
INHIL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir(Inhil) mengumumkan langkah terbaru dalam meningkatkan kesehatan bayi dengan mendorong pelaksanaan skrining hipotiroid kongenital secara berkelanjutan, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hipotiroid kongenital adalah kondisi medis yang dapat berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi jika tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, Dinkes mengimbau seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir untuk memperkuat pelaksanaan skrining ini.
Skrining tersebut merupakan bagian dari program kesehatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan tiroid pada tahap awal. Dalam waktu dua minggu setelah kelahiran, gangguan ini dapat diidentifikasi lebih cepat, yang memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan mencegah potensi keterlambatan perkembangan.
Kepala Dinkes Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, menjelaskan bahwa program skrining ini akan melibatkan pelatihan dan sosialisasi kepada tenaga medis serta penyediaan fasilitas laboratorium yang memadai.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap bayi yang lahir di wilayah kami mendapatkan kesempatan terbaik untuk hidup sehat dan berkembang optimal,” ungkapnya.
Dinkes juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi rutin untuk memastikan keberhasilan program ini. Dukungan dari masyarakat dan tenaga medis diharapkan dapat mempercepat proses deteksi dan penanganan hipotiroid kongenital, serta meningkatkan kualitas hidup bayi di Kabupaten Indragiri Hilir.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes Kabupaten Indragiri Hilir dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit sejak dini.