Reses di Tiga Tekulai, Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga: Komitmen Bangun Desa Tetap Jalan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Marwahrakyat.com, INHIL — Anggota DPRD Provinsi Riau, Samsuri Daris, ST, MT, melaksanakan kegiatan reses di tiga titik wilayah Tekulai, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sejak Jum'at hingga selesai, (31/7/2026).

Kegiatan reses tersebut digelar sejak pagi hingga sore hari dengan menyambangi tiga wilayah, yakni Tekulai Hulu, Tekulai Bugis, dan Tekulai Hilir.

Dalam kegiatan tersebut, Samsuri Daris turun langsung bertemu masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, sekaligus kebutuhan pembangunan yang disampaikan warga di masing-masing desa.

Kegiatan reses turut dihadiri Bhabinkamtibmas Zulfadli, Kepala Desa Tekulai Hulu Sofyan, Kepala Desa Tekulai Bugis Edi, serta perangkat dan tokoh masyarakat desa setempat.

Daris juga didampingi Ketua MPD Yuslizar, Ketua DED Tranurdin, serta Sekretaris Umum M Razid.

Suasana pertemuan di tiga titik tersebut berlangsung antusias. Warga memanfaatkan kesempatan bertemu wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi desa, terutama terkait kebutuhan pembangunan dan dukungan anggaran.

Warga Berharap Anggaran Kembali Normal

Sejumlah warga berharap kondisi anggaran daerah dapat kembali normal sehingga program pembangunan di desa bisa berjalan lebih maksimal.

Menurut warga, dukungan anggaran sangat penting untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur dan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa.

Kepala Desa Tekulai Hulu, Sofyan, mengapresiasi kehadiran Samsuri Daris yang secara langsung turun ke desa dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan reses ini. Masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan di desa. Harapan kami, aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan sehingga pembangunan di desa bisa lebih maksimal," ujar Sofyan.

Ia berharap dukungan terhadap desa dapat terus ditingkatkan, terutama ketika kondisi anggaran mulai memungkinkan.

Kades Edi: Perhatian Daris untuk Desa Sangat Berarti

Sementara itu, Kepala Desa Edi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Samsuri Daris ke wilayahnya.

Menurut Edi, kehadiran Daris di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa aspirasi dan kondisi desa tetap menjadi perhatian, meskipun saat ini kemampuan anggaran masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Edi mengaku senang karena hubungan komunikasi yang selama ini terjalin dengan Daris dapat terus berjalan, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa.

"Kami tentu sangat senang dan berterima kasih atas perhatian Pak Daris kepada desa kami. Beliau mau datang langsung, bertemu masyarakat dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan warga. Ini sangat berarti bagi kami," ujar Edi.

Ia berharap perhatian dan perjuangan terhadap desa dapat semakin ditingkatkan ke depannya.

"Kami berharap ke depan aspirasi dari desa ini semakin diperjuangkan. Masih banyak yang menjadi kebutuhan masyarakat, dan tentu kami berharap dukungan anggaran bisa kembali normal sehingga kegiatan pembangunan di desa dapat berjalan lebih maksimal," harapnya.

Edi menilai komunikasi langsung seperti kegiatan reses sangat penting karena masyarakat dapat menyampaikan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Dengan turun langsung seperti ini, apa yang kami sampaikan bukan hanya melalui laporan, tetapi bisa dilihat dan didengar langsung. Mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa dibawa dan diperjuangkan di tingkat provinsi," tambahnya.

Daris: Aspirasi Warga Tetap Menjadi Catatan

Samsuri Daris mengatakan, reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat.

Menurutnya, melalui reses, anggota DPRD dapat melihat dan mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi desa.

Daris mengakui kondisi anggaran saat ini masih menjadi tantangan sehingga tidak seluruh aspirasi masyarakat dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.

Namun demikian, ia memastikan aspirasi warga dari tiga wilayah Tekulai tetap menjadi catatan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.

"Kita datang ke sini bukan hanya untuk bertemu masyarakat, tetapi untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka. Semua aspirasi yang disampaikan akan kita catat dan kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta kemampuan anggaran yang ada," kata Daris.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat semangat membangun desa berhenti.

"Memang kita harus jujur bahwa kondisi anggaran masih belum seperti yang kita harapkan. Aspirasi masih cukup banyak, sementara kemampuan anggaran masih terbatas. Tetapi komitmen untuk membangun desa tetap ada. Kita akan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat bisa diperjuangkan secara bertahap," tegasnya.

Tiga Titik, Satu Komitmen

Reses yang berlangsung sejak pagi, siang hingga sore tersebut menjadi kesempatan bagi Samsuri Daris untuk menyerap aspirasi masyarakat di tiga wilayah Tekulai.

Di setiap titik, masyarakat terlihat antusias mengikuti pertemuan dan menyampaikan berbagai usulan secara langsung.

Daris berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa dan wakil rakyat dapat terus terjalin.

Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan sinergi semua pihak. Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan arah perjuangan pembangunan yang akan dibawa ke tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Kita ingin masyarakat tahu bahwa mereka punya ruang untuk menyampaikan aspirasi. Tidak semua mungkin bisa langsung direalisasikan, tetapi yang penting aspirasi itu terdokumentasi dan menjadi bahan perjuangan kita," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan bersama-sama mengawal proses pembangunan.

Bagi Daris, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan momentum untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan dapat diketahui secara langsung oleh wakil rakyat.

Dengan antusiasme masyarakat di tiga wilayah Tekulai, Daris berharap aspirasi yang telah dihimpun dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan ke depan, sekaligus mendorong agar dukungan anggaran untuk desa dapat kembali lebih optimal.