
Buya Zamzami dan Buya Sumardi PERTI
Marwahrakyat.com -- Baru-baru ini kita digemparkan pemberitaan terhadap kasus Sodomi yang terjadi di Pondok Pesantren terkenal di Sumatera Barat, bahkan di beberapa Pondok Pesantren lain pun korban LGBT mulai terendus dan laporan korban mulai bermunculan.
Menanggapi hal tersebut, Buya H. Sumardi, S.Ag., M.Si Pimpinan Pondok Pesantren dan Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Kab. Indragiri Hilir menyatakan bahwa kasus tersebut sangatlah meresahkan dan mengkhawatirkan bisa saja saat ini setiap Pondok Pesantren akan menjadi incaran para pengusung LGBT ini.
"Saya sangat mengutuk dan melakukan perlawanan terhadap gerakan LGBT yang menyimpang dan melawan syariat Islam tersebut, di samping itu Saya juga menghimbau agar para Pimpinan Pondok di wilayah kabupaten Indragiri Hilir ini selalu waspada, baik dari hal penerimaan tenaga pendidik, pembina asrama Pondok dan lain-lain, karena bisa saja para pelaku LGBT menyusup melalui hal-hal tersebut".
Untuk di ketahui gerakan Perkumpulan LGBT di Indonesia sudah sering menampakkan eksistensinya, seperti menyukai sesama jenis, bahkan sering muncul pemberitaan terjadinya pernikahan sejenis. Padahal ini merupakan perbuatan yang merusak moral, bahkan sangat bertentangan dengan syariat islam.
"Mudah-mudahan dengan adanya kesadaran para pimpinan Pondok Pesantren untuk selalu antisipasi dari eksistensi dan bahayanya pengaruh LGBT ini, menjadikan setiap Pesantren yang dipimpinnya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan". Tutup Buya H. Sumardi, yg sekarang masih aktif sebagai Anggota DPRD Indragiri Hilir tersebut.