
Ilustrasi. (Pexels)
INHIL– Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering ditemui di Indonesia, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Devi Natalia, mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala malaria dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko penyebaran penyakit ini.
Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit Plasmodium. "Gejala malaria biasanya mulai muncul 10 hingga 15 hari setelah seseorang terpapar gigitan nyamuk tersebut," jelas Devi Natalia. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, menggigil, sakit kepala, keringat berlebih, lemas, pegal linu, anemia, serta mual atau muntah.
Ia menekankan pentingnya segera mencari pengobatan di Puskesmas atau rumah sakit jika gejala-gejala tersebut muncul. "Semakin cepat mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah komplikasi lebih lanjut," tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Inhil menyarankan masyarakat untuk mengikuti beberapa tips berikut:
1. Gunakan kelambu saat tidur.
2. Kenakan pakaian panjang saat beraktivitas di luar rumah.
3. Hindari menyimpan pakaian basah di dalam rumah, yang bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk.
4. Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET.
5. Pasang dan rutin gunakan obat nyamuk, terutama di sore dan malam hari.
6. Lakukan penyemprotan dinding secara rutin di daerah dengan tingkat malaria tinggi minimal sebulan sekali.
Dengan mengenali gejala dan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir dapat terhindar dari malaria dan mengurangi penyebarannya di wilayah tersebut.
Dinkes Inhil berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pencegahan penyakit demi kesehatan masyarakat yang lebih baik.