
Ariyanto, S. Psi. I (Penyuluh Agama Islam KUA Kec.Mandah)
Oleh : Ariyanto, S. Psi. I (Penyuluh Agama Islam KUA Kec.Mandah)
Marwahrakyat.com, Berkata Imam Ali Bin Abi Thalib “alangkah cepatnya jam demi jam dalam satu hari, alangkah cepatnya hari demi hari dalam satu bulan, alangkah cepatnya bulan demi bulan dalam satu tahun, alangkah cepatnya tahun demi tahun dalam umur manusia”. umur manusia adalah perjalanan waktu dan kita menghitungnya dari pergantian tahun demi tahun, begitulah hakikatnya usia kita. Pada konteks seperti ini pula Imam Hasan Al Basri berkata “wahai anak adam sesungguhnya hidup kalian adalah kumpulan hari-hari, setiap kali satu hari pergi maka pergilah sebagian umur kalian”.
Tidak terasa bulan Ramadhan sudah datang, Sebagai seorang muslim bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu, karena Ramadhan adalah bulan yang istimewa, bulan yang penuh kebaikkan didalamnya terdapat rahmat dan magfirah serta pahala dilipat gandakan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu. Sebagaimana hadis yang dibawakan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan datangnya ramadhan ini bertanda Allah berikan kita kesempatan emas untuk berusaha menjadi hamba-hambaNya yang bertaqwa. Tapi pertanyaannya apakah kita bisa memaksimalkan ibadah kita dibulan ramadhan dengan usia yang masih Allah titipkan ini, atau bagaimana jika ini adalah ramadhan terakhir kita? Sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam yang seharusnya menggugah kesadaran setiap muslim. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput. Banyak orang yang dulu masih sempat menikmati Ramadhan, kini telah berpulang dan pastinya kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan dipertemukan dengan ramdhan yang akan datang.
Maka sejatinya kita berusaha semaksimal mungkin meningkatkan amal sholeh serta berusaha mengikuti amaliah Ramadhan yang disyariatkan dan diistimewakan kepada kita umat akhir zaman, yang keistimewaan itu tidak diberikan kepada umat terdahulu. Jangan sampai ramadhan datang tapi kita tidak mendapatkan apa-apa sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan sungguh sangat rugi seseorang yang ia masuk dalam bulan Ramadan kemudian berlalu Ramadan sebelum diampuni dosanya.” (HR. At-Tirmidzi).
Itu sebabnya dengan datangnya Ramadhan jangan sampai kita menjadi rugi tidak memperoleh manfaat sedikitpun dari Nya. Oleh karena itu kita jadikan Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita, ajal tidak ada yang tahu dan supaya kita sadar betul bahwa hidup ini hanyalah sementara. karena itu pula antara Ramadhan dan usia kita, kita isi dengan amal sholeh. Jika ini ramdahan terakhir kita, mungkin kita tidak lagi menunda taubat, jika ini ramdhan terakhir, setiap takbir akan kita dengar dengan air mata, setiap ayat Al-Qur’an akan kita baca perlahan tak sekedar mengejar khatam, tapi meresapi pesan Tuhan. Andai ini ramdhan terakhir, kita akan lebih sungguh sungguh dalam sujud, lebih lama bermunajat disepertiga malam, memohon ampun atas dosa yang sengaja maupun tersembunyi. Andai ini Ramadhan terakhir kita, kita akan jaga lisan dari menyakiti saudara kita, menahan amarah, memaafkan meski hati pernah terluka, karena kita ingin pulang kepada Allah dengan hati yang bersih.
Ramadhan ini mengajar kita bahwa hidup ini singkat dan kesempatan memperbaiki diri tidak selalu datang kedua kali. Mestinya kita belajar banyak dari para ulama terdahulu. Para ulama salaf misalnya imam syafii menghatamkan Al-Qur’an 60 kali selama Ramadhan begitu juga imam Abu Hanifah. Ulama yang lain seperti imam Supyan Ats Tsauri meninggalkan aktivitas yang lain dan focus membaca Al- Qur’an. Inilah amalan istimewa yang mestinya kita contoh disamping banyak amalan yang lain dibulan Ramadhan.
Dengan demikian, kita jadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir dalam hidup kita supaya kita tidak menyia-nyiakan waktu dan umur yang Allah berikan ini. Dan yang paling penting dari amal kita tidak lain adalah keistikhamahan/ konsiten kita terhadap amal-amal kita bukan hanya di bulan Ramadhan akan tetapi berlanjut diluar Ramadhan. Para ulama juga mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadan saja.” Istikamah-kan ibadah kita, bahkan setelah Ramadan berlalu. Jadikan pula bulan Ramadan ini sebagai momen untuk mengubah diri kita menjadi muslim yang lebih baik lagi. “barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugoi dan siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dia tergolong orang yang celaka”.
Semoga Ramadhan ini, Allah menerima amal ibadah kita serta memberikan keberkahan umur bagi kita semua sehingga bertemu pula di Ramadhan yang akan datang. Amin.