
INHIL— Stunting merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Masalah ini kerap terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, yakni sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Maria, menegaskan pentingnya informasi kepada masyarakat terkait dampak serius stunting pada bayi dan balita. "Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak stunting dan pentingnya pencegahan dini," ujar Maria dalam keterangannya.
Berikut lima dampak utama dari stunting yang perlu diwaspadai oleh masyarakat:
1. Perlambatan Pertumbuhan Fisik
Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya yang tidak mengalami stunting.
2. Penurunan Kekebalan Tubuh
Stunting menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, membuat anak rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya.
3. Penghambatan Perkembangan Otak
Dampak stunting pada otak dapat mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar anak di masa mendatang.
4. Penurunan Kecerdasan
Anak stunting berisiko mengalami penurunan kecerdasan, yang mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial.
5. Peningkatan Risiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa
Anak yang stunting berpotensi lebih tinggi mengalami penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung saat dewasa.
Untuk menanggulangi stunting, penting dilakukan pencegahan sejak dini, terutama dengan memberikan asupan nutrisi yang memadai selama kehamilan dan masa awal kehidupan anak. Dukungan dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah diperlukan dalam memastikan akses dan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak.
(Adv)