
Marwahrakyat.com, TEMBILAHAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.
Bagi PKS Inhil, upacara kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk meresapi kembali makna perjuangan para pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen politik dalam menjaga Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat.
Upacara berlangsung dalam suasana khidmat dengan nuansa nasionalis dan religius yang menjadi bagian dari karakter kader PKS. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Inhil Yuslizar, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) Tranurdin, Sekretaris Umum Razid, serta jajaran pengurus PKS Inhil. Mereka mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan, sembari menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ruang refleksi atas perjalanan bangsa dari masa perjuangan hingga tantangan Indonesia hari ini.
Yuslizar menegaskan, nasionalisme tidak berhenti pada penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk menjaga persatuan dan memperbaiki kehidupan masyarakat.
“Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang kita kenang setiap 17 Agustus. Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita isi dengan pengabdian, persatuan, keadilan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat,” demikian kutipan yang merefleksikan pesan Yuslizar dalam momentum tersebut.
Menurut Yuslizar, perjuangan politik juga merupakan bagian dari ikhtiar kebangsaan sepanjang ditempatkan dalam koridor konstitusi dan kepentingan masyarakat. Politik, kata dia, semestinya menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Semangat itulah yang ingin terus dirawat PKS Inhil: memadukan nilai-nilai keislaman dengan kecintaan terhadap tanah air, sehingga nasionalisme dan religiusitas tidak ditempatkan sebagai dua hal yang berseberangan, melainkan saling menguatkan dalam membangun Indonesia.
Ketua DPD PKS Inhil Samsuri Daris berhalangan hadir dalam upacara tersebut. Namun, melalui pesan yang disampaikan kepada jajaran pengurus, ia meminta seluruh kader tetap solid dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. “Indonesia yang merdeka membutuhkan rakyat dan kader bangsa yang tidak mudah terpecah. Tetap solid, rawat persatuan, dan buktikan kecintaan kepada Indonesia melalui kerja nyata untuk masyarakat,” pesan Samsuri Daris.
Bagi PKS Inhil, kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang keberanian mengambil tanggung jawab pada masa kini dan masa depan. Di tengah dinamika politik nasional dan daerah, semangat 17 Agustus menjadi pengingat bahwa perjuangan kebangsaan harus terus berlanjut—dengan politik yang beradab, pengabdian yang tulus, serta keyakinan bahwa Indonesia yang kuat dibangun dari persatuan, keteguhan nilai, dan kerja bersama seluruh elemen bangsa.