• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • News Update
  • Opini
  • Pariwisata
  • Advertorial
  • Politik
  • Tokoh
  • Nasional
  • More
    • Nusantara
    • Fokus Riau
    • Fokus Indragiri
    • Hukrim
    • EkoBis
    • Ragam
    • Pendidikan
    • Tekno-Sains
    • Sport
    • Internasional
    • SosHum
    • Religi
    • Mom-Woman
    • Entertain
    • Sastra Budaya
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Juventini Inhil Kalahkan IPMI FC 2-0, Melaju ke 16 Besar Bhabinkamtibmas Cup III Sungai Luar
27 April 2026
Melampaui Bansos: Menata Ulang Definisi Fakir Miskin dan Jalan Keluar Struktural Berkelanjutan
18 Maret 2026
Jariyah! Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa, Palestina
16 Februari 2026
APBD Tertahan, Denyut Nadi Pemerintahan Sanggup Bertahan?
18 Januari 2026
Solusi Pinjaman Daerah 200 M, Bupati Herman Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Terhenti Ditengah Tekanan Fiskal!
30 November 2025

  • Home
  • Religi

Jalan Seorang Pemimpin adalah Kesederhanaan dalam Pengabdian

Redaksi Exc.

Jumat, 07 Oktober 2022 19:00:09 WIB
Cetak

Jalan Seorang Pemimpin adalah Kesederhanaan dalam Pengabdian

Marwah Rakyat - Leiden is lijden! Memimpin itu menderita, sebab jalan kepemimpinan adalah pengabdian, karenanya pemimpin harusnya hidup sederhana dan bersahaja

BUKAN karena ia tak mampu mengumpulkan pundi-pundi harta dan membeli barang-barang yang mewah, karena sebagai khalifah yang agung, ia bisa saja melakukan itu semua.

Namun, ketakutannya kepada Allah membuatnya berhati-hati dengan segala harta benda yang dimilikinya. Ia memilih hidup sederhana dan bersahaja, menempuh jalan zuhud (memanfaatkan dunia sekadarnya) dan wara‘ (menahan diri dari hal-hal yang syubhat dan haram). Dialah Umar bin Abdul Aziz, khalifah dari Bani Umayyah yang namanya bersinar dalam bentangan sejarah kaum muslimin.

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Abdul Aziz terlambat datang shalat Jumat. Orang-orang yang hadir menunjukkan raut wajah tak suka. Seorang bertanya kepadanya;

“Kenapa paduka Tuan terlambat datang?” Khalifah menjawab, “Aku terlambat karena menunggu gamisku (yang baru dicuci) kering.” Orang-orang yang mengetahui hal itu lantas terharu. Seorang khalifah dengan segala kekuasaannya, bisa saja menggunakan dana dari Baitul Maal, atau dana taktis seperti pada masa sekarang, untuk membeli segala atribut untuk penampilannya.Tetapi itu tidak dilakukannya. ”Aku takut terhadap perhitungan yang berat dan pertanggungjawaban yang besar (di akhirat),”ujarnya.

Kebergantunganya pada akhirat, membuatnya terlepas dari segala beban keduniaan yang mengganjalnya dalam memimpin kaum muslimin. Ia tidak memiliki rasa takut untuk menegakkan hukum kepada siapapun yang melakukan kezaliman.

Ia tak pernah pandang bulu dan pilih tebang dalam menegakkan kebenaran. Ia tak memiliki track record yang buruk, yang bisa dijadikan sasaran tembak musuh-musuh untuk menyandera atau membunuh karakternya.

Berbeda dengan kondisi saat ini, dimana para pemimpin, aparat penegak hukum, dan tokoh-tokoh politik saling menyandera. Pemimpin tak berani menegakkan hukum dengan adil, karena ia tersandera secara politik, yang disebabkan catatan buruk atau ‘kartu truf’ yang dipegang oleh lawan-lawan politiknya.

PEMIMPIN YANG HIDUP SEDERHANA, ia tak akan pernah tersandera oleh kepentingan-kepentingan dunia. Ia akan berdiri tegak mendongakkan kepala melawan segala bentuk kemungkaran.

Haji Agus Salim, seorang tokoh bangsa diantaranya adalah contoh lain dari potret kesederhanaan seorang pejabat negara. Ia seorang menteri dan diplomat ulung yang cukup disegani di dunia internasional.

Sumbangsihnya untuk negeri ini tak terbilang jumlahnya. Penampilannya sederhana; Jas lusuh, kopiah, dan kain sarung. Namun itu semua tak mengurangi akalnya yang brilian dan keberaniannya dalam berdiplomasi.

Leiden is lijden! Memimpin itu menderita. Jalan kepemimpinan adalah jalan pengabdian, jalan penderitaan, bukan jalan bersenang-senang untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Itulah gambaran Kasman Singodimedjo terhadap sosok Haji Agus Salim, ketika ia mengunjungi rumahnya yang berada di gang sempit dan becek.

Potret itu juga yang dilihat oleh para kolega Salim ketika mereka mengetahui bahwa sang diplomat ulung itu tidak mampu membeli kain kafan yang bagus ketika anaknya meninggal dunia. Sebagai pejabat negara, tokoh yang menjadi mentor para pendiri bangsa itu bahkan harus hidup mengontrak berpindah-pindah rumah.

Keteladanan juga tercermin dari kesederhanaan hidup Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia hidup mandiri, makan dan membiayai hidupnya dari apa yang diusahakannya, tanpa bergantung pada orang lain.

Diceritakan, selain mengajar para santrinya, KH Hasyim Asy’ari juga berladang di sawah dan pergi menjajakan barang dagangannya berniaga ke Surabaya. Padahal, sebagai seorang alim dengan murid yang sangat banyak, bisa saja ia hidup mengandalkan pemberiaan para santrinya.

Namun itu tidak ia lakukan, semata-mata ingin mengamalkan apa yang dipesankan oleh baginda Rasulullah ?, bahwa sebaik-baik pekerjaan, adalah usaha dengan tangannya sendiri. Beliau memilih membiayai hidup dengan hasil keringat sendiri, ketimbang harus mengharapkan belas kasih orang lain, atau memanfaatkan kedudukannya untuk memperkaya diri.

Baginya, rejeki yang ada harus disyukuri dengan hidup yang sederhana, karena segala harta benda yang kita miliki itu fana. Rasulullah ? mengingatkan, bahwa ada empat perkara yang Allah akan hisab di akhirat kelak, dimana tidak akan beranjak kaki seorang hamba sebelum ditanya tentang hal tersebut, diantaranya adalah, “tentang hartanya; dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan.”

Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi ? bersabda,

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR: Tirmidzi).*


 Editor : H

[Ikuti MarwahRakyat.com Melalui Sosial Media]


MarwahRakyat.com

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Rutin Bertahun-tahun, PKS Inhil Sembelih 4 Ekor Hewan Kurban untuk Dibagikan

MTQ Ke-XX Kecamatan Kempas Dibuka, Bupati Inhil Tegaskan Komitmen Syiar Islam dan Pembangunan

Silaturahim dan Buka Bersama Bupati Indragiri Hilir: Menggali Kelebihan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Heboh Jenazah Perempuan Dimandikan 4 Petugas Pria di RSUD, Puluhan Ulama Rapat di MUI

LINA HUMAIRA ;Penuh Berkah,Semoga Ramadhan hantarkan Kita Jadi Pemenang

Kapolres Bersama YVB dan PSMTI Gelar Bukber di Panti Puri Kasih

Muhasabah: Jangan Kasar Oleh: Muhammad Ridha Shadik

Tersiksa dialam Kubur karena Hal Sepele

Wali Sei Intan Ingatkan Soal Anak Soleh dan Sebaik-baik Aset

Siswa MTSN Pangkalan Kerinci Ikuti Materi Wasbang

Ahmad Ependi Buka Musabaqah Yasin,Tahlil dan Doa Arwah

Milenial, Gen Z, dan Zakat: Analisis Persepsi terhadap BAZNAS dan Literasi Filantropi Islam

Terkini +INDEKS

Jadi Pionir di Indonesia, Program Satgas PGRI Inhil Diapresiasi dan Mulai Ditiru Daerah Lain

03 Juli 2026
Solidaritas dan Kepedulian, PGRI Inhil Salurkan Bantuan untuk Guru Korban Tanah Longsor di Tanah Merah
02 Juli 2026
Kadis PMD Yuliargo Imbau Kades se-Inhil Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
01 Juli 2026
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kasubbag TU Kemenag Inhil Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara
01 Juli 2026
Diplomasi Moralitas: Wilson Lalengke Serahkan Buku "Ijazah Jokowi" kepada Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov
25 Juni 2026
Musnahkan BB Narkotika 1,5 Kg Sabu dan 1060 Pil Ekstasi
25 Juni 2026
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
24 Juni 2026
Ngopi Bersama Insan Pers, Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
24 Juni 2026
Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp4,65 Miliar
24 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS


PSSI Inhil Matangkan Persiapan PORPROV Riau XI 2027, KONI Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Dibaca : 314 Kali
Akuatik Inhil Lepas Atlet ke Pekanbaru Ikuti Kejuaraan Riau Akuatik Ke-7 Antar Klub
Dibaca : 226 Kali
Momentum HUT Inhil ke-61, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama
Dibaca : 625 Kali
Sengit Day 3 Bupati Cup! Hai Cell dan Suka Maju Lolos Lewat Drama Adu Penalti
Dibaca : 549 Kali
Hari Kedua Bupati Cup: Taliban Friend dan Azka RCBN Grup Amankan Tiket ke 32 Besar
Dibaca : 547 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
MarwahRakyat.com ©2020 | All Right Reserved