50 Jurnalis Muda Ikuti Klinik Bahasa RBM Sinar Kreasi, Semangat Literasi Terus Digaungkan

Ahad, 30 Agustus 2026

Marwahrakyat.com, Tembilahan – Semangat melahirkan generasi muda yang gemar membaca, menulis, dan berani menyampaikan informasi kembali digaungkan Rumah Bacaan Masyarakat (RBM) Sinar Kreasi. Sebanyak 50 peserta mengikuti Klinik Bahasa Jurnalis Muda yang digelar di Aula Hotel Telaga Puri, Tembilahan, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan ini menjadi agenda kedua RBM Sinar Kreasi dalam rangkaian gerakan literasi tahun 2026. Setelah sebelumnya menggelar lokakarya menulis puisi berbasis kearifan lokal, kali ini RBM Sinar Kreasi memberikan ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan penggunaan bahasa yang baik dalam penulisan berita.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti materi, berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba mempraktikkan cara menyusun informasi menjadi tulisan jurnalistik.

Hadir sebagai narasumber, Hendro Lisa, yang memberikan pembekalan tentang bahasa jurnalistik, cara menemukan ide berita, mengolah fakta, menyusun lead, hingga menyajikan informasi secara jelas, menarik, dan bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, Hendro menekankan bahwa menjadi jurnalis muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis.

“Saya bangga melihat antusiasme anak-anak muda hari ini. Mereka punya rasa ingin tahu dan keberanian untuk belajar. Ini modal penting untuk menjadi jurnalis muda. Tetapi yang paling penting adalah konsisten membaca, konsisten menulis, dan konsisten belajar dari lingkungan sekitar,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, lingkungan sekitar merupakan sumber informasi yang tidak pernah habis. Generasi muda dapat belajar menjadi jurnalis dengan membiasakan diri mengamati berbagai peristiwa, menggali fakta, melakukan verifikasi, kemudian menyampaikannya melalui tulisan dengan bahasa yang baik.

“Jangan takut menulis. Mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Dari sana kemampuan akan tumbuh. Kalau hari ini menulis satu berita, besok menulis lagi, lama-lama akan terbentuk kemampuan dan karakter sebagai jurnalis muda,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kecamatan, Ibu Vidia, S.Kes yang memberikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah RBM Sinar Kreasi dalam memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Vidia mengaku bangga melihat semangat para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

“Saya sangat bangga melihat anak-anak muda yang mau belajar dan mengembangkan kemampuan membaca serta menulis. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya, berani menyampaikan gagasan, dan memiliki kemampuan literasi yang baik,” ungkap Vidia.

Ia berharap kegiatan literasi tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Literasi bukan kegiatan sesaat. Harus terus dibangun, dibiasakan, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Saya berharap RBM Sinar Kreasi terus bergerak dan melahirkan semakin banyak kegiatan positif untuk generasi muda,” harapnya.

Sementara itu, Founder sekaligus Ketua RBM Sinar Kreasi, Firma Elena Hidayanti, S.Pd., mengatakan Klinik Bahasa Jurnalis Muda merupakan bagian dari komitmen RBM Sinar Kreasi untuk menjadikan literasi sebagai gerakan yang dekat dengan masyarakat.

Menurut Firma, RBM tidak hanya ingin menghadirkan kegiatan membaca, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menghasilkan karya.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk belajar dan berkarya. Karena itu, kami terus mencoba menghadirkan kegiatan yang beragam. Hari ini mereka belajar jurnalistik, sebelumnya belajar menulis puisi. Ke depan kami ingin terus konsisten menghadirkan kegiatan yang dapat menumbuhkan budaya baca-tulis di masyarakat,” kata Firma.

Antusiasme 50 peserta menjadi salah satu catatan positif dalam kegiatan tersebut. Mereka terlihat senang, bangga, dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran hingga akhir kegiatan.

Bagi peserta, menjadi jurnalis muda bukan sekadar belajar membuat berita, tetapi juga belajar melihat persoalan di sekitar, menggali informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan fakta melalui tulisan.

Klinik Bahasa Jurnalis Muda ditutup dengan sesi praktik, refleksi, dan foto bersama. Semangat para peserta untuk terus belajar menjadi jurnalis muda pun menjadi penanda bahwa gerakan literasi di kalangan generasi muda mendapat ruang yang semakin luas.

Melalui kegiatan tersebut, RBM Sinar Kreasi menegaskan komitmennya untuk terus konsisten mendukung budaya literasi baca-tulis di masyarakat. Bukan hanya mengajak masyarakat membaca, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menulis, berkarya, dan menyuarakan berbagai potensi di lingkungan sekitarnya.

Bangga belajar. Berani menulis. Konsisten berkarya. Menjadi jurnalis muda untuk generasi literat.