Ledakan Kawasan IMIP, PB PMII Dorong Kementrian ESDM Cabut Izin Operasional Perusahaan
Morowali, Marwahrakyat.com -- Ledakan tungku smelter di PT.ITSS kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyebabkan belasan orang meninggal dan puluhan pekerja lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
Menurut data terbaru korban meninggal dunia akibat ledakan tungku smelter nikel PT.ITSS sampai saat ini berjumlah 18 orang. di antaranya 8 pekerja asing dan 10 pekerja lokal.
Hal ini kemudian mendapat respon dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Abraham yang merupakan Fungsionaris PB PMII mengatakan jika terjadinya ledakan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan suatu kejadian yang sangat fatal dan harus di evaluasi secara menyeluruh oleh Pemerintah Indonesia.
Kami banyak mendapat laporan dan pernah juga melakukan investigasi di kawasan tersebut, memang disana prosedur pekerjaan tidak mematuhi prinsip K3, bahkan perusahaan lebih mementingkan produktivitas dan kejar target dibandingkan keselamatan pekerja. tentunya hal ini sangat membahayakan pekerja disana. Ujar Abraham.
Memang Industri yang notabene berasal dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia harus segera di evaluasi ujar Abraham. "Terutama industri smelter nikel ya, sebelum kejadian ini juga terjadi kecelakaan kerja di smelter PT.GNI dan memakan korban jiwa juga" ujarnya.
Smelter-smelter besar hasil investasi dari China ini kan mereka mengimpor mayoritas peralatan dari Negaranya, mestinya ini di cek dengan teliti apakah perkakas layak pakai atau tidak, jangan-jangan alat kerjanya sudah tidak layak pakai terus digunakan di smelter kan bahaya sekali, ujar Abraham.
Abraham menegaskan agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi untuk segera mencabut izin operasional kawasan IMIP dan PT. ITSS. ia juga meminta agar Pemerintah segera membentuk Tim Investigasi Gabungan untuk mengungkap seterang-terangnya penyebab peristiwa ledakan ini.
Saat ditemui Abraham juga menyampaikan jika pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat IMIP di gedung Sopo Del Tower dan Kementerian ESDM RI. "Kami tidak bisa tinggal diam ya melihat peristiwa ini, kami tidak ingin peristiwa semacam ini terjadi lagi di smelter nikel, maka dari itu kami akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor IMIP dan Kementerian terkait". Ujar Abraham.

Berita Lainnya
Romi Irwan Pimpin IKMR Inhil 2023-2028
Jadikan Anak Bekal Dunia dan Akhirat yang kekal
Kantongi Izin dari Satgas Covid-19, Sore Ini BFP 2021 Digelar
Ketua TP PKK Harapkan Seluruh Camat Bina Para Peserta PEKKA
Pengalihan PI 10% WK Rokan Disetujui Menteri ESDM, Markarius Anwar Apresiasi Kinerja Manajemen Riau Petroleum
Paslon Bupati Inhil, Haji Herman Bersama Warga Nobar Laga Timnas VS Bahrain
BRI Cabang Tembilahan Siapkan 50 Nomor Antrian Setiap Harinya Selama 3 Bulan, Masyarakat Dihimbau Tidak Berbondong - Bondong Mengambil BPUM Pada masa Pandemi.
Di Bulan Kemerdekaan,Pemdes Sungai Intan Gelar Musdes Bahas Sejumlah Agenda Strategis Desa
Ketua TP PKK Harapkan Seluruh Camat Bina Para Peserta PEKKA
Dompet Dhuafa Terus Komitmen Bangun Fasilitas Medical Point untuk Kebutuhan Masyarakat Palestina
Amaliah Bulan Suci, Yayasan Vioni Borong 300 Paket Nasi Box dan Wadai untuk di Sedekahkan
Kader PPKBD IMP Terima Penghargaan dari Ketua TP-PKK Inhil pada HKG Ke 50