• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Religi
  • Info

Tanda Hikmah Menjelang Kematian

hamisah

Rabu, 18 Februari 2026 00:38:54 WIB
Cetak

Tanda Hikmah Menjelang Kematian


Penulis: Dr. H. Agus Maulana, SE., MM., CPHCM.

ABSTRAK
Marwahrakyat.com - Artikel ini bertujuan untuk membedah fenomena transisi kehidupan menuju kematian melalui lima perspektif yang berbeda namun saling berkaitan. Kematian, sebagai sebuah keniscayaan, sering kali didahului oleh isyarat-isyarat tertentu yang dapat ditangkap melalui pengamatan fisik maupun spiritual. Penulisan ini dibagi ke dalam lima bab utama yang mengeksplorasi tanda-tanda tersebut secara komprehensif. Fenomena tanda kematian menurut pandangan orang awam yang cenderung menitikberatkan pada perubahan klinis dan perilaku sosial. Menggali kearifan lokal melalui pandangan tetua adat yang mengaitkan perubahan fisik simbolis dengan firasat alamiah. Meninjau sisi teologis Islam, mulai dari kisah hikmah para Nabi dan Rasul dalam menghadapi ajal, hingga landasan normatif berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist yang menjelaskan fase sakaratul maut dan tanda-tanda fisik seperti ghargharah. Memperluas cakupan pembahasan pada eskatologi Islam, yakni tanda-tanda "kematian semesta" menjelang Hari Kiamat yang ditandai dengan tiupan sangkakala pertama oleh Malaikat Israfil. Melalui pendekatan multidisiplin ini, artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi pembaca mengenai hakikat kematian, sekaligus menjadi sarana refleksi spiritual untuk meningkatkan kesiapan diri dalam menghadapi akhir hayat, baik secara individu maupun dalam konteks kehancuran alam semesta.
Kata Kunci: Tanda Kematian, Sakaratul Maut, Tradisi Adat, Perspektif Islam, Hari Kiamat, Sangkakala.

A.    Pendahuluan
Teringat Sebuah Kata Bijak “Manusia Bijak itu Dia bersyukur karena dilahirkan kedunia, Dia Persiapkan Diri untuk Kematiannya, Dan Tahu akan tanda-tanda kematiannya” Kematian adalah sebuah keniscayaan yang misterius. Kematian tidak diketahui kapan waktunya dan dimana tempatnya bahkan tidak dapat ditunda walau dalam satu dekitpun. Meskipun secara medis kematian didefinisikan sebagai berhentinya fungsi jantung dan otak, secara kultural dan spiritual, banyak orang percaya bahwa ada "pemberitahuan" halus sebelum ajal menjemput.
Kematian, baik secara personal maupun universal, adalah pengingat bagi manusia untuk selalu mempersiapkan diri. Apakah manusia telah membuatkan daftar amalan sebelum menghadapi masa-masa sulit saat menghadapi sakaratul maut dan ingin khusnul khotimah?
Berikut ini Tanda Menjelang Kematian menurut beberapa sumber:
1. Menurut Orang Awam
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tanda-tanda menjelang kematian dari berbagai sudut pandang masyarakat sering mengamati perubahan fisik dan perilaku yang dianggap sebagai firasat atau tanda-tanda klinis bahwa seseorang akan segera berpulang.
•    Kehilangan Nafsu Makan: Tubuh mulai berhenti memproses energi. Seseorang mungkin menolak makanan atau hanya ingin minum sedikit air. Dalam beberapa peristiwa dapat ditandai jika 7-21 hari tidak makan dan minum tanpa sebab atau pun sakit parah, manusia dapat dikatakan secara normal diprediksi meninggal dunia sebab usus dan lambung terkunci rapat dan lengket sehingga menutup paru-paru dan jantung serta ginjal dalam suplai darah dan air.
•    Tidur Berlebihan: Kelelahan yang ekstrem membuat seseorang lebih banyak menghabiskan waktu dalam keadaan tidak sadar atau tidur sangat dalam.
•    Penarikan Diri dari Sosial: Orang yang akan meninggal seringkali kehilangan minat pada dunia luar dan lebih suka menyendiri atau hanya berbicara dengan keluarga inti.
•    Perubahan Pernapasan: Sering terdengar suara "death rattle" atau bunyi napas yang berat akibat penumpukan cairan di tenggorokan.
•    Halusinasi: Seringkali tanpa sadar seseorang mengaku melihat kerabat yang sudah meninggal atau merasa berada di tempat yang indah.
•    Jarum Infus dan Aliran Darah: Pada beberapa peristiwa yang dirumah sakit ketika tubuh manusia tidak dapat dimasukan infus dan transfuse darah sudah ditolek oleh tubuh dan aliran selang tidak jalan lagi maka kebanyakan detak jantung melemah, sudah menjelang ajal dan sangat dekat dengan kematian
2. Menurut Orang Tetua Adat
Dalam budaya tradisional, khususnya di Indonesia, para tetua sering memperhatikan tanda-tanda alam dan perubahan fisik yang bersifat simbolis.
•    Telinga yang Menurun: Konon, jika daun telinga seseorang mulai terlihat layu atau kehilangan ketegangannya, itu dianggap tanda ajal sudah dekat.
•    Hidung yang Miring atau Jatuh: Tetua sering memperhatikan posisi hidung; jika terlihat sedikit bergeser atau ujungnya menurun, dianggap sebagai tanda fisik akhir.
•    Aura atau "Pulung": Orang yang memiliki kepekaan batin dipercaya bisa melihat cahaya (aura) yang mulai memudar atau menghilang dari ubun-ubun seseorang. Atau ketika seseorang sedang sakit atau sakit keras diraba ubun-ubunnya sangat lembek tatkala kembali seperti ubun-ubun bayi.
•    Tanda Alam: Munculnya suara burung tertentu (seperti burung hantu atau burung uncuing) di malam hari di dekat rumah orang yang sedang sakit sering dianggap sebagai pertanda buruk.
•    Perilaku Tak Biasa: Seseorang yang tiba-tiba menjadi sangat bersih, merapikan semua barangnya, atau meminta maaf kepada semua orang tanpa alasan yang jelas.
•    Bermimpi Melihat Diri Sendiri: Ada juga seseorang yang menjelang ajalnya tiba pada beberapa malamnya dia bermimpi melihat dirinya sendiri yang pada saat sebelum tidur dirinya tidak membayangkan akan mendapatkan mimpi itu.
•    Bercermin Melihat Telinga: Dalam beberapa cerita tetua berpesan jika ketika pagi hari bercermin untuk menyisir rambut dalam bayangan cermin tidak melihat sebelah telinganya dan peristiwa itu diceritakanya pada orang lain dengan jawaban seloroh yang tidak normal padahal dalam beberpa hari kemudian ajal pun menjelang. 
3. Menurut Firasat Diri
Fenomena di mana pikiran, perasaan, dan insting seseorang seolah "tahu" bahwa ajal sudah dekat merupakan salah satu aspek yang paling menarik dalam studi tentang kematian (Thanatology). Fenomena ini sering disebut sebagai Premonition of Death (Firasat Kematian).
Untuk menjadikannya sebuah fenomena yang terukur dalam artikel,  bisa membedahnya melalui tiga pendekatan utama:
a.    Pendekatan Psiko-Biologis (Interosepsi)
Secara ilmiah, tubuh manusia memiliki sistem interosepsi, yaitu kemampuan otak untuk merasakan sinyal-sinyal dari organ dalam.
•    Mekanisme: Saat organ-organ vital mulai mengalami penurunan fungsi secara perlahan (bahkan sebelum gejala klinis muncul), otak bawah sadar menangkap sinyal "bahaya" atau "penghentian sistem".
•    Manifestasi: Sinyal ini diterjemahkan oleh pikiran menjadi perasaan cemas yang tenang, mimpi yang sangat nyata (vivid dreams), atau insting untuk segera "pulang" atau menyelesaikan urusan yang tertunda.
b.    Manifestasi Perilaku (The Nesting Instinct)
Sama seperti ibu hamil yang memiliki insting nesting (mempersiapkan sarang) sebelum melahirkan, orang yang akan meninggal sering menunjukkan perilaku serupa secara terbalik.
•    Pemberesan Urusan: Adanya dorongan kuat untuk melunasi hutang, meminta maaf kepada musuh lama, atau memberikan barang-barang kesayangan kepada orang lain. Atau dalam Bahasa lainya dikatakan “membuang prangai” yang dalam tendensinya melakukan beberapa pekerjaan dan berkata-kata sepertiya ingin pergi jauh dan mempersiapkan diri terbebas dari beberapa beban kehidupan.
•    Komunikasi Simbolis: Seringkali orang yang masih sehat atau sedang sakit keras atau bahkan sudah sembuh dari sakit keras dalam proses penyembuhan yang ditemui sahabat atau keluarganya yang terkadang dalam canda dan berseloroh menggunakan bahasa metafora dalam maksud tersembunyi yang tidak disadari oleh lawan bicara, seperti "Saya harus bersiap untuk perjalanan jauh" atau "Tiket saya sudah siap", meskipun secara logika tidak normal atau tidak sedang merencanakan perjalanan fisik.
4. Ketajaman Spiritual (Transendensi)
Dalam perspektif teologi yang diangkat, pikiran yang mengarah pada ajal ini dianggap sebagai bentuk penyingkapan tirai (Kasyf).
•    Pergeseran Fokus: Pikiran tidak lagi tertuju pada ambisi duniawi (harta/tahta) melainkan pada rekonsiliasi spiritual.
•    Insting Kedekatan: Dalam Islam, ini sering dikaitkan dengan hadis tentang mukmin yang merindukan pertemuan dengan Allah, sehingga muncul perasaan damai dan tidak lagi takut pada kematian.
Bagaimanakah "Jembatan Kesadaran" antara aspek medis dan aspek spiritual. Dalam sebuah kerangka berpikirnya: Ketika dimensi kognitif membentuk fenomena pikiran dan insting pada muncuknya ingatan masa lalu secara cepat (life review) dalam kondisi normal, kemudian pada dimensi emosional dengan perasaan tenang yang tidak biasa (inner peace) atau bahkan dalam kondisi pelepasan (detachment) , kemudian dimensi instingtif berkeinginan mendadak untuk berkumpul dengan keluarga besar tanpa alasan medis yang jelas, maka ketiga factor ini dapat mendorong fenomena persiapan menjelang ajanya tiba.
Fenomena ini membuktikan bahwa kematian bukan sekadar peristiwa medis berhentinya detak jantung, melainkan sebuah proses psikospiritual yang melibatkan kesadaran penuh dari individu tersebut.
5. Tanda Menjelang Kematian Menurut Kisah Para Nabi dan Rasul
Kisah para Nabi memberikan perspektif bahwa kematian adalah pertemuan yang dinantikan, namun tetap diawali dengan tanda-tanda hikmah.
•    Utusan Kematian (Rambut Beruban): Dalam sebuah riwayat, Nabi Yaqub AS bertanya kepada Malaikat Maut tentang tanda-tanda sebelum ia menjemput. Malaikat menjawab bahwa tanda-tandanya adalah rambut yang memutih, tubuh yang membungkuk, dan melemahnya penglihatan.
•    Pilihan dari Allah: Sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW diberikan pilihan oleh Jibril untuk tetap hidup di dunia atau kembali ke sisi Allah. Nabi memilih Ar-Rafiqul A’la (Tempat Tertinggi di Surga).
•    Sakit yang Menggugurkan Dosa: Para Nabi sering mengalami demam atau sakit yang sangat hebat sebelum wafat sebagai bentuk pengangkatan derajat dan pembersihan terakhir sebelum kembali ke Sang Pencipta.
6. Tanda Menjelang Kematian Menurut Al-Qur'an dan Hadist
Dalam Islam, kematian adalah proses keluarnya ruh dari jasad yang memiliki fase-fase tertentu.
•    Ghargharah (Napas di Tenggorokan): Al-Qur'an menyebutkan saat ruh sampai di kerongkongan, pintu taubat telah tertutup. Ini adalah fase kritis di mana seseorang mulai melihat alam barzakh.
•    Keringat di Dahi: Salah satu tanda Husnul Khatimah (akhir yang baik) bagi seorang mukmin adalah keluarnya keringat dingin di dahi saat menjelang ajal.
•    Kaki yang Terlipat (Al-Qiyamah: 29): Ayat "Dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan)" menggambarkan kondisi fisik saat ruh mulai dicabut dari ujung kaki, membuat kaki menjadi kaku dan dingin.
•    Ketajaman Penglihatan: Saat ajal mendekat, pandangan manusia menjadi sangat tajam (Basharun Hadid) karena seseorang mulai mampu melihat malaikat yang datang menjemput.
7. Tanda Kematian Sesungguhnya (Kiamat) dan Sangkakala Pertama
Jika kematian individu disebut Kiamat Sugra, maka kematian semesta disebut Kiamat Kubra. Ini adalah "kematian" bagi seluruh makhluk hidup.
•    Munculnya Tanda Besar: Munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, terbitnya matahari dari barat, dan keluarnya asap (Dukhan).
•    Tiupan Sangkakala Pertama (Nafkhatul Faza’): Malaikat Isrofil akan meniup sangkakala yang menyebabkan guncangan hebat. Seluruh penghuni langit dan bumi akan merasa ketakutan yang luar biasa.
•    Kehancuran Total: Bumi akan diguncangkan, gunung-gunung diterbangkan seperti kapas, dan seluruh makhluk hidup akan mati seketika. Ini adalah fase transisi menuju alam akhirat di mana tidak ada lagi kehidupan di dunia ini.
B.    Kiat Sebelum Tiba Kematian
Kematian tidak dapat ditunda dan tidak dapat diprediksi oleh siapapun dan kematian adalah rahasia dan kekuasaan Sang Pencipta Allah Azza Wajalla, sehingga kematian adalah Rahasia Terbesar bagi kehidupan manusia sepanjang zaman dan sepanjang masih adanya kehidupan yang berputar di muka bumi. Inilah kiat-kiat sebelum kematian agar seseorang senantiasa beramal baik, berhenti dari perbuatan buruk, dan menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar:
1. Memperbanyak Amal Kebaikan.
•    Sholat Tepat Waktu dan Berjamaah: Menjaga sholat fardhu, terutama di awal waktu dan berjamaah di masjid bagi laki-laki.
•    Membaca Al-Qur'an dan Merenungi Maknanya: Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca dan memahami isi Al-Qur'an.
•    Sedekah dan Infak: Mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah, baik sedekah wajib (zakat) maupun sedekah sunnah.
•    Menuntut Ilmu Syar'i: Mempelajari agama Islam dari sumber-sumber yang shahih agar ibadah dan amalan sesuai tuntunan.
•    Berbakti kepada Orang Tua: Memuliakan, merawat, dan berbuat baik kepada kedua orang tua.
•    Menyambung Silaturahmi: Menjalin hubungan baik dengan keluarga dan kerabat.
•    Membantu Sesama: Peduli terhadap kesulitan orang lain dan berusaha membantu sesuai kemampuan.
•    Dzikir dan Istighfar: Selalu mengingat Allah di setiap waktu dan memperbanyak memohon ampunan.
•    Puasa Sunnah: Menjalankan puasa Senin-Kamis atau puasa sunnah lainnya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
•    Menjaga Lisan: Berbicara yang baik atau diam jika tidak ada kebaikan dalam perkataan.
•    Puasa Ramadhan: Penghulunya Bulan yakni Bulan Ramadhan yang didalamnya kebaikan seribu bulan dan banyak pahala berlipatganda, peluang meraih ridhlo Allah sebesar-besarnya.

2. Berhenti dari Perbuatan Buruk
•    Taubat Nasuha: Segera bertaubat dengan sungguh-sungguh dari segala dosa dan berjanji tidak akan mengulanginya.
•    Menghindari Maksiat Lahir dan Batin: Menjauhi segala bentuk kemaksiatan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dalam hati (riya, ujub, dengki).
•    Mengembalikan Hak Orang Lain: Jika pernah berbuat zalim atau mengambil hak orang lain, segera kembalikan atau minta kehalalannya.
•    Menjauhi Ghibah dan Fitnah: Menghindari membicarakan keburukan orang lain dan menyebarkan berita bohong.
•    Menghilangkan Sifat Hasad dan Dengki: Membersihkan hati dari perasaan iri dan dengki terhadap nikmat yang diterima orang lain.
•    Membuang Perasaan Sombong dan Angkuh: Menyanyari bahwa semua yang dimiliki adalah titipan dari Allah dan senantiasa rendah hati.
•    Menghindari Perbuatan Syirik: Tidak menyekutukan Allah dalam bentuk apapun.

3. Melaksanakan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
•    Menjadi Contoh Kebaikan: Memulai dari diri sendiri untuk selalu berbuat baik agar menjadi teladan bagi orang lain.
•    Menyampaikan Kebaikan dengan Hikmah: Mengajak kepada kebaikan dengan cara yang lembut, bijaksana, dan sesuai dengan kapasitas ilmu yang dimiliki.
•    Mencegah Kemungkaran Semampunya: Berusaha mencegah perbuatan munkar sesuai syariat dan kemampuan, dimulai dari tangan (kekuasaan), lisan, hingga paling lemah dengan hati.
•    Bergaul dengan Orang-Orang Saleh: Mencari lingkungan yang mendukung kebaikan dan menjauhkan diri dari pergaulan yang menjerumuskan kepada kemaksiatan.
•    Menganjurkan Persatuan dan Persaudaraan: Mengajak umat untuk bersatu dalam kebaikan dan menjaga tali silaturahmi.
•    Mengingatkan dengan Penuh Kasih Sayang: Ketika melakukan nahi mungkar, niatkan karena cinta dan kasih sayang agar orang yang ditegur dapat menerima dengan lapang dada.
•    Dengan menjalankan kiat-kiat di atas secara konsisten, semoga kita semua dapat mengakhiri hidup dalam keadaan husnul khatimah dan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT.
C.    Kesimpulan
Berdasarkan telaah dari berbagai perspektif mulai dari pengamatan empiris masyarakat awam, kearifan lokal para leluhur, hingga landasan teologis dalam Islam dapat disimpulkan bahwa kematian bukanlah sebuah peristiwa mendadak tanpa isyarat.
Kematian adalah sebuah proses transisi yang melibatkan dimensi fisik, psikologis, dan spiritual. Isyarat-isyarat yang muncul, baik berupa melemahnya fungsi tubuh maupun pertanda gaib, sejatinya berfungsi sebagai "alarm" bagi manusia untuk melakukan rekonsiliasi diri, baik dengan sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta. Memahami tanda-tanda ini bukan bertujuan untuk menumbuhkan rasa takut yang melumpuhkan, melainkan untuk membangun kesadaran akan pentingnya persiapan (bekal) hidup setelah mati dan penyelesaian amanah di dunia.
D.    Rekomendasi
Kematian memang misteri, tapi mempelajarinya justru membuat lebih menghargai setiap detik kehidupan yang masih tersisa.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai topik ini, berikut adalah beberapa referensi yang direkomendasikan:
1.    "Mengingat Mati dan Kehidupan Setelahnya" (Bab dari Ihya Ulumuddin), Imam Al-Ghazali.
o    Mengapa: Ini adalah referensi klasik paling komprehensif yang membahas psikologi kematian dan bagaimana seorang mukmin seharusnya menyikapi akhir hayat.
2.    "Detik-Detik Menjelang Ajal" Dr. Khalid bin Abdurrahman Asy-Syayi.
o    Mengapa: Buku ini mengulas secara spesifik tanda-tanda husnul khatimah dan su'ul khatimah berdasarkan hadist-hadist shahih.
3.    "The Tibetan Book of Living and Dying" Sogyal Rinpoche.
o    Mengapa: Sebagai pembanding perspektif budaya, buku ini sangat terkenal dalam menjelaskan proses transisi kesadaran saat menjelang kematian dari sudut pandang Timur.
4.    "Huru-Hara Hari Kiamat" Ibnu Katsir.
o    Mengapa: Sangat tepat untuk mendalami Bab 5 mengenai eskatologi Islam, tiupan sangkakala, dan urutan peristiwa kiamat secara detail.
5.    "On Death and Dying" Elisabeth Kübler-Ross.
o    Mengapa: Memberikan sudut pandang psikologis modern (teori 5 tahap duka) yang relevan dengan fenomena tanda kematian menurut orang awam dan medis.


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Safari Isra Mi'raj ke Tanjung Labuh, Ceramah Ustadz Sumardi dihadiri 4 Kepala Desa

Muhasabah: Berbuatlah! Oleh: Muhammad Ridha Shadik

Berbagi Berkah Berbuka Bersama Dompet Dhuafa Dengan Warga Talang Tanjung

Ahmad Ependi Sei. Intan Himbau Jadikan Tarawih Ajang Silaturahmi Warga Desa

Ketua MUI Tempuling Pimpin Syahadatain Mualaf dan Peringatan 10 Muharam

Wakil Bupati H.Sulaiman Sholat Idul Adha di Masjid Khairunnas

Berikan Puluhan Al-Qur'an,Ketua LLM-KB :Semoga Kelak Anak-Anak Kita Menjadi Penghapal Al-Qur'an

Wakil Bupati Inhil Menghadiri Peringatan Isra Mi'raj di Kuala Tungkal Jambi

Semarak Perayaan Maulid Nabi di Kediaman Rumdis Bupati Inhil

Rumah Tahfiz Al-Quran Cahaya Pertama Mandah Gelar Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur'an Perdana

Ketua Komunitas Jum'at Berbagi Resmikan Surau Jama'ah At-Taqwa di Kelurahan Sapat

Jadilah Sebaik-baiknya Umat dan Manusia

Terkini +INDEKS

PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa

17 Agustus 2026
KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Jaga Kondusifitas
17 Agustus 2026
Warga Dituntut Tertib, Perusahaan Bagaimana?Kantor Pertanahan Inhil Diminta Transparan
16 Agustus 2026
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
15 Agustus 2026
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua*
14 Agustus 2026
Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik
13 Agustus 2026
Siapkan Generasi Teknokrat Maritim , Danlanal Dumai Bekali Taruna Poltek Kp Dengan Wawasan Kebangsaan
13 Agustus 2026
PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu
13 Agustus 2026
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI di Bawah 1 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan
12 Agustus 2026
HGU 22 Perusahaan Perkebunan Dipertanyakan, BPN Bungkam, PPWI akan Surati DPRD Inhil
12 Agustus 2026

Terpopuler +INDEKS


PKS Inhil Dorong Evaluasi Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029 Bersama KPU-Bawaslu

Dibaca : 408 Kali
Samsuri Daris Tegaskan Komitmen Pidato Plt Gubri pada HUT Riau ke-69 Harus Terimplementasi di Lapangan
Dibaca : 237 Kali
Sapa Warga Reteh, Samsuri Daris Reses di Pulau Kecil, Metro, Pulau Kijang hingga Seberang Sanglar
Dibaca : 925 Kali
PD Salimah Indragiri Hilir Terima Hibah Inkubator Grashof dari Universitas Indonesia
Dibaca : 334 Kali
Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan
Dibaca : 1183 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved