
TEMBILAHAN - Sekolah Kasih Lestari menjadi lokasi pelaksanaan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menargetkan kelompok usia produktif antara 15 hingga 59 tahun pada Kamis, (15/8/2024).
Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini faktor risiko PTM pada para peserta, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan lebih awal.
Deteksi dini PTM dianggap penting untuk menemukan indikasi awal seseorang terkena penyakit tidak menular atau memiliki faktor risiko yang dapat memicu timbulnya penyakit tersebut. Faktor risiko ini meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kebiasaan merokok.
"Dengan diketahuinya faktor risiko PTM secara dini, pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan lebih cepat. Bagi yang sudah terkena, penting untuk mengendalikan penyakit agar terhindar dari komplikasi, kecacatan, maupun kematian dini. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup," ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Skrining mencakup pemeriksaan riwayat penyakit dan gaya hidup, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran lingkar perut, serta pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi peserta, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat guna mencegah risiko PTM di masa depan.