BPJS Kesehatan
Petugas Puskesmas Rasakan Baiknya Dilayani sebagai Pasien JKN
Tembilahan, MR – Nurdini Fithri Shaleh (28) merupakan salah satu peserta JKN pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang saat ini bertugas di Puskesmas Gajah Mada, Kabupaten Indragiri Hilir sejak tahun 2015. Wanita yang kerap disapa Dini ini dengan senang hati menceritakan pengalamannya melayani peserta JKN.
Ia mengatakan bahwa Puskesmas adalah mitra BPJS Kesehatan, sehingga harus bersama-sama menyosialisasikan Program JKN. Dini sendiri tidak keberatan jika ia harus mempelajari hal-hal terkait Program JKN. Terlebih sebagai petugas pendaftaran di Puskesmas, Dini merasa harus terus menambah wawasannya terkait Program JKN agar dapat memberikan informasi yang tepat untuk peserta JKN.
“Saya berusaha selalu update tentang Program JKN agar peserta JKN yang datang ke sini tidak merasa bingung. Banyak dari mereka yang berobat sambil mencari informasi mengenai prosedur pelayanan kesehatan yang harus mereka tempuh agar dijamin BPJS Kesehatan. Seperti sekarang ini saya mengingatkan kembali bahwa peserta JKN dapat berobat dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP saja. Tidak hanya itu, saya juga sampaikan ke peserta untuk kedepannya dapat menggunakan fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN untuk memudahkan peserta dalam mengantre,” kata Dini, Senin (30/01).
Ia pun merasakan perkembangan dari Program JKN sudah mulai dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Termasuk pengembangan inovasi seperti antrean online yang terdapat di Aplikasi Mobile JKN. Ia mengatakan bahwa hal itu sangat memudahkan peserta JKN agar peserta bisa mendaftar via online sebelum berobat sehingga peserta tidak perlu memakan waktu untuk mengantre.
“Inovasi BPJS Kesehatan dalam program JKN sangatlah bagus, menyesuaikan keadaan khususnya di era digital ini. Peserta JKN termasuk saya pun mudah untuk mempelajarinya jadi tidak perlu merasa ribet karena sudah diberikan cara yang praktis. Harapannya, BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan mutu dan kualitas layanan serta memastikan akses layanan JKN dapat semakin mudah dirasakan peserta JKN,” ungkap Dini.
Selain melayani pasien JKN, Dini sendiri juga pernah memanfaatkan Program JKN untuk mengakses layanan kesehatan. Ia pernah menggunakannya untuk berobat saat sakit gigi dan untuk membuat kacamata. Dini menuturkan bahwa ia juga dilayani dengan sangat baik. Petugas fasilitas kesehatan memberikan sikap yang ramah, informatif, dan profesional. Tidak sekalipun ia merasakan dibeda-bedakan dengan pasien umum meski dia mengakses layanan menggunakan jaminan Program JKN.
“Alhamdulillah saya memanfaatkan Program JKN dengan semaksimal mungkin. Tidaklah ribet untuk mengakses pelayanan kesehatan selama mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Yang terpenting peserta JKN juga harus proaktif mencari informasi. Mulai dari hak, kewajiban, hingga bagaimana prosedur yang harus dilaluinya saat berobat. Kalau semua itu sudah dipenuhi, kita bisa dijamin BPJS Kesehatan tanpa perlu mengeluarkan biaya apapun,” tutur Dini, Senin (30/1).

Berita Lainnya
Kolaborasi Dompet Dhuafa Riau dan Tokopedia Santuni 50 Guru Ngaji di Kampar
Sambil Terapkan Protokol Covid-19, Wabup Inhil dan Pengurus BKMT Berikan Santunan Anak Yatim
Layanan Jemput Bola Tiga Serangkai Pemdes-Dukcapil-IWO Inhil Resmi Ditutup
Peringati Harlah PPP Ke- 49, Dr Ir Sahruddin Gelar Syukuran Serta Bagi Sembako
Polres Inhil Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sialang
Berkah Pagi, YVB Berbagi di CFD Tembilahan
Peduli Sesama, PSMTI Kateman Bagikan 300 Paket Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu
Bantu Korban Kebakaran, Mahasiswa STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Galang Dana
FIFGROUP Bagikan 316 Paket Sembako Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
Sambu Group Menghibahkan Renovasi Kantor Koramil 06/Kateman
YLKI Salurkan Bantuan untuk korban Kebakaran di Concong
Marlis Bantah Aksi Sosialnya Berunsur Politis: Ini Murni, Hanya untuk Satu Tujuan