung rapih, tercermin mental-mental pejabat masih banyak "rampok-rampok" berdasi, permainan transaksional dibawah meja kian berlansung, Korupsi Kolusi Nepotisme hanya ada dalam judul-judul pencitraan, Proyek Raksasa dikuasai dengan kelompok dan group tertentu, dilapangan olahraga bukan ajang keluar keringat alias menyehatkan diri tapi lebih kepada cerita siapa dapat apa, kue politik terus dibagi kepada sponsor-sponsor yang dikonsolidir sebelum Suksesi, dari Pemilihan kepala desa hingga orang nomor satu di Negri ini semua sarat dengan kolaborasi ala penjual kue jajanan pagi, ada tawar menawar hingga blocking harga, demikian cerita transendental massive dan bersistem bahkan dari awal melangkah.

APBN Indonesia 2022 sebanyak 3.106 T adalah bukan angka kecil, Indoneaia berada diurutan ke 26 dari 193 Negara di dunia, dengan jumlah penduduk 275 juta lebih, rata-rata pendapatan $130 juta, Belanja $154 Juta, Surplus $24 Juta Versi Kompasnia, artinya ada kebocoran pengelolaan APBN begitu fantastik, terbesar di Menhan RI, 134,7 T, POLRI 111 T, Kementerian PUPR 100, 6 T, Kementerian Kesehatan 96,9 T, Kementrian Sosial 78,3 T, Kementerian Pendidikan 73 T, 66,5 T, Kementerian Keuangan 44 T inilah yang masuk 8 besar menghabiskan APBN Indonesia, dari 8 institusi ini harusnya NOL problem karna memiliki pengendalian anggaran begitu besar, tapi nyatanya, malah sebaliknya, contoh kasus yang begitu heboh sedunia Kasus Mr. FS beserta rombongan di Institusi POLRI, Peningkatan Kesejahteraan bagi Purnawirawan kelas bawah tidak menentu, Pendidikan carut marut tidak Jelas input dan output dan ini sungguh sangat Fatal karna amanah UU terkait anggaran pendidikan harusnya 20% atau 621,2 T artinya jauh panggang dari api dan masih banyak contoh lain didepan mata sangat ironis, kan pembohonhan publik ini menunjukkan ketidakberesan mengelola Negara.

Atas nama komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional ( KAPTEN ) INDONESIA mengapresiasi keinginan baik Bapak Presiden Joko Widodo memperbaiki central problem of Low Keluar masuknya warga Negara Indonesia dan Asing di kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI khusunya keimgraisan, kami selaku pelaku penyedia tenaga kerja yang mengatur hulu hilir keberangkatan dan pemulangan PEKERJA MIGRAN INDONESIA ( PMI ) sering kali kami mendapatkan kendala dalam mengurus pasport, handling perjalanan, saat EX PMI balik kenegrinya, masih banyak palang pintu yang dibuat sebagai jebakan yang tidak produktif malah memperlambat anak-anak muda bekerja, hingga berkeliarannya calo-calo yang tidak bertanggungjawab namun pasti dan pasti tidak sendiri, ada pesanan oknum pejabat itu sendiri sehingga mereka berani menerobos aturan-aturan yang ada.

Kami menawarkan gagasan kepada pemerintah atas nama Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional ( KAPTEN) INDONESIA, sekaligus menambah pundi-pundi penghasilan Negara : Pertama, perlu Re-Hiring massal dan bentuk Satgas khusus, warga negara Indonsiaa di luar Negri,;menurut data Word Bank tahun 2019 sebanyak 10 juta jiwa lebih warga Indonesia diluar negri, yang Legal atau Remi sebanyak 3.740.000 orang, artinya ada 6 juta orang lebih tidak Jelas statusnya, dalam analisa kami, sumbangan Devisa PMI tahun 2019 sebanyak 169,6 T satu digit dibawah Migas 159,7 T, kalo kita bersama-sama merapikan ini maka bukan 169,6 T tapi devisa yang sesungguhnya mampu kita tingkatkan menjadi 700 - 1300 T pertahun, ini angka yang fantastis buat negara. Kedua, Swastanisasi pengelolaan PMI dari hulu hingga hilir, Single Sistem, Perbaiki Kurikulum khususnya pentingnya BELA NEGARA buat PMI, sebagaimana bapak Prabowo Subiyanto selaku menteri Pertahanan RI, perna rencanakan dan sampaikan akan membuat satu program dan pengangguran buat Calon PMI sebelum berangkat, karna kami pelaku Buruh Migran yang cenderung suara-suara PMI diluar benci pemerintah, nasionalismenya hilang, akibat amanah UU nomor 18 tahun 2017 pemerintah alpa mengawal dari proses, saat bekerja dan Ketika pulang kenegrinya sampai mereka mandiri. Ketiga, Perlu Sentralisasi DIKLAT tiap wilayah dan pengadaan lokasi khusus untuk memantapkan kesiapan berangkat dengan performa SDM Unggul kelas DUNIA sebagai salah satu nawacita Bapak Presiden,  karna mereka adalah duta-duta bangsa yang menyuarakan tentang Indonesia di luar Negri. keempat, Pembentukan SATGAS khusus DIASPORA, karna PMI dapat mengajak dan mengkampanyekan Indonesia tentang tourism place sehingga wisatawan manca negara berbondong-bondong datang ke nusantara, tentu dibantu dengan penguatan pembenahan fasum ( Fasiltas Umum ) terkait tempat-tempat tersebut. kelima Perlu Jalur khusus dalam pelayanan dan kemudahan PMI dalam proses hingga pemberangkatan keluar negri secara prosedural, dan hentikan TANPA kompromi PMI Unprosedural karna ini menambah beban-beban panjang pemerintah diluar negri akibat PMI bertebaran tanpa identitas yang jelas sehingga hak-hak kemanusiaannya hilang seperti saat sakit tidak punya asuransi, ada masalah tidak dapat perlindungan hukum, dipermainkan gajinya karna status ILLEGAL, hingga seluruh penghasilannya tidak tercatat sebagai devisa, keluarganya dalam kungkungan kekhawatiran, dan tentu perlu dirapikan ''P3MI'' yang berangkatkan secara tidak benar, jangan cuman mencari keuntungan lupa sisi kemanusiaan, dan tentu hak-hak politik juga tercabut secara konstitusional, ini penting bapak Presiden eksekusi secara sigap dan cepat selaku Mandataris pengendali negri tercinta ini.


Oleh : ABDUL RAUF
Ketua Umum

Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional ( KAPTEN) INDONESIA


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Saudi Belum Putuskan Soal Haji, HNW Ingatkan Lagi Jokowi Lobi Raja Saudi Agar Tetap Ada Pemberangkatan Calon Haji Indonesia Tahun 2021

Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi Polisi

HM Wardan : Dari Lubuk Hati, Saya Berazam Kita Dukung Ferryandi

Dukung Konstitusi Indonesia, Setiyati Gagas Dukungan Palestina dari Desa

Karena Corona, Universitas di Jepang Wisuda Pakai Robot

Catatan Akhir Tahun 2024: SMSI Memperluas Jaringan Internasional

LDK Al-Muqtadir Galang Dana untuk Palestina Bersama ICB & Dompet Dhuafa

Saudi Belum Putuskan Soal Haji, HNW Ingatkan Lagi Jokowi Lobi Raja Saudi Agar Tetap Ada Pemberangkatan Calon Haji Indonesia Tahun 2021

Catatan Akhir Tahun 2024: SMSI Memperluas Jaringan Internasional

Karena Corona, Universitas di Jepang Wisuda Pakai Robot

Terkait TKA Asal China RAPP, HIMAPEL Bandung Akan Lakukan Orasi di Pusat Kota

HM Wardan : Dari Lubuk Hati, Saya Berazam Kita Dukung Ferryandi

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 625 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 548 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved