Sengit! Juventini Tumbangkan Pinang Jaya lewat Drama Adu Penalti 4-2 (1-1)

Kamis, 07 Mei 2026

Suasana adu pinalti

Marwahrakyat.com, Sungai luar -Tim Juventini FC memastikan langkah ke babak semifinal turnamen Bhabinkamtibmas Cup III usai menyingkirkan tim kuat Pinang Jaya melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal pada laga babak delapan besar.

Pertandingan berlangsung panas, keras, dan penuh tensi sejak menit awal. Pinang Jaya lebih dulu membuka keunggulan pada babak pertama lewat gol tendangan bebas yang gagal diantisipasi lini pertahanan Juventini. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Juventini tampil lebih agresif dan terus menekan pertahanan lawan. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih akibat handsball pemain Pinang Jaya di kotak terlarang. Eksekutor Juventini, Nasib, sukses menjalankan tugasnya dengan tenang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol penyeimbang itu, pertandingan semakin sengit. Kedua tim saling jual beli serangan dan beberapa kali terjadi duel keras di lapangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan imbang.

Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen penuh tekanan itu, para algojo Juventini tampil lebih tenang dan berhasil unggul 4-2 atas Pinang Jaya.

Kemenangan ini membawa Juventini FC melaju ke babak semifinal dan menjaga asa menuju partai final turnamen.

Pelatih Juventini, Coach Purwo, didampingi Matra, mengaku bersyukur atas perjuangan para pemain. Meski demikian, keduanya menegaskan tim tidak boleh cepat puas.

“Alhamdulillah rekan-rekan bermain penuh semangat dan kerja keras. Tapi perjalanan belum selesai. Kami tetap evaluasi semua lini dan fokus menghadapi semifinal.” ujar Coach Purwo.

"Jangan cepat puas kalau ingin menuju final dan juara!" tambah Matra.

Hadir tim official Juventini antara lain Yuda, Oya, Khalidi, Jaber, joko, hendra dan Febri.

Dukungan penonton yang memadati lapangan juga menambah semarak pertandingan. Sorak-sorai suporter membuat atmosfer laga delapan besar terasa hidup dan menegangkan hingga akhir pertandingan.