• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab! Komite Hukum PSSI Tegaskan Turnamen Merupakan Agenda Resmi Organisasi
25 Juli 2026
Pansus RUU Daerah Kepulauan Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir
22 Juli 2026
Babak 16 Besar Bupati Cup Inhil: Pinang Jaya Melaju Lewat Gol Cantik King Polo
05 Juli 2026
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026

  • Home
  • Religi

Jalan Seorang Pemimpin adalah Kesederhanaan dalam Pengabdian

Redaksi Exc.

Jumat, 07 Oktober 2022 19:00:09 WIB
Cetak

Jalan Seorang Pemimpin adalah Kesederhanaan dalam Pengabdian

Marwah Rakyat - Leiden is lijden! Memimpin itu menderita, sebab jalan kepemimpinan adalah pengabdian, karenanya pemimpin harusnya hidup sederhana dan bersahaja

BUKAN karena ia tak mampu mengumpulkan pundi-pundi harta dan membeli barang-barang yang mewah, karena sebagai khalifah yang agung, ia bisa saja melakukan itu semua.

Namun, ketakutannya kepada Allah membuatnya berhati-hati dengan segala harta benda yang dimilikinya. Ia memilih hidup sederhana dan bersahaja, menempuh jalan zuhud (memanfaatkan dunia sekadarnya) dan wara‘ (menahan diri dari hal-hal yang syubhat dan haram). Dialah Umar bin Abdul Aziz, khalifah dari Bani Umayyah yang namanya bersinar dalam bentangan sejarah kaum muslimin.

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Abdul Aziz terlambat datang shalat Jumat. Orang-orang yang hadir menunjukkan raut wajah tak suka. Seorang bertanya kepadanya;

“Kenapa paduka Tuan terlambat datang?” Khalifah menjawab, “Aku terlambat karena menunggu gamisku (yang baru dicuci) kering.” Orang-orang yang mengetahui hal itu lantas terharu. Seorang khalifah dengan segala kekuasaannya, bisa saja menggunakan dana dari Baitul Maal, atau dana taktis seperti pada masa sekarang, untuk membeli segala atribut untuk penampilannya.Tetapi itu tidak dilakukannya. ”Aku takut terhadap perhitungan yang berat dan pertanggungjawaban yang besar (di akhirat),”ujarnya.

Kebergantunganya pada akhirat, membuatnya terlepas dari segala beban keduniaan yang mengganjalnya dalam memimpin kaum muslimin. Ia tidak memiliki rasa takut untuk menegakkan hukum kepada siapapun yang melakukan kezaliman.

Ia tak pernah pandang bulu dan pilih tebang dalam menegakkan kebenaran. Ia tak memiliki track record yang buruk, yang bisa dijadikan sasaran tembak musuh-musuh untuk menyandera atau membunuh karakternya.

Berbeda dengan kondisi saat ini, dimana para pemimpin, aparat penegak hukum, dan tokoh-tokoh politik saling menyandera. Pemimpin tak berani menegakkan hukum dengan adil, karena ia tersandera secara politik, yang disebabkan catatan buruk atau ‘kartu truf’ yang dipegang oleh lawan-lawan politiknya.

PEMIMPIN YANG HIDUP SEDERHANA, ia tak akan pernah tersandera oleh kepentingan-kepentingan dunia. Ia akan berdiri tegak mendongakkan kepala melawan segala bentuk kemungkaran.

Haji Agus Salim, seorang tokoh bangsa diantaranya adalah contoh lain dari potret kesederhanaan seorang pejabat negara. Ia seorang menteri dan diplomat ulung yang cukup disegani di dunia internasional.

Sumbangsihnya untuk negeri ini tak terbilang jumlahnya. Penampilannya sederhana; Jas lusuh, kopiah, dan kain sarung. Namun itu semua tak mengurangi akalnya yang brilian dan keberaniannya dalam berdiplomasi.

Leiden is lijden! Memimpin itu menderita. Jalan kepemimpinan adalah jalan pengabdian, jalan penderitaan, bukan jalan bersenang-senang untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Itulah gambaran Kasman Singodimedjo terhadap sosok Haji Agus Salim, ketika ia mengunjungi rumahnya yang berada di gang sempit dan becek.

Potret itu juga yang dilihat oleh para kolega Salim ketika mereka mengetahui bahwa sang diplomat ulung itu tidak mampu membeli kain kafan yang bagus ketika anaknya meninggal dunia. Sebagai pejabat negara, tokoh yang menjadi mentor para pendiri bangsa itu bahkan harus hidup mengontrak berpindah-pindah rumah.

Keteladanan juga tercermin dari kesederhanaan hidup Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia hidup mandiri, makan dan membiayai hidupnya dari apa yang diusahakannya, tanpa bergantung pada orang lain.

Diceritakan, selain mengajar para santrinya, KH Hasyim Asy’ari juga berladang di sawah dan pergi menjajakan barang dagangannya berniaga ke Surabaya. Padahal, sebagai seorang alim dengan murid yang sangat banyak, bisa saja ia hidup mengandalkan pemberiaan para santrinya.

Namun itu tidak ia lakukan, semata-mata ingin mengamalkan apa yang dipesankan oleh baginda Rasulullah ?, bahwa sebaik-baik pekerjaan, adalah usaha dengan tangannya sendiri. Beliau memilih membiayai hidup dengan hasil keringat sendiri, ketimbang harus mengharapkan belas kasih orang lain, atau memanfaatkan kedudukannya untuk memperkaya diri.

Baginya, rejeki yang ada harus disyukuri dengan hidup yang sederhana, karena segala harta benda yang kita miliki itu fana. Rasulullah ? mengingatkan, bahwa ada empat perkara yang Allah akan hisab di akhirat kelak, dimana tidak akan beranjak kaki seorang hamba sebelum ditanya tentang hal tersebut, diantaranya adalah, “tentang hartanya; dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan.”

Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi ? bersabda,

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR: Tirmidzi).*


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Rayakan Harlah Muslimat NU Ke-76 Bupati Inhil HM WARDAN Harapkan MNU Tetap Dukung Pemkab Inhil Dibidang Keagamaan

Forum Maratus Shalehah STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Laksanakan Kajian Rutin

Pendidikan Pada Anak Perempuan #1 Oleh: Muhammad Ridha Shadik

Berkah Serentak 11 Kecamatan! PKS Inhil Bagikan Ribuan Takjil

Tafsir Ayat-Ayat Alquran Tentang Manajemen Sumber Daya Manusia

Persiapkan diri Anda, Umur terus berkurang

Pengurus Yayasan Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Pondok Bakti Lansia

IKPM Gontor Inhil Sambut Kunjungan Kyai Ahmad Zarkasyi

Simpan Jadwal Ust Zulkifli dan Seikh Muhammad Ali Jaber di Inhil, ditaja PST-IKMI-KRM-Penyuluh dkk

TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR Danpos Koramil 09/LGM Bantu Warga Bangun Mushola

Ahmad Ependi Buka Musabaqah Yasin,Tahlil dan Doa Arwah

Semarak Perayaan Maulid Nabi di Kediaman Rumdis Bupati Inhil

Terkini +INDEKS

Cegah Dampak Kabut Asap Karhutla, Dompet Dhuafa Riau Bagikan 1.000 Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Pekanbaru

02 Oktober 2026
Berbagi Pengalaman Langka, Pertagas Ajak Para Guru Dalam Panen Madu Lebah Trigona
01 Oktober 2026
Hari Pertama Seleksi Atlet Sepakbola PSSI Inhil Menuju Porprov Riau 2027, 250 Atlet Potensial Ikuti Seleksi
01 Oktober 2026
TGI Goes to School Hadir di SMA Negeri 1 Seberida, Tanamkan Kesadaran Energi, Hukum dan Karakter Generasi Muda
29 September 2026
DPMD Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah: Teladani Akhlak untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
18 September 2026
Sebelum Terbang ke Tanah Suci, 101 Jamaah Umrah di Batam Dapat Pengawalan Khusus Pemerintah
15 September 2026
BPD KKSS Inhil Akan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
07 September 2026
PERTINA Inhil Raih 2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di Kejurprov Tinju Amatir Riau
07 September 2026
ISPU Inhil Tercatat 155, Dema Stai Auliaurrasyidin Desak Pemerintah Lindungi Masyarakat Dari Dampak Asap
07 September 2026
KONI Inhil Menggelar Konsolidasi Bersama Seluruh Cabor Sinkronkan Tertib Administrasi
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS


50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Dibaca : 598 Kali
ISPU Inhil Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, Ketua DEMA: Jangan Hanya Padamkan Api, Masyarakat Juga Harus Dilindungi
Dibaca : 258 Kali
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Dibaca : 1612 Kali
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Dibaca : 722 Kali
PKS Inhil Teguhkan Nasionalisme, Upacara 17 Agustus Jadi Ruang Meresapi Perjuangan Bangsa
Dibaca : 630 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved